Ulang Tahunku
Oleh Nur Ani
Hari ini hari bahagia Aku
Ada Teman Teman yang memberi kejutan
Sampai membuat Aku menangis
Tetapi ada bahagia nya juga
Hari di mana Aku dilahirkan
Hari yang penuh dengan kebahagian
Hari yang untuk Aku kenang
Hari banyak kejutan
Bertambah nya usia aku
Semakin dewasa
Semakin berbakti kepada Orang tua
Terimakasih untuk Allah
Terimakasih kepada kedua Orangtua
Terimakasih kepada Guru
Terimakasih juga untuk Teman
Menyediakan puisi terbaru 2017, Kumpulan Puisi Terbaruku 2017, semua puisi, satra, Loker Puisi Kumpulan Puisi-puisi Terlengkap, Saling Berbagi Puisi, poem, poetry, Puisi Romantis, Puisi Cinta, Puisi Kasih Sayang, Puisi Persahabatan, Puisi Patah Hati, Puisi Perjuangan, Puisi Pendidikan, Kumpulan Puisi, Puisi Romantis, Puisi Cinta, Puisi Kasih sayang, Puisi Islami, Puisi Religi, Puisi Sahabat, Puisi Perpisahan, Puisi Patah Hati, Puisi Pendidikan
Saturday, 10 September 2016
Puisi Jatuh Cinta, Gadis Berkerudung Itu
Gadis Berkerudung Itu
Oleh Rizki Hadid
Cukup lama ilalang ini menjadi alas dudukku. Hingga di seberkas sore yang syahdu, gadis berkerudung itu menyodok lamunanku. Ia membuang langkah pelan di jalan berbatu. Gemerlap bola matanya menjinakkan lembayung yang bersinar malu. Aku tersipu saat bidadari itu beberapa jengkal dari tubuhku. Di antara senyumku yang telanjur kaku, tak bisa kubantahkan perasaan itu. Menghinggap nakal suara bidadari itu di daun telingaku. Tak kuasa kumenahan bisikan itu. Hati ini menjadi rindu. Kulukiskan senyum di bibirnya. Kutunjukkan betapa indahnya dunia. Kubimbing dia menuju surga Allah ta'ala. Namun ia masih beberapa jengkal dari tubuhku. Adakah yang salah dari perasaanku? Jauh di lubuk hatinya tersimpan getaran cinta. Disulamnya benar-benar agar tak kasat mata. Dibendungnya segala kemungkinan yang ada. Ia tak ingin semua terlihat mudah adanya. Mungkin dia tak tahu bahwa bibirku sudah kelu. Menahan berjuta rindu yang meninju-ninju, meski ia masih beberapa jengkal dari tubuhku. Duhai bidadariku, usap ragumu dengan kejujuranku. Basuh hatimu dengan ketulusanku. Jalan ini terlalu terjal bila kau lalui tanpaku. Genggam tanganku dan resapi rasa itu. Kita lompati segala rintangan dan menggapai puncak kebahagiaan. Simpan senyum itu untuk pekan depan, saat hati kita bertamu. Doaku selalu menyertaimu. *Dari Rizki Hadid untuk Suhailah Bansir
Oleh Rizki Hadid
Cukup lama ilalang ini menjadi alas dudukku. Hingga di seberkas sore yang syahdu, gadis berkerudung itu menyodok lamunanku. Ia membuang langkah pelan di jalan berbatu. Gemerlap bola matanya menjinakkan lembayung yang bersinar malu. Aku tersipu saat bidadari itu beberapa jengkal dari tubuhku. Di antara senyumku yang telanjur kaku, tak bisa kubantahkan perasaan itu. Menghinggap nakal suara bidadari itu di daun telingaku. Tak kuasa kumenahan bisikan itu. Hati ini menjadi rindu. Kulukiskan senyum di bibirnya. Kutunjukkan betapa indahnya dunia. Kubimbing dia menuju surga Allah ta'ala. Namun ia masih beberapa jengkal dari tubuhku. Adakah yang salah dari perasaanku? Jauh di lubuk hatinya tersimpan getaran cinta. Disulamnya benar-benar agar tak kasat mata. Dibendungnya segala kemungkinan yang ada. Ia tak ingin semua terlihat mudah adanya. Mungkin dia tak tahu bahwa bibirku sudah kelu. Menahan berjuta rindu yang meninju-ninju, meski ia masih beberapa jengkal dari tubuhku. Duhai bidadariku, usap ragumu dengan kejujuranku. Basuh hatimu dengan ketulusanku. Jalan ini terlalu terjal bila kau lalui tanpaku. Genggam tanganku dan resapi rasa itu. Kita lompati segala rintangan dan menggapai puncak kebahagiaan. Simpan senyum itu untuk pekan depan, saat hati kita bertamu. Doaku selalu menyertaimu. *Dari Rizki Hadid untuk Suhailah Bansir
Friday, 9 September 2016
Puisi Jatuh Cinta, Jatuh Cinta
Jatuh Cinta
Oleh Muhammad Ayub Qodri
Seperti baru terbuka mata ini Melihat indah nya dunia Menikmati ciptaan tuhan Beserta seisi nya Oh Tuhan Baru ku sadari Sesosok gadis cantik menawan hati Yang tak pernah terlihat oleh ku sedari tadi Jiwa ini serasa mati Saat dia memandang diri ini Napas memburu tiada henti Saat dia berkata "selamat pagi" Mungkin.. Ini lah nama nya jatuh cinta Untuk pertama kali yang ku rasa kan Tidur tak lelap Makan tak kenyang Memikirkan gadis menawan hati Tuhan.. Izin kan aku bersama nya Tuk membuktikan aku setia Dan akan ku jaga hati nya Walau tidak untuk selama nya
Oleh Muhammad Ayub Qodri
Seperti baru terbuka mata ini Melihat indah nya dunia Menikmati ciptaan tuhan Beserta seisi nya Oh Tuhan Baru ku sadari Sesosok gadis cantik menawan hati Yang tak pernah terlihat oleh ku sedari tadi Jiwa ini serasa mati Saat dia memandang diri ini Napas memburu tiada henti Saat dia berkata "selamat pagi" Mungkin.. Ini lah nama nya jatuh cinta Untuk pertama kali yang ku rasa kan Tidur tak lelap Makan tak kenyang Memikirkan gadis menawan hati Tuhan.. Izin kan aku bersama nya Tuk membuktikan aku setia Dan akan ku jaga hati nya Walau tidak untuk selama nya
Thursday, 8 September 2016
Puisi Galau, JERITAN HATI YANG GUNDAH
JERITAN HATI YANG GUNDAH
Oleh Fatma DSR
Begitu pahit untukku telan
Begitu sakit untuk kutahan
Begitu pilu untuk kukenang..dan
Begitu miris hati yang terluka ini
Sulit bagiku,melupakan kisah itu...
Luka hatiku lara hidupku,nelangsa batinku....
Mengapa semua harus terjadi..
Kalau kutahu kau akan begini..
Takkan ku mencintaimu
Takkan ku menyayangimu
Takkan ku mengharapkannya...
Takkan...takkan...takkan...
Begitu sakit kau menohokku dengan segala perlakuan dan ucapanmu...
Bahkan tak sanggup lagi untuk kudengar hinaan dan cacian...
Tapiii....itu terus berulang dan berulang terus...
Sampai kapan kau akan begini...
Kasar, membentak, tak acuh bahkan tak perduli dengan keadaanku...
Namun aku tetap sabar menghadapimu karena rasa ini...
Ya karena rasa ini yang tak bisa hilang dan pergi.
Oleh Fatma DSR
Begitu pahit untukku telan
Begitu sakit untuk kutahan
Begitu pilu untuk kukenang..dan
Begitu miris hati yang terluka ini
Sulit bagiku,melupakan kisah itu...
Luka hatiku lara hidupku,nelangsa batinku....
Mengapa semua harus terjadi..
Kalau kutahu kau akan begini..
Takkan ku mencintaimu
Takkan ku menyayangimu
Takkan ku mengharapkannya...
Takkan...takkan...takkan...
Begitu sakit kau menohokku dengan segala perlakuan dan ucapanmu...
Bahkan tak sanggup lagi untuk kudengar hinaan dan cacian...
Tapiii....itu terus berulang dan berulang terus...
Sampai kapan kau akan begini...
Kasar, membentak, tak acuh bahkan tak perduli dengan keadaanku...
Namun aku tetap sabar menghadapimu karena rasa ini...
Ya karena rasa ini yang tak bisa hilang dan pergi.
Puisi Galau, BAHAGIA SESAAT
BAHAGIA SESAAT
Oleh Gatra Aksara
Banyak hikmah darimu
Yang ku dapat
Ku petik saat masih bersama
Yah !
Kebahagiaan sesaat
Banyak harapan terukir
Canda tawa berhamburan
Di antara kebersamaan
Dan pesan singkat
Maupun suara di ponsel
Tapi sekarang apa ?
Tak lagi melihat
Kepahitan semakin pekat
Dan mebuat fikiran gelisah
Ya sudahlah
Raih harapanmu tanpaku
Apapun mimpi-mimpimu
Bersama do'a
Aku selalu menyertainya
Walau tak lagi bertatap muka
Aku selalu berlapang dada
Bila cinta itu tak dapat di paksa
Apalagi terhalang restu orang tua
Endingnya pun sudah jelas berbeda
Setidaknya kita pernah membina rasa
Walau hanya sebentar
Walau hanya bahagia sesaat
Oleh Gatra Aksara
Banyak hikmah darimu
Yang ku dapat
Ku petik saat masih bersama
Yah !
Kebahagiaan sesaat
Banyak harapan terukir
Canda tawa berhamburan
Di antara kebersamaan
Dan pesan singkat
Maupun suara di ponsel
Tapi sekarang apa ?
Tak lagi melihat
Kepahitan semakin pekat
Dan mebuat fikiran gelisah
Ya sudahlah
Raih harapanmu tanpaku
Apapun mimpi-mimpimu
Bersama do'a
Aku selalu menyertainya
Walau tak lagi bertatap muka
Aku selalu berlapang dada
Bila cinta itu tak dapat di paksa
Apalagi terhalang restu orang tua
Endingnya pun sudah jelas berbeda
Setidaknya kita pernah membina rasa
Walau hanya sebentar
Walau hanya bahagia sesaat
Puisi Galau,KEHANGATAN MALAM MINGGU UNTUKKU SEORANG JONES
KEHANGATAN MALAM MINGGU UNTUKKU SEORANG JONES
Kehangatan Malam Minggu Untukku Seorang Jones
Di malam ini
Ketika bunga bunga
Berterbangan saling mekar
Ku hanya jadi seorang penonton.
Ketika kehangatan
Rindu mereka rasakan
Dan kasih sayang terpuaskan.
Juga ku rasakan
Lewat kehangatan
Seporsi mie rebus panas
Rindu ku lewatkan dengan bekerja
Sepi ku gemuruhkan lewat game ku mainkan
Kehangatan Malam Minggu Untukku Seorang Jones
Di malam ini
Ketika bunga bunga
Berterbangan saling mekar
Ku hanya jadi seorang penonton.
Ketika kehangatan
Rindu mereka rasakan
Dan kasih sayang terpuaskan.
Juga ku rasakan
Lewat kehangatan
Seporsi mie rebus panas
Rindu ku lewatkan dengan bekerja
Sepi ku gemuruhkan lewat game ku mainkan
Puisi Galau, ANGAN YANG NYATA
ANGAN YANG NYATA
Oleh Mita Lestari
Biarlah waktu yg menjawab
Kapankah semua ini kan berakhir?
Dalam diam
Kagum ini semakin menjadi jadi
Setiap ku tatap senyummu
Kebahagiaan serasa menyelimuti khalbu ini
Kau memang tak salah
Mungkin aku lah yg terlalu berharap
Berharap rasa sama yg kau miliki untukku
Benar benar ada dalam khalbu mu
Bukan antara peka atau tak peka
Namun ..
Biarlah diri ini
Tetap tanam rasa cinta dan kasih sayang
Dalam setiap intisari doa
Dalam setiap angan yg menerpa
Wajahmulah yg slalu muncul dalam lamunan jiw
Oleh Mita Lestari
Biarlah waktu yg menjawab
Kapankah semua ini kan berakhir?
Dalam diam
Kagum ini semakin menjadi jadi
Setiap ku tatap senyummu
Kebahagiaan serasa menyelimuti khalbu ini
Kau memang tak salah
Mungkin aku lah yg terlalu berharap
Berharap rasa sama yg kau miliki untukku
Benar benar ada dalam khalbu mu
Bukan antara peka atau tak peka
Namun ..
Biarlah diri ini
Tetap tanam rasa cinta dan kasih sayang
Dalam setiap intisari doa
Dalam setiap angan yg menerpa
Wajahmulah yg slalu muncul dalam lamunan jiw
Puisi Galau, HUTAN
HUTAN
Oleh Parjan Gibran
Sering singgah sedikit rasa
Menggebu tiada jeda
Bergumul gelap di layar mata
Di akhir bulan yang rawan
Melingkupi hati dan fikiran
Rusuh meluluh-lantakan keadaan
Berjalan semakin pusing
Ketika berlari semakin genting
Duduk sendiri tak bergeming
Tak ada penolong
Kedua tangan hanya bengong
Tetap saja hampa dan kosong
Kadang melamun
Terbang angan terayun
Tersesat jauh tanpa lantun
Coba memutar otak
Tak kunjung temukan solusi
Malah semakin terdesak
Dan stress di dapati
Tak perlu tanya
Rasa apa yang ku bawa
Kau pun pasti pernah merasakannya
KEMELUT DAFTAR HUTANG YANG BERJAYA
Oleh Parjan Gibran
Sering singgah sedikit rasa
Menggebu tiada jeda
Bergumul gelap di layar mata
Di akhir bulan yang rawan
Melingkupi hati dan fikiran
Rusuh meluluh-lantakan keadaan
Berjalan semakin pusing
Ketika berlari semakin genting
Duduk sendiri tak bergeming
Tak ada penolong
Kedua tangan hanya bengong
Tetap saja hampa dan kosong
Kadang melamun
Terbang angan terayun
Tersesat jauh tanpa lantun
Coba memutar otak
Tak kunjung temukan solusi
Malah semakin terdesak
Dan stress di dapati
Tak perlu tanya
Rasa apa yang ku bawa
Kau pun pasti pernah merasakannya
KEMELUT DAFTAR HUTANG YANG BERJAYA
Wednesday, 7 September 2016
Puisi Tentang Ibu, JERITAN HATI ANAK SEBATANG KARA
JERITAN HATI ANAK SEBATANG KARA
Oleh Marsyana Melati Sihombing
Oleh Marsyana Melati Sihombing
Walau jenih mata air itu ku tak mampu meminumnya
Walau indah bintang di langit takkan mampu ku meraihnya
Seperti gelombang yang tercampak ke tepi pantai,,,
Seperti daun kering jatuh tertiup angin,,
Demikianlah hidupku bunda,,tak ada satu pun yg memikirkan nasibku,,
Walau indah bintang di langit takkan mampu ku meraihnya
Seperti gelombang yang tercampak ke tepi pantai,,,
Seperti daun kering jatuh tertiup angin,,
Demikianlah hidupku bunda,,tak ada satu pun yg memikirkan nasibku,,
Betapa sakitnya bagianku ini oh ibu
Kepergianmu begitu cepat meninggalkanku sendiri,,,
Betapa perihnya hati ini ya ibu
Tak ada tangan yg menuntunku
Tak ada tangan yang menghapus air mataku
Tak ada tangan yang membelaiku,
Kepergianmu begitu cepat meninggalkanku sendiri,,,
Betapa perihnya hati ini ya ibu
Tak ada tangan yg menuntunku
Tak ada tangan yang menghapus air mataku
Tak ada tangan yang membelaiku,
Engkau begitu cepat pergi meninggalkanku
Saat ku berumur setengah tahun oh ibu
Aku tlah ditinggalkan ibu dan ayah
Perih, pilu dan derita kurasakan ibu
Disaat engkau tlah pergi ibu
Saat ku berumur setengah tahun oh ibu
Aku tlah ditinggalkan ibu dan ayah
Perih, pilu dan derita kurasakan ibu
Disaat engkau tlah pergi ibu
Bagiku anakmu yang pilu ini
Tak terhitung lagi derita dan tangis ini ibu
Kupeluk kuburanmu ibu
Kucium batu nisanmu dan ku bersihkan sekelilingnya
Hatiku hancur,,seperti bebatuan yang roboh
Tak terhitung lagi derita dan tangis ini ibu
Kupeluk kuburanmu ibu
Kucium batu nisanmu dan ku bersihkan sekelilingnya
Hatiku hancur,,seperti bebatuan yang roboh
Saat ku rindu ingin bertemu dengan ayah dan ibu
Ternyata sudah bahagia dalam peristirahatannya
Takkan terhitung deritaku ini ayah,,ibu
Saat kau tlah meninggalkanku,
Hanya satu keinginan di hatiku,,
Kelak aku bisa memeluk,dan meraihmu di sorga,,,,
Ibu,,ayah,,aku merindukanmu
Ternyata sudah bahagia dalam peristirahatannya
Takkan terhitung deritaku ini ayah,,ibu
Saat kau tlah meninggalkanku,
Hanya satu keinginan di hatiku,,
Kelak aku bisa memeluk,dan meraihmu di sorga,,,,
Ibu,,ayah,,aku merindukanmu
Tuesday, 6 September 2016
Puisi Tentang Sahabat
MEMORI DI PAGI YANG LALU
Oleh Fajar Sany
Masih ingat aku, bersamamu kawan, dalam mobil itu
Waktu itu, bertahun-tahun yang lalu
Saat mobil berjalan di atas jalan layang itu
Kita dapat melihat pemandangan yang luas
Merasakan betapa sejuknya udara
Menyaksikan mentari pagi yang menyinari semuanya
Kuning terang memantul di kaca setiap bangunan
Hijau bercahaya memancar dari pepohonan
Langit biru dengan awan-awan putih
Burung-burung berseliweran sambil bernyanyi
Dan segarnya tatapan orang-orang
Kamu berkata:
Tempat ini begitu indah,
Aku tidak akan meninggalkan tempat ini,
Aku mencintainya
Waktu pun berjalan
Hingga tibalah hari itu
Kamu mengingkari janjimu
Tapi aku tahu kamu tidak menginginkannya
Kamu pergi meninggalkan kami semua
Bukan sebentar saja
Tapi selamanya
Selamat jalan kawan
Semoga kamu tenang disana, di tempat barumu
Oleh Fajar Sany
Masih ingat aku, bersamamu kawan, dalam mobil itu
Waktu itu, bertahun-tahun yang lalu
Saat mobil berjalan di atas jalan layang itu
Kita dapat melihat pemandangan yang luas
Merasakan betapa sejuknya udara
Menyaksikan mentari pagi yang menyinari semuanya
Kuning terang memantul di kaca setiap bangunan
Hijau bercahaya memancar dari pepohonan
Langit biru dengan awan-awan putih
Burung-burung berseliweran sambil bernyanyi
Dan segarnya tatapan orang-orang
Kamu berkata:
Tempat ini begitu indah,
Aku tidak akan meninggalkan tempat ini,
Aku mencintainya
Waktu pun berjalan
Hingga tibalah hari itu
Kamu mengingkari janjimu
Tapi aku tahu kamu tidak menginginkannya
Kamu pergi meninggalkan kami semua
Bukan sebentar saja
Tapi selamanya
Selamat jalan kawan
Semoga kamu tenang disana, di tempat barumu
Puisi Untuk Ayah, SANG PAHLAWAN Nyata (AYAH)
SANG PAHLAWAN Nyata (AYAH)
Oleh Tarmizi izzy
Oleh Tarmizi izzy
Sedikit kasihku mungkin tak mampu menangkis celoteh hidupmu..
Sedikit kasihku mungkin tak mampu menelisik ruang canda tawamu.
Sedikit kasihku mungkin tak dapat menghapus cemas di benakmu.
Sedikit kasihku mungkin tak dapat mengganti segala ragu di wajahmu.
Kau tak seperti Dewa, namun mampu teguh dan tampak perkasa.
Kau tak seperti Arjuna, namun mampu memenjarakan Nestapa
Kau tak seperti raja, namun mampu menepis segala keluh kesah.
Kau tak seperti ksatria, namun tetap bijaksana.
Kutahu, rambut- rambut halus di kepalamu yang dulu hitam kini telah bercorak putih,
Kutahu, kulit mu yang dulu tampak kencang dan keras kini tak terlihat seperti biasanya.
Sedikit kasihku mungkin tak mampu menelisik ruang canda tawamu.
Sedikit kasihku mungkin tak dapat menghapus cemas di benakmu.
Sedikit kasihku mungkin tak dapat mengganti segala ragu di wajahmu.
Kau tak seperti Dewa, namun mampu teguh dan tampak perkasa.
Kau tak seperti Arjuna, namun mampu memenjarakan Nestapa
Kau tak seperti raja, namun mampu menepis segala keluh kesah.
Kau tak seperti ksatria, namun tetap bijaksana.
Kutahu, rambut- rambut halus di kepalamu yang dulu hitam kini telah bercorak putih,
Kutahu, kulit mu yang dulu tampak kencang dan keras kini tak terlihat seperti biasanya.
Ayah,~
Marah mu adalah cinta yang terbungkuskan kasih sayang,
Marah mu adalah Sayang yang terbungkuskan Ketulusan
Tamparan mu adalah Tamparan tentang kepedulian
Tamparan mu adalah seruan kebijaksanaan.
Marah mu adalah cinta yang terbungkuskan kasih sayang,
Marah mu adalah Sayang yang terbungkuskan Ketulusan
Tamparan mu adalah Tamparan tentang kepedulian
Tamparan mu adalah seruan kebijaksanaan.
Ayah,~
Engkau memang bukan dewa tapi engkau tetaplah sosok panutan
Engkau memang bukan raja tapi engkau tetaplah sosok pemimpin yang selalu jadi harapan
Engkau memang bukan ksatria tapi engkau tetaplah sosok yang selalu hadirkan kecerian
Engkau memang bukan arjuna tapi engkau tetaplah sosok yang selalu hadirkan kasih sayang.
Engkau memang bukan dewa tapi engkau tetaplah sosok panutan
Engkau memang bukan raja tapi engkau tetaplah sosok pemimpin yang selalu jadi harapan
Engkau memang bukan ksatria tapi engkau tetaplah sosok yang selalu hadirkan kecerian
Engkau memang bukan arjuna tapi engkau tetaplah sosok yang selalu hadirkan kasih sayang.
Ayah,~
Umurmu bukanlah alasan, tetaplah menawan
Umurmu bukanlah alasan, tetaplah jadi Sandaran
Keluh kesahmu bukanlah alasan, tetaplah jadi penyokong semangat kesuksesan
Ragu mu bukanlah alasan, tetaplah tersenyum dalam kebaikan
Lesuh mu bukanlah alasan, tetaplah tunjukkan semangat perjuangan
Sakitmu bukanlah alasan, tetaplah jadi sosok pahlawan ( Pahlawan dalam kisah kenyataan)~
Umurmu bukanlah alasan, tetaplah menawan
Umurmu bukanlah alasan, tetaplah jadi Sandaran
Keluh kesahmu bukanlah alasan, tetaplah jadi penyokong semangat kesuksesan
Ragu mu bukanlah alasan, tetaplah tersenyum dalam kebaikan
Lesuh mu bukanlah alasan, tetaplah tunjukkan semangat perjuangan
Sakitmu bukanlah alasan, tetaplah jadi sosok pahlawan ( Pahlawan dalam kisah kenyataan)~
Puisi Tentang Islam, PERJUANGAN DAKWAH
PERJUANGAN DAKWAH
Oleh Aldo Budi Santoso
Oleh Aldo Budi Santoso
Saat aku tersendat di jalan dakwah
Terasa berat mengemban amanah
Serasa pulang dari medan mu
Yang berjuang sampai berdarah - darah
Terasa berat mengemban amanah
Serasa pulang dari medan mu
Yang berjuang sampai berdarah - darah
Ku renungi dengan akal sehatku
Inikah jalan yang mereka rindu
Yang Rasulullah bilang mereka sahabatku
Inikah jalan yang mereka rindu
Yang Rasulullah bilang mereka sahabatku
Ku menatap luasnya langit
Berharap keluar dari dunia yang sempit
Dari dunia yang fana
Yang selalu tertimpa bencana
Berharap keluar dari dunia yang sempit
Dari dunia yang fana
Yang selalu tertimpa bencana
Mungkin inilah jalan yang harus kutempuh
Sebuah metafora jalan dakwah
Ku harus terus melakukanya tanpa keluh
Sampai ku berpijah di pelataran jannah
Sebuah metafora jalan dakwah
Ku harus terus melakukanya tanpa keluh
Sampai ku berpijah di pelataran jannah
Monday, 5 September 2016
Puisi Patah Hati, TERCIPTA LUKA
TERCIPTA LUKA
Oleh Ilham Setiawan
Sementara kita saling berbisik
Untuk lebih lama tinggal
Pada debu, cinta yang tinggal berupa
Bunga kertas dan lintasan angka-angka
Ketika kita saling berbisik
Di luar semakin sengit malam hari
Memadamkan bekas-bekas langkah kaki, menyekap sisa-sisa unggun api
Untuk lebih lama tinggal
Pada debu, cinta yang tinggal berupa
Bunga kertas dan lintasan angka-angka
Ketika kita saling berbisik
Di luar semakin sengit malam hari
Memadamkan bekas-bekas langkah kaki, menyekap sisa-sisa unggun api
Sebelum fajar,ada yang masih bersikeras abadi.
Selamat malam purnama berkabut
Seulas kata tersenyum menyapamu
Membingkai detik waktu yang saling bersahutan
Siapa yang masih sibuk berdetak di bilik waktu?
Siapa aku?
Barisan syair tak terhitung
Selamat malam purnama berkabut
Seulas kata tersenyum menyapamu
Membingkai detik waktu yang saling bersahutan
Siapa yang masih sibuk berdetak di bilik waktu?
Siapa aku?
Barisan syair tak terhitung
Atau...
Sakit peluh tercacat sedikit kebahagiaan
Cinta, berapa lama kau berkelana?
Berapa purnama sudah kau lewatkan tanpaku?
Berapa kali aku menghujam langit
Tapi kau diam tetap bercahaya serinai bias bintang di angkasa
Kau bagai lukisan tuhan di langit senja
Tak cacat oleh seutas kabutpun
Tetapi hujan masih rintik berbaris di langit malam
Mengambang di bumi
Bergelanyut mencium unjung daun cemara
Sakit peluh tercacat sedikit kebahagiaan
Cinta, berapa lama kau berkelana?
Berapa purnama sudah kau lewatkan tanpaku?
Berapa kali aku menghujam langit
Tapi kau diam tetap bercahaya serinai bias bintang di angkasa
Kau bagai lukisan tuhan di langit senja
Tak cacat oleh seutas kabutpun
Tetapi hujan masih rintik berbaris di langit malam
Mengambang di bumi
Bergelanyut mencium unjung daun cemara
Lagi...
Mimpiku tak tercipta malam ini
Tak jua malam-malam menyayat berikutnya atau lalu pula
Dan semoga Takdir Tuhan mengiringi insan ini
Tuhan yang lebih dekat dari sukmaku sendiri
Selamat tinggal cinta....
Mimpiku tak tercipta malam ini
Tak jua malam-malam menyayat berikutnya atau lalu pula
Dan semoga Takdir Tuhan mengiringi insan ini
Tuhan yang lebih dekat dari sukmaku sendiri
Selamat tinggal cinta....
Puisi Untuk Ayah, RINTIHAN UNTUK SEKEPING KELOPAK
RINTIHAN UNTUK SEKEPING KELOPAK
Oleh A.A.P
Oleh A.A.P
Kumenatap sebatang bunga yang mulai rusak.
Satu persatu kelopak mulai luluh berjatuhan.
Meninggalkan semua dengan kehampaan.
Sayup - sayup seyummu mulai merekah.
Bersama satu kelopak yang masih bertahan.
perlahan bayangmupun datang.
Bersama kenangan yang masih terngiang.
kusatuka tangan....
memohon pada sekeping kelopak...
Semoga kau datang mengisi kekosongan ruang ini.
Perlahan......
Kumemelas memutar memori.
Perlahan penyesalan itu datang.
Mencoba menusuk menembus nadi.
Sayup - sayup ku mendengar suara.
Bersama hembusan angin yang ada.
Dan kini mulutkupun terkunci.
Hatiku menjerit mengakhiri....
Mencoba bersahabat dengan waktu.
Mencoba melunturkan kerak kesunyian.
Tak terasa,cairan bening lambang sakitpun meluncur...
meluncur membelai pipi....
Kini dengarkan aku....
Wahai sekeping kelopak harapanku...
Satu persatu kelopak mulai luluh berjatuhan.
Meninggalkan semua dengan kehampaan.
Sayup - sayup seyummu mulai merekah.
Bersama satu kelopak yang masih bertahan.
perlahan bayangmupun datang.
Bersama kenangan yang masih terngiang.
kusatuka tangan....
memohon pada sekeping kelopak...
Semoga kau datang mengisi kekosongan ruang ini.
Perlahan......
Kumemelas memutar memori.
Perlahan penyesalan itu datang.
Mencoba menusuk menembus nadi.
Sayup - sayup ku mendengar suara.
Bersama hembusan angin yang ada.
Dan kini mulutkupun terkunci.
Hatiku menjerit mengakhiri....
Mencoba bersahabat dengan waktu.
Mencoba melunturkan kerak kesunyian.
Tak terasa,cairan bening lambang sakitpun meluncur...
meluncur membelai pipi....
Kini dengarkan aku....
Wahai sekeping kelopak harapanku...
Puisi Tentang Islam, PENJARA SUCI
PENJARA SUCI
Nur Khoridah
Nur Khoridah
Ruang suci dalam sentuhan Illahi
Batasan adalah keindahan di sana
Nasehat adalah permata di sana
Kebaikan adalah kerinduan di sana
Keimanan adalah tujuan di sana
Batasan adalah keindahan di sana
Nasehat adalah permata di sana
Kebaikan adalah kerinduan di sana
Keimanan adalah tujuan di sana
Penjara suci,
Kemurnianmu meretakan kebebasanku
Laksana tembok yang melindungiku
Menjagaku dari sentuhan kekejaman zaman
Menjagaku dari cakaran-cakaran pergaulan
Kau tempat tawanan hamba- hamba pilihan illahi Robbi
Kemurnianmu meretakan kebebasanku
Laksana tembok yang melindungiku
Menjagaku dari sentuhan kekejaman zaman
Menjagaku dari cakaran-cakaran pergaulan
Kau tempat tawanan hamba- hamba pilihan illahi Robbi
Penjara suci,
Kau perantara kasih illahi
Tak pernah pudar warna kebaikan pelangi ilmu mu
Kau ubah kami dari ketidaktahuan menjadi hamba berilmu
Kau ubah kami dari kerasnya hati menjadi hamba yang bernurani
Kau angkat kami dari gelapnya kebodohan, menuju terangnya pengetahuan
Kau tenangkan hati kami dari kericuhan dunia luar
Kau perantara kasih illahi
Tak pernah pudar warna kebaikan pelangi ilmu mu
Kau ubah kami dari ketidaktahuan menjadi hamba berilmu
Kau ubah kami dari kerasnya hati menjadi hamba yang bernurani
Kau angkat kami dari gelapnya kebodohan, menuju terangnya pengetahuan
Kau tenangkan hati kami dari kericuhan dunia luar
Penjara suci,
Jadilah tempat penghapus kebodohan kami
Tetaplah menjadi tempat penyegar ilmu- ilmu islami
Siramilah generasi islami dengan ahlak terpuji.
Jadilah tempat penghapus kebodohan kami
Tetaplah menjadi tempat penyegar ilmu- ilmu islami
Siramilah generasi islami dengan ahlak terpuji.
Puisi Tentang Kesedihan, SURAT UNTUK HAWA
SURAT UNTUK HAWA
Oleh Frizda Eza Pahlevi
Oleh Frizda Eza Pahlevi
Hari ini tepat 6 tahun aku mengenalmu.
Dari masa itu sampai masa sekarang..
Kau jelas tampak berbeda jauh..
Beribu kata dan curahan terdengar jelas sayup di telinga.
Aku pun begitu menikmati setiap eja'an kata darimu..
Tentang yang serius sampai kadang menjadi bahan untuk becanda.
Angan dan cita mu begitu besar dan mulia..
Sampai aku kadang berfikir bagaimana aku bisa ada sejajar disamping mu.
Dari masa itu sampai masa sekarang..
Kau jelas tampak berbeda jauh..
Beribu kata dan curahan terdengar jelas sayup di telinga.
Aku pun begitu menikmati setiap eja'an kata darimu..
Tentang yang serius sampai kadang menjadi bahan untuk becanda.
Angan dan cita mu begitu besar dan mulia..
Sampai aku kadang berfikir bagaimana aku bisa ada sejajar disamping mu.
Gadisku...?
Berlarilah terus kedepan, kejar dan gapailah semua yang ada di benak mu.
Jangan pernah kau tengok aku yang ada dibelakang mu..
Jangan pernah kau coba kembali kebelakang .
Tataplah yang ada di depan mu.
Aku hanya bisa selipkan doa ku di hati mu.
Terus berlarilah gadisku..
Dan jika nanti di depan sana ada laki-laki yang menurut mu jauh lebih baik dariku bersandinglah dengannya jika kau benar mengharapnya.
Aku ikhlas gadisku..
Aku ikhlas bukan aku tak sayang, tapi aku harus tau kebahagiaan mu jauh lebih harus dari kebahagiaan ku.
Untuk senyum dan bahagiamu kelak nanti.
Berlarilah terus kedepan, kejar dan gapailah semua yang ada di benak mu.
Jangan pernah kau tengok aku yang ada dibelakang mu..
Jangan pernah kau coba kembali kebelakang .
Tataplah yang ada di depan mu.
Aku hanya bisa selipkan doa ku di hati mu.
Terus berlarilah gadisku..
Dan jika nanti di depan sana ada laki-laki yang menurut mu jauh lebih baik dariku bersandinglah dengannya jika kau benar mengharapnya.
Aku ikhlas gadisku..
Aku ikhlas bukan aku tak sayang, tapi aku harus tau kebahagiaan mu jauh lebih harus dari kebahagiaan ku.
Untuk senyum dan bahagiamu kelak nanti.
Jangan sungkan..!
Jangan tengok aku jika di depan ada bahagia yang lebih dari yang ku berikan.
Aku akan tersenyum jika kau lebih tersenyum...
Kini kau telah berada jauh di depan ku.
Sampai kadang aku melamun..
Apakah jika aku ikut berlari kau masih mengenali ku..?
Mungkin tidak, dan akupun yakin itu tidak.
Jika benar kau akan bersanding dengan laki-laki yang kau suka itu.
Jangan pernah kau coba untuk membelakanginya..
Jangan tengok aku jika di depan ada bahagia yang lebih dari yang ku berikan.
Aku akan tersenyum jika kau lebih tersenyum...
Kini kau telah berada jauh di depan ku.
Sampai kadang aku melamun..
Apakah jika aku ikut berlari kau masih mengenali ku..?
Mungkin tidak, dan akupun yakin itu tidak.
Jika benar kau akan bersanding dengan laki-laki yang kau suka itu.
Jangan pernah kau coba untuk membelakanginya..
Ingat..!
Laki-laki mu adalah imam mu, dan imam mu adalah penuntun dunia dan akherat mu.
Beradalah di sampingnya,.
Jangan pernah coba suaramu lebih keras dari suara imam mu..
Jangan pernah sikap mu lebih keras dari sikapnya.
Jangan pernah coba mengimami imam mu.
Teruslah bersifat halus dan layanilah imam mu dengan penuh cinta dan kasih.
Maka surga yang akan menjamin mu.
Karna hanya dia pintu surga yang dapat kau masuki setlah kau lepas dari orang tua mu.
Laki-laki mu adalah imam mu, dan imam mu adalah penuntun dunia dan akherat mu.
Beradalah di sampingnya,.
Jangan pernah coba suaramu lebih keras dari suara imam mu..
Jangan pernah sikap mu lebih keras dari sikapnya.
Jangan pernah coba mengimami imam mu.
Teruslah bersifat halus dan layanilah imam mu dengan penuh cinta dan kasih.
Maka surga yang akan menjamin mu.
Karna hanya dia pintu surga yang dapat kau masuki setlah kau lepas dari orang tua mu.
Masih ingatkan...?
Dulu aku pernah berbisik padamu.
"Jika nanti aku jadi imam mu berarti surgamu ada di ridho ku wahai hawa ku"
Sekarang pun masih sama walau aku bukan yang bersanding dengan mu.
Teruslah dan syukurilah nikmat mu hari ini wahai gadisku.
Dan percayakan bahwa imam mu adlah laki-laki yang bertanggung jawab.
Dulu aku pernah berbisik padamu.
"Jika nanti aku jadi imam mu berarti surgamu ada di ridho ku wahai hawa ku"
Sekarang pun masih sama walau aku bukan yang bersanding dengan mu.
Teruslah dan syukurilah nikmat mu hari ini wahai gadisku.
Dan percayakan bahwa imam mu adlah laki-laki yang bertanggung jawab.
Jangan pernah sesali dengan pilihan mu..
Aku yakin cinta mu lebih kepadanya dari cinta mu yang pernah ada untuk ku.
Aku simpan begitu rapat cerita yang pernah ada..
Dan aku semakin tau tentang apa itu memiliki dan apa itu kehilangan.
Dan satu pinta ku saja.
Doakan pula aku agar bersanding dengan gadis yang tak kalah berbakti seperti mu.
Tak kalah sayang pada imamnya.
Agar kita sama" bertemu di surga nanti.
Aku yakin cinta mu lebih kepadanya dari cinta mu yang pernah ada untuk ku.
Aku simpan begitu rapat cerita yang pernah ada..
Dan aku semakin tau tentang apa itu memiliki dan apa itu kehilangan.
Dan satu pinta ku saja.
Doakan pula aku agar bersanding dengan gadis yang tak kalah berbakti seperti mu.
Tak kalah sayang pada imamnya.
Agar kita sama" bertemu di surga nanti.
Walaupun kau bukan hawa ku, dan aku bukan Adam mu.
Aku yakin cinta yang dalam takan pernah hilang walau tak jodoh.
Dan aku percaya cinta memang tak harus memiliki.
Tapi cinta akan bahagia jika dia yang di cintai bahagia.
Surat ku untuk mu wahai hawa yang tak bersanding di rusuk ku.
Lengkapilah dengan cinta rusuk yang sudah menjadi takdir mu.
Aku pun akan begitu, akan melengkapi dengan cinta rusuk yang menjadi takdir ku.
Aku yakin cinta yang dalam takan pernah hilang walau tak jodoh.
Dan aku percaya cinta memang tak harus memiliki.
Tapi cinta akan bahagia jika dia yang di cintai bahagia.
Surat ku untuk mu wahai hawa yang tak bersanding di rusuk ku.
Lengkapilah dengan cinta rusuk yang sudah menjadi takdir mu.
Aku pun akan begitu, akan melengkapi dengan cinta rusuk yang menjadi takdir ku.
Terimakasih untuk untaian cinta yang pernah ada.
Bahagialah dengan laki-laki mu.
Maka aku pun akan mencoba bahagia dengan hawa ku.
Teruntuk wahai Hawa.
Bahagialah dengan laki-laki mu.
Maka aku pun akan mencoba bahagia dengan hawa ku.
Teruntuk wahai Hawa.
Sunday, 4 September 2016
Puisi Untuk Ayah, KETIKA AYAH TERJATUH
KETIKA AYAH TERJATUH
Oleh Evi Nurfitriani Soeherman
Oleh Evi Nurfitriani Soeherman
Benteng pelindung pendengar keluh
Tertiup angin dia rubuh dan terjatuh
Selemah itu dia mengeluh
Tertiup angin dia rubuh dan terjatuh
Selemah itu dia mengeluh
Benteng di maki dan di caci
Dihujat pendosa yang murka
Aku seperti tunas dari bentengku
Berdinding kelam dan kedinginan
Entah hanya aku, atau mereka tunas yang lain
Dihujat pendosa yang murka
Aku seperti tunas dari bentengku
Berdinding kelam dan kedinginan
Entah hanya aku, atau mereka tunas yang lain
Ya bentengku, benteng kami tak kuat
Bentengku menopang fondasi menahan retak
Dia luka tapi tak berkata
Dia luka tapi tetap berkuping
Dia luka tapi bertahan dalam cuaca
Bentengku menopang fondasi menahan retak
Dia luka tapi tak berkata
Dia luka tapi tetap berkuping
Dia luka tapi bertahan dalam cuaca
Bentengku, ayahku
Benteng rubuh, ayah terjatuh.
Benteng rubuh, ayah terjatuh.
Puisi Untuk Ayah, PAHLAWANKU AYAH
PAHLAWANKU AYAH
Oleh Imelda Tri Adhari
Oleh Imelda Tri Adhari
Ayah engkau lah pria yang selama ini berjuang untuk ku
Ayah yang selalu mengorbankan apa pun demi aku
Walau pun aku masih belum bisa membalas jasa jasa mu itu
Jika saja waktu bisa ku hentikan
Maka aku ingin lebih lama di dekat mu
Ayah yang selalu mengorbankan apa pun demi aku
Walau pun aku masih belum bisa membalas jasa jasa mu itu
Jika saja waktu bisa ku hentikan
Maka aku ingin lebih lama di dekat mu
Sambil menikmati deburan ombak pantai
Bernyanyi dan bersuka cita bersama mu ayah
Tapi mungkinkah saat saat itu tetap bisa ku nikmati bersama mu
Mungkinkah nanti engkau bisa melihat ku tumbuh dewasa
Bernyanyi dan bersuka cita bersama mu ayah
Tapi mungkinkah saat saat itu tetap bisa ku nikmati bersama mu
Mungkinkah nanti engkau bisa melihat ku tumbuh dewasa
Ayah mengapa kau korbankan waktu mu
Hanya demi aku
Aku yg selalu menyusahkan mu
Ayah mengapa kau selalu ada waktu untuk diri ku
Tapi kau selalu tidak ada waktu akan dirimu sendiri
Mengapa kau selalu khawatir akan diri ku dan kesehatan ku
Tapi kau tidak pernah memperdulikan kesehatan mu sendiri
Hanya demi aku
Aku yg selalu menyusahkan mu
Ayah mengapa kau selalu ada waktu untuk diri ku
Tapi kau selalu tidak ada waktu akan dirimu sendiri
Mengapa kau selalu khawatir akan diri ku dan kesehatan ku
Tapi kau tidak pernah memperdulikan kesehatan mu sendiri
Ayah maaf kan aku karena aku selalu menyusahkan mu di usia tua mu saat ini
Ayah maaf kan aku
karena aku selalu acuh dengan mu
Dan selalu membantah perintah mu
Ayah maaf kan aku
karena aku selalu acuh dengan mu
Dan selalu membantah perintah mu
Andai kau tau ayah
Di balik sikap ku ini
Tersimpan rasa sayang ku kepada mu
Ku sebut namamu dalam setiap doa
Di balik sikap ku ini
Tersimpan rasa sayang ku kepada mu
Ku sebut namamu dalam setiap doa
Terimakasih ayah karena kau telah merawat ku,menjaga ku
Dan telah mengorbankan segala galanya untuk ku
Tanpa mengharapkan balasan
Dan telah mengorbankan segala galanya untuk ku
Tanpa mengharapkan balasan
No Urut: 2759
Tanggal: 11/09/2016 15:25:22
Tanggal: 11/09/2016 15:25:22
Puisi Tentang Islam, HANYA SEBUAH RAGA
ASALAMUALLAIKUM TULANG RUSUK KU
Oleh Frizda Eza Pahlevi
Oleh Frizda Eza Pahlevi
Ketika takdir menetapkan laki-laki dan perempuan untuk bersanding..
Tak ada yang dpat mengelak darinya..
Setiap insan pasti punyai rasa ingin memiliki..
Tak terpungkiri juga dengan diri ini.
Tak ada yang dpat mengelak darinya..
Setiap insan pasti punyai rasa ingin memiliki..
Tak terpungkiri juga dengan diri ini.
Begitu banyak ciptaannya yang begitu menawan..
Begitu Anggun dan begitu rupawan.
Dari yang cantik, Manis, imut, bahkan sampai yang Sexy.
Dari yang berkerudung, berponi, berwarna rambutnya hingga yang berkuncir.
Begitu Anggun dan begitu rupawan.
Dari yang cantik, Manis, imut, bahkan sampai yang Sexy.
Dari yang berkerudung, berponi, berwarna rambutnya hingga yang berkuncir.
Rasanya tertegun melihat semua keindahan yang selalu tampak di depan mata.
Terkesima dengan indahnya ciptaannya yang tergaris sempurna di bumi.
SubhanAllah begitu besar kuasa Mu..
Hingga Aku tak mampu berkedip ketika melihat hawa yang kau ciptakaan tampak nyata.
Terkesima dengan indahnya ciptaannya yang tergaris sempurna di bumi.
SubhanAllah begitu besar kuasa Mu..
Hingga Aku tak mampu berkedip ketika melihat hawa yang kau ciptakaan tampak nyata.
Rasanya aku sering tak percaya dengan keajaiban ini.
Tapi aku juga percaya bahwa semua akan memiliki pasangan dengan seadil-adilnya.
Kau telah janjikan bila yang baik akan bersanding dengan yang baik.
Bagaimana dengan Aku..?
Tapi aku juga percaya bahwa semua akan memiliki pasangan dengan seadil-adilnya.
Kau telah janjikan bila yang baik akan bersanding dengan yang baik.
Bagaimana dengan Aku..?
Ijinkan aku sapa calon bidadari dunia dan Akherat ku dengan Salam.
ASALAMUALLAIKUM yaa calon ibu dari anak ku kelak.
ASALAMUALLAIKUM yaa tulang rusuk ku.
ASALAMUALLAIKUM yaa hawa ku.
ASALAMUALLAIKUM yaa calon ibu dari anak ku kelak.
ASALAMUALLAIKUM yaa tulang rusuk ku.
ASALAMUALLAIKUM yaa hawa ku.
Semoga engkau senantiasa dalam lindungannya juga kasihnya.
Aku tak berharap banyak dari mu yaa Calon makmum ku.
Karna aku pun sadar betul aku bukan orang baik.
Aku bukan yang sempurna..
Aku tak berharap banyak dari mu yaa Calon makmum ku.
Karna aku pun sadar betul aku bukan orang baik.
Aku bukan yang sempurna..
Tapi jika kau ijinkan yaa Calon makmum ku.
Biarkan aku belajar baik dahulu sebelum kau di pertemukan dengan ku.
Agar aku bisa membimbing mu dengan jalan yang benar.
Agar aku bisa janjikan bukan hanya kebahagiaan Dunia saja.
Biarkan aku belajar baik dahulu sebelum kau di pertemukan dengan ku.
Agar aku bisa membimbing mu dengan jalan yang benar.
Agar aku bisa janjikan bukan hanya kebahagiaan Dunia saja.
Agar aku bisa lengkapi pula kebahagian dunia dan Akherat mu.
Agar aku bisa berdiri dengan tenang ketika satu saaf di depan mu.
Agar aku menjadi calon Ayah yang baik buat anak mu kelak.
Agar Ayah mu tenang melepas mu untuk ku.
Agar aku bisa berdiri dengan tenang ketika satu saaf di depan mu.
Agar aku menjadi calon Ayah yang baik buat anak mu kelak.
Agar Ayah mu tenang melepas mu untuk ku.
Agar Allah meridohi jalan kita.
Agar aku bisa menjadi kepala rumah tangga yang baik, jujur dan beragama.
Jika waktu telah berpihak jangan cari aku yaa Tulang rusuk ku.
Biarkanlah aku yang berusaha mencari mu..
Agar aku bisa menjadi kepala rumah tangga yang baik, jujur dan beragama.
Jika waktu telah berpihak jangan cari aku yaa Tulang rusuk ku.
Biarkanlah aku yang berusaha mencari mu..
Berjuang menemukan mu.
Karna kau adalah untuk di perjuangkan bukan kau yang berjuang.
Jika memang belum saatnya, biarkanlah doa ku yang sampaikan lewat hatimu.
Biarkan waktu dan jalan Allah yang mempertemukan.
Karna kau adalah untuk di perjuangkan bukan kau yang berjuang.
Jika memang belum saatnya, biarkanlah doa ku yang sampaikan lewat hatimu.
Biarkan waktu dan jalan Allah yang mempertemukan.
Jika Allah ijinkan rasanya aku ingin melihat betapa cantiknya dan menawannya dirimu..
Hadirkan lah ya Allah dalam mimpi ku walau sebentar.
Agar aku benar-benar yakin bisa menjadi imam yang baik dunia dan akheratnya.
Ya Allah.
Hadirkan lah ya Allah dalam mimpi ku walau sebentar.
Agar aku benar-benar yakin bisa menjadi imam yang baik dunia dan akheratnya.
Ya Allah.
Tetapkanlah hati ini pada satu pilihan mu.
Jangan biarkan hati ini mencoba berpaling dari pilihanmu.
Jangan biarkan mata ini untuk melihat yang lain dari pilihan mu.
Jangan biarkan telinga ini untuk mendengar cerita tentang wanita yang lain selain dari Mu..
Jangan biarkan mulut ini bercerita tentang wanita lain selain dari mu.
Tetapkanlah hati dan jiwa ku untuk tetap menanti satu pilihan dan jawaban dari Mu ya Allah.
Jangan biarkan hati ini mencoba berpaling dari pilihanmu.
Jangan biarkan mata ini untuk melihat yang lain dari pilihan mu.
Jangan biarkan telinga ini untuk mendengar cerita tentang wanita yang lain selain dari Mu..
Jangan biarkan mulut ini bercerita tentang wanita lain selain dari mu.
Tetapkanlah hati dan jiwa ku untuk tetap menanti satu pilihan dan jawaban dari Mu ya Allah.
Aku akan tetap berusaha menunggu.
Aku akan tetap berusaha ikhtiar..
Aku akan tetap berusaha ikhlas.
Sampai kau pertemukan aku dengan Hawa pilihan Mu ya Tuhan ku.
Aku yakin semua akan indah.
Semua akan berujung..
Aku akan tetap berusaha ikhtiar..
Aku akan tetap berusaha ikhlas.
Sampai kau pertemukan aku dengan Hawa pilihan Mu ya Tuhan ku.
Aku yakin semua akan indah.
Semua akan berujung..
Ya Hawa ku ini pesan ku..
Jadilah wanita yang punya tonggak Agama.
Jadilah wanita yang punya bekal Agama.
Jadilah wanita yang selalu menutup dirinya untuk dunia.
Jadilah wanita seperti ibu mu.
Jadillah wanita yang takut ketika meninggalkan kewajiban mu.
Aku tunggu diri mu yaa Tulang rusuk ku.
Aku nantikan diri mu yaa Tulang rusuk ku.
Asalamuallaikum untuk mu wahai Tulang rusuk ku yang masih dirahasikan Allah.
Jadilah wanita yang punya tonggak Agama.
Jadilah wanita yang punya bekal Agama.
Jadilah wanita yang selalu menutup dirinya untuk dunia.
Jadilah wanita seperti ibu mu.
Jadillah wanita yang takut ketika meninggalkan kewajiban mu.
Aku tunggu diri mu yaa Tulang rusuk ku.
Aku nantikan diri mu yaa Tulang rusuk ku.
Asalamuallaikum untuk mu wahai Tulang rusuk ku yang masih dirahasikan Allah.
Puisi Patah Hati, AKU DAN RAHASIA
AKU DAN RAHASIA
Oleh Ilham Setiawan
Oleh Ilham Setiawan
Tercipta,
Kawan dari dimensi kini dan lalu
Cerita viral sejak hidup mengenal kata cinta
Dia bak pecahan kaca
Yang menciptakan pola-rupa
Dari wajah-wajah penikmat senja
Bahwa, akulah rupa warna
Yang tak nampak namun ada
Seperti hasrat
Menggebu di pancaran mata yang teduh
Bisakah kau ciptakan-ini
Kawan dari dimensi kini dan lalu
Cerita viral sejak hidup mengenal kata cinta
Dia bak pecahan kaca
Yang menciptakan pola-rupa
Dari wajah-wajah penikmat senja
Bahwa, akulah rupa warna
Yang tak nampak namun ada
Seperti hasrat
Menggebu di pancaran mata yang teduh
Bisakah kau ciptakan-ini
Cinta ku,
Setenang malam yang berselimut embun
Bersemi ria di keheningan malam
Walau tanpa cahya,ia
Berhembus
Terbawa angin
Setenang malam yang berselimut embun
Bersemi ria di keheningan malam
Walau tanpa cahya,ia
Berhembus
Terbawa angin
Menyelinap di sela kisi hidupmu
Himne ku,
Meresap rapih
Berdesis penuh irama
Beserta sajak yang mengiringi
Dia, menciptakan harmoni pengisi tabiran rasa
Himne ku,
Meresap rapih
Berdesis penuh irama
Beserta sajak yang mengiringi
Dia, menciptakan harmoni pengisi tabiran rasa
Rasa ku,
Diam dan luas
Terpaku bak lawang sewu
Tapi tetap hidup sepanjang zaman
Tertimbun bak mineral
Tapi berharga di lintas masa
Diam dan luas
Terpaku bak lawang sewu
Tapi tetap hidup sepanjang zaman
Tertimbun bak mineral
Tapi berharga di lintas masa
Datanglah, kau
Tanpa suara yang mengusik
Agar, supaya benar tercipta cinta itu
Untuk Kita rengkuh manisnya
Dari cerita yang senandungnya luka, dan
Perih menjadi saksi
Bahwa cinta tak pernah datang sewajarnya
Tanpa suara yang mengusik
Agar, supaya benar tercipta cinta itu
Untuk Kita rengkuh manisnya
Dari cerita yang senandungnya luka, dan
Perih menjadi saksi
Bahwa cinta tak pernah datang sewajarnya
Selalu abstrak untuk di mengerti
Namun, hakekat terciptanya pelangi adalah bentangan warna
Berkilau, lembut, selaras, indah
Menjadi satu dalam ikatan kata cinta.
Namun, hakekat terciptanya pelangi adalah bentangan warna
Berkilau, lembut, selaras, indah
Menjadi satu dalam ikatan kata cinta.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Terpanjat do'a tuk seorang insan Tiada lain kau yang ku dambakan Besar angan dan harapan Allah cipta kita tuk disatukan . Seb...
-
Gadis Berkerudung Itu Oleh Rizki Hadid Cukup lama ilalang ini menjadi alas dudukku. Hingga di seberkas sore yang syahdu, gadis berkerudung ...
-
">Places in Pekalongan - Pekalongan regency is one tourist destination in Central Java is located in a row of the north coast o...
-
Cinta Dalam Dzikirku Oleh Nurlina Aim Dibalik cadarku Bibirku melantunkan syair dzikir untukmu Berpasrah pada sang khalik akan takdir hid...