Saturday, 17 September 2016

Puisi Tentang IBU

IBUKU SAYANG
Oleh Rocky Malik Rafimanna

Ibuku sayang...
Yang selalu mengertiku
Walau ku jauh darimu
Engkau dapat merasakanku
Meski aku sangat tertutup
Dengan mudahnya engkau,
Menebak semua isi hatiku

Ibuku sayang...
Engkau bagaikan malaikat
Yang dapat menjelajahi waktu
Hanya untuk membimbingku
Di setiap kata-kata,
Yang engkau ucapkan
Selalu hadir dalam kehidupanku

Friday, 16 September 2016

Puisi Jatuh Cinta, Hati Yang Salah

Hati yang Salah
Oleh Filla Feranti

Setelah lama ku terdiam
Kini suara hati mulai menyeruak kedalam keheningan
Satu persatu suasana beku itu mulai mencair
Ada isyarat yang harus disampaikan
Tak pernah terbaca
Karena terlalu jauh tenggelam di lautan hati
Tak mungkin lagi
Untuk menunggunya sampai mengerti
Dan kini harus ku akhiri
Aku terlalu egois
Menginginkan pengertian saat
Ku tak mampu mengerti orang lain
Tahukan engkau?
Detak jantung ini seakan berhenti
Darah ini tak ingin mengalir
Dan otak ku membeku
Saat kehadiranmu 
Lalu kutanyai pagi
Apakah ini?
Pagi terdiam melemparkan jawaban kepada siang
Siang menggeleng menatap malam
Malam tergumam dan tak berdesis
Hingga akhirnya ku tanyai hati
Wahai hatiku apa yang engkau rasakan?
Apakah ada yang salah dengan mu?
Kesalahanku telah jatuh cinta padanya
Jawabnya sendu
Andai aku tahu
Betapa menyesalnya ia telah mencintainya
Mungkin aku tak akan tega menyakitinya
Memaksanya melupakan dia
Meski dengan seluruh tenaganya
Tak kan mampu ia lakukan
Oh, hatiku yang malang
Haruskan kau tersiksa
Tercabik perasaanmu
Aku tak mengerti kamu
Tapi ketahuilah kamu tidaklah salah
Cinta itu adalah anugerah
Ku balut luka itu
Kubasuh dengan airmata
Kujahit dengan sisa tenaga yang tersiksa
Menyatukannya kembali agar kekuatannya
Tiada pergi...
Kembali menunggu tambatan hati

Thursday, 15 September 2016

Puisi Jatuh Cinta, Sebuah Aliran Hati

Sebuah Aliran Hati
Oleh Noviana Kusumawati

Sebuah Aliran Hati

Dirimu…
Rasa itu hadir semenjak diriku mengenalmu
Setiap detik yang mengalir aku mengenangmu
Rindu yang terpatri indah terlukis bias di hatiku

Cinta…
Acap kali ku tersenyum bila melirik kata itu
Mencoba mencernanya dalam setiap langkahku
Tapi entahlah, begitu sulit untuk diterjemahkan

Dua hal yang selalu menghantuiku
Dirimu menghilang
Atau aku terlalu berharap lebih padamu

Tapi biarlah semua mengalir dengan indahnya
Bagaikan anak sungai jernih yang mengalir pasti
Terpesonaku dalam setiap rangkaiannya
Dan kucoba tuk menikmati
Sebuah aliran hati
Hingga waktu mempertegas semua

Tuesday, 13 September 2016

Puisi Jatuh Cinta, Dia

DIA
Oleh DeaLova

Aku memeluk manja sebuah potret wajah
Yang hanya bla memandangnya saja....
Aku bisa Terpesona

Aku mengadu pada sebuah cermin yang melihat
Pipiku memerah..
Dan dengan cepat bibirku berucap bahwa
Aku telah JATUH CINTA

Aku terpaku,terdiam seribu pertanya'an
Sosok dia benar-benar tak kusangka ada
Yang bisa meluluh lantahkan rasa keputus asa'an
Yang hadir meracuni hidupku

Oh... Tuhan...benarkah dia jawaban dari semua do'aku
Engau ciptakan rasa ini tumbuh dan berkembang
menjadi sebuah rasa yang apabila jauh nafasku
Terasa sesak karena merindunya
Dan aku merasa sendirian walau banyak orang disekitarku

Hanya bila bersamanya rasa ingin hidup 1000 thn lamanya
Menjadi halal baginya itu do'a yan selalu aku tuturkan
karena hanya kepadamu hati ini memohon segala kebaikan

Monday, 12 September 2016

Puisi Jatuh Cinta, Cinta Dalam Dzikirku

Cinta Dalam Dzikirku Oleh Nurlina Aim
Dibalik cadarku Bibirku melantunkan syair dzikir untukmu Berpasrah pada sang khalik akan takdir hidupku pasrah akan garis tangan yang dilukis sang ESA Hatiku begitu mendamba kehadiranmu Memuja sosokmu dalam khayalan semu Hingga terasa menyiksa batinku Hingga terasa menenggelamkanku pada lautan rindu Wahai kekasih halalku Dimanakah engkau berada? Jemputlah aku dalam Mahligai Mahligai cinta yang Sakina, Mawadah, Warahma Wakatobi, 25 Juli 2015

Sunday, 11 September 2016

Puisi Jatuh Cinta, Sebening Embun

Sebening Embun 
Oleh Jamilah Andriani


Telah kujaga seperti benang sutra.. Yang selalu ingin menjadikan kain terindah.. Dengan corak yang tidak kuketahui nantinya.. Tapi pasti bukan satu corak.. Jelas kini batik telah menjiwaiku.. Warnanya yang lembut menyejukkan.. Yang kusuka dalam penuh.. Memang tak kunafikkan ianya seperti angin.. Tapi semaximal kujadikannya gelombang.. Yang jelas bertepi sama.. Walau tanpa lihat.. Tanpa genggam.

Terpanjat do'a tuk seorang insan Tiada lain kau yang ku dambakan Besar angan dan harapan Allah cipta kita tuk disatukan . Seb...