Showing posts with label Puisi Galau. Show all posts
Showing posts with label Puisi Galau. Show all posts

Saturday, 8 October 2016

Kumpulan Puisi Patah Hati, DI UJUNG KATA-KATA

DI UJUNG KATA-KATA
Lengkaplah sudah sepi ini mengurung sendiriku
Terkulai dikunyah nelangsa yang berapi-api
Menyusuri jalanan lengang
Bersimbah angan tanpa tujuan

Dalam derap gerimis yang pongah menghujam
Terbuai wajahmu menyusup bertubi-tubi
Membawa sebaris kata bahagia yg menenggelamkan nurani
Di atas pengharapan tak berkesudahan

Tentang rindu kusam
Tentang cinta terbuang
Mengutip satu namamu di antara keluh kesah
Gundah gelisah, air mata, dan lara

Masihkah ada sedikit senyum darimu
Di batas penantianku yang kini makin terbata
Jika masih ada ruang di hatimu
Untukku, sedikit saja, tolong bicaralah
Pada tanah membentang
Pada pohon-pohon rindang
Dan angin yang mengusik keangkuhan

Setidaknya biar ada tanda yg bisa kubaca dan kuraba
Janganlah sepi yang hadir
Janganlah semu yang membeku

Monday, 26 September 2016

Puisi Patah Hati, LUKA HATI

LUKA HATI
Oleh Dini

Malam ini tak seindah yang lalu
hampa terasa
Sunyi yang terasa menyayat hati
Membuat luka yang teramat sakit

Begitu sunyi malam-malam ku
begitu juga yang hati ku rasakan saat ini
Begitu sakit hati ini
hingga ku tak mampu tuk menahan nya

Hingga tangis pun tak dapat ku bendung lagi
Derai airmata tak mampu tuk mengurangi rasa sakit nya
hati ini

Apa yang harus ku lakukan
Tak ada yang mampu tuk mengobati
hati ini

Kau pergi begitu saja
Tanpa alasan yang jelas
Hingga ku di sini terpuruk
Dan kau tak peduli kan itu

Mengapa kita harus bertemu?
Mengapa kita harus saling kenal?
Mengapa kita harus menjalin cinta?

Jika pada akhir nya kau pergi dengan yang lain
Dan hanya meninggalkan bekas luka di hati

Ku tak pernah meinginkan ini terjadi
Kau tau itu
Tapi mengapa kau lakukan ini pada ku

Seandainya ku dapat memutar waktu
Akan ku ulang kembali
Dan aku ingin kita tak saling bertemu
Kita tak saling kenal
Dan kita tak pernah menjalin cinta

Hingga aku tak perlu merasakan...
Sakit nya kau tinggalkan...

Puisi Patah Hati, LUKA

LUKA

  Oleh Meni Febriyanti
Luka ini terlalu dalam
luka ini terlalu perih
luka ini terlalu sengat
luka ini terus menggarah
luka ini begitu tragis
luka ini semakin parah
luka ini terasa sangat pahit
Saat kau muncul lagi di hadapanku

Thursday, 8 September 2016

Puisi Galau, JERITAN HATI YANG GUNDAH

JERITAN HATI YANG GUNDAH
Oleh Fatma DSR

Begitu pahit untukku telan
Begitu sakit untuk kutahan
Begitu pilu untuk kukenang..dan
Begitu miris hati yang terluka ini

Sulit bagiku,melupakan kisah itu...
Luka hatiku lara hidupku,nelangsa batinku....
Mengapa semua harus terjadi..

Kalau kutahu kau akan begini..
Takkan ku mencintaimu
Takkan ku menyayangimu
Takkan ku mengharapkannya...
Takkan...takkan...takkan...

Begitu sakit kau menohokku dengan segala perlakuan dan ucapanmu...
Bahkan tak sanggup lagi untuk kudengar hinaan dan cacian...
Tapiii....itu terus berulang dan berulang terus...

Sampai kapan kau akan begini...
Kasar, membentak, tak acuh bahkan tak perduli dengan keadaanku...
Namun aku tetap sabar menghadapimu karena rasa ini...
Ya karena rasa ini yang tak bisa hilang dan pergi.

Puisi Galau, BAHAGIA SESAAT

BAHAGIA SESAAT
Oleh Gatra Aksara

Banyak hikmah darimu
Yang ku dapat
Ku petik saat masih bersama

Yah !
Kebahagiaan sesaat
Banyak harapan terukir
Canda tawa berhamburan
Di antara kebersamaan
Dan pesan singkat
Maupun suara di ponsel

Tapi sekarang apa ?
Tak lagi melihat
Kepahitan semakin pekat
Dan mebuat fikiran gelisah

Ya sudahlah
Raih harapanmu tanpaku
Apapun mimpi-mimpimu
Bersama do'a
Aku selalu menyertainya
Walau tak lagi bertatap muka

Aku selalu berlapang dada
Bila cinta itu tak dapat di paksa
Apalagi terhalang restu orang tua
Endingnya pun sudah jelas berbeda

Setidaknya kita pernah membina rasa
Walau hanya sebentar
Walau hanya bahagia sesaat

Puisi Galau,KEHANGATAN MALAM MINGGU UNTUKKU SEORANG JONES

KEHANGATAN MALAM MINGGU UNTUKKU SEORANG JONES
Kehangatan Malam Minggu Untukku Seorang Jones

Di malam ini
Ketika bunga bunga
Berterbangan saling mekar
Ku hanya jadi seorang penonton.

Ketika kehangatan
Rindu mereka rasakan
Dan kasih sayang terpuaskan.

Juga ku rasakan
Lewat kehangatan
Seporsi mie rebus panas
Rindu ku lewatkan dengan bekerja
Sepi ku gemuruhkan lewat game ku mainkan

Puisi Galau, ANGAN YANG NYATA

ANGAN YANG NYATA
Oleh Mita Lestari

Biarlah waktu yg menjawab
Kapankah semua ini kan berakhir?
Dalam diam
Kagum ini semakin menjadi jadi

Setiap ku tatap senyummu
Kebahagiaan serasa menyelimuti khalbu ini
Kau memang tak salah
Mungkin aku lah yg terlalu berharap

Berharap rasa sama yg kau miliki untukku
Benar benar ada dalam khalbu mu
Bukan antara peka atau tak peka

Namun ..

Biarlah diri ini
Tetap tanam rasa cinta dan kasih sayang
Dalam setiap intisari doa
Dalam setiap angan yg menerpa
Wajahmulah yg slalu muncul dalam lamunan jiw

Puisi Galau, HUTAN

HUTAN
Oleh Parjan Gibran

Sering singgah sedikit rasa
Menggebu tiada jeda
Bergumul gelap di layar mata

Di akhir bulan yang rawan
Melingkupi hati dan fikiran
Rusuh meluluh-lantakan keadaan

Berjalan semakin pusing
Ketika berlari semakin genting
Duduk sendiri tak bergeming

Tak ada penolong
Kedua tangan hanya bengong
Tetap saja hampa dan kosong

Kadang melamun
Terbang angan terayun
Tersesat jauh tanpa lantun

Coba memutar otak
Tak kunjung temukan solusi
Malah semakin terdesak
Dan stress di dapati

Tak perlu tanya
Rasa apa yang ku bawa
Kau pun pasti pernah merasakannya
KEMELUT DAFTAR HUTANG YANG BERJAYA

Monday, 5 September 2016

Puisi Patah Hati, TERCIPTA LUKA

TERCIPTA LUKA

  Oleh Ilham Setiawan
Sementara kita saling berbisik
Untuk lebih lama tinggal
Pada debu, cinta yang tinggal berupa
Bunga kertas dan lintasan angka-angka
Ketika kita saling berbisik
Di luar semakin sengit malam hari
Memadamkan bekas-bekas langkah kaki, menyekap sisa-sisa unggun api
Sebelum fajar,ada yang masih bersikeras abadi.
Selamat malam purnama berkabut
Seulas kata tersenyum menyapamu
Membingkai detik waktu yang saling bersahutan
Siapa yang masih sibuk berdetak di bilik waktu?
Siapa aku?
Barisan syair tak terhitung
Atau...
Sakit peluh tercacat sedikit kebahagiaan
Cinta, berapa lama kau berkelana?
Berapa purnama sudah kau lewatkan tanpaku?
Berapa kali aku menghujam langit
Tapi kau diam tetap bercahaya serinai bias bintang di angkasa
Kau bagai lukisan tuhan di langit senja
Tak cacat oleh seutas kabutpun
Tetapi hujan masih rintik berbaris di langit malam
Mengambang di bumi
Bergelanyut mencium unjung daun cemara
Lagi...
Mimpiku tak tercipta malam ini
Tak jua malam-malam menyayat berikutnya atau lalu pula
Dan semoga Takdir Tuhan mengiringi insan ini
Tuhan yang lebih dekat dari sukmaku sendiri
Selamat tinggal cinta....

Sunday, 4 September 2016

Puisi Patah Hati, AKU DAN RAHASIA

AKU DAN RAHASIA
Oleh Ilham Setiawan

Tercipta,
Kawan dari dimensi kini dan lalu
Cerita viral sejak hidup mengenal kata cinta
Dia bak pecahan kaca
Yang menciptakan pola-rupa
Dari wajah-wajah penikmat senja
Bahwa, akulah rupa warna
Yang tak nampak namun ada
Seperti hasrat
Menggebu di pancaran mata yang teduh
Bisakah kau ciptakan-ini
Cinta ku,
Setenang malam yang berselimut embun
Bersemi ria di keheningan malam
Walau tanpa cahya,ia
Berhembus
Terbawa angin
Menyelinap di sela kisi hidupmu
Himne ku,
Meresap rapih
Berdesis penuh irama
Beserta sajak yang mengiringi
Dia, menciptakan harmoni pengisi tabiran rasa
Rasa ku,
Diam dan luas
Terpaku bak lawang sewu
Tapi tetap hidup sepanjang zaman
Tertimbun bak mineral
Tapi berharga di lintas masa
Datanglah, kau
Tanpa suara yang mengusik
Agar, supaya benar tercipta cinta itu
Untuk Kita rengkuh manisnya
Dari cerita yang senandungnya luka, dan
Perih menjadi saksi
Bahwa cinta tak pernah datang sewajarnya
Selalu abstrak untuk di mengerti
Namun, hakekat terciptanya pelangi adalah bentangan warna
Berkilau, lembut, selaras, indah
Menjadi satu dalam ikatan kata cinta.

Terpanjat do'a tuk seorang insan Tiada lain kau yang ku dambakan Besar angan dan harapan Allah cipta kita tuk disatukan . Seb...