Showing posts with label Puisi Agama. Show all posts
Showing posts with label Puisi Agama. Show all posts

Thursday, 29 September 2016

Puisi Tentang Islam, MASJID

MASJID
Oleh Faidul Wizari

Ada tiang dan menara terompet udara
Tempat bertapa dan memohon sembuh luka.
Kulewati pintu-pintu yang peluh
Dan berkata “aku bersaksi penuh”
Tapak kaki,
Perasaan yang berlari,
Jiwa yang pergi sendiri,
Mata yang redup,
Dosa yang terlempar surut
"Di sini tangan Tuhan memungut_
Jiwa-jiwa kelana kembali berjumpa
Meski berjuta retak di muka
Menepuk lubuk hati bertangisan,
Memukul menusuk sekarang pertarungan Antara dua; kiri dan kanan
Di medan saling mematikan
Antara hidup dan mati
Sampai Tuhan membalas nanti

Wednesday, 28 September 2016

Puisi Tentang Islam, ALLAH

ALLAH
Oleh Aldo Santoso (kadal)

Allah...
Sungguh indah nama-Mu
Bagaikan langit yang biru
Yang sangat menyejukan kalbu
Dan merasuk ke dalam jiwaku
Allah...
Nama-Mu membuatku jatuh cinta
Sehingga aku tak bisa berkata apa-apa
Bagai batu yang terbelah menjadi dua
Yang tak bisa berbuat apa-apa
Allah...
Nama-Mu telah menyadarkanku
Tentang dosaku yang dulu
Karena itu aku meminta kepadamu
Ampunilah semua dosaku

Tuesday, 27 September 2016

Puisi Tentang Islam, SEPERTI DIRINYA

SEPERTI DIRINYA
Oleh Rainy Zikri

Wajah seri rembulan di saat malam masih sama
Kerlipan bintang pun tak pernah berubah bahkan tetap berada di tempatnya semakin tampak indah
Wajah jingga matahari di saat terbit dan tenggelam pun tetap sama

Senyum yang merekah hangat tak berubah menjadi dingin dan beku
Sinarnya kala pagi dan senja pun masih lembut dan tak menyilaukan
Kesetiaan mereka tak berubah sedikit pun pada ketetapan Sang Penciptanya
Sejak diciptakan hingga nanti dunia berakhir, mereka akan tetap seperti itu...
Setia pada Penciptanya

Bulan tak tergoda pada bintang yang sinarnya kemilau bercahaya
Dia hanya setia pada sang malam sehingga sinar indahnya selalu menemani gelapnya
Matahari tak tergoda pada planet planet lain yang selalu mengitarinya
Dia hanya setia pada bumi di saat pagi hingga petang menyinarinya dengan ikhlas dan tulus agar selalu terang benderang

Adakah hati dan fikiran kita masih tetap sama jika kita menjadi seperti matahari, bulan dan bintang ?
Adakah seorang manusia tetap pada jujur dan setianya ?
Jujur pada Penciptanya...pasti dia jujur pada dirinya sendiri
Setia pada Penciptanya....pasti dia setia pada orang orang yang dicintainya

Memegang setiap kata yang diucapkan dan setia dalam perbuatannya
Menutup mata dan telinganya...tak menoleh pada sebuah keindahan lain dan hanya setia pada sebuah cinta yang telah dipilihnya
Menjaga ucapan dengan sebuah kejujuran dan ketulusan demi kecintaannya
Percaya pada kata hatinya
Meletakan sebuah kepercayaan agar dia merasa nyaman bersama orang orang dicintainya

Seperti Sang Khaliq pada hamba hambanya
Tak pernah meninggalkan hamba hambanya walau Dia terkadang ditinggalkan dilupakan
Selalu mencintai dengan begitu tulus...jujur dan setia
Jika kita meletakkan semua hal hanya pada Nya
Bahkan sebentuk cinta yang demikian besarnya hanya untukNya...
Pasti Dia akan memberikanmu cinta terindah yang Dia miliki sampai dunia berakhir

Ikutilah Dia...
Jujurlah padaNya....
Jika telah tertanam dalam kalbumu sebuah kejujuran dan kesungguhan
Maka tak akan pernah dirimu menyesal atas kejujuran dan kesungguhan cinta yang Dia akan berikan padamu
Setialah pada cintaNya...
Jika kamu setia maka Dia pun akan memberikan seorang yang juga akan setia padamu selama lamanya

Letakkan itu hanya padaNya
Sehingga kamu percaya setiap hal yang Dia anugerahkan padamu adalah hanya kebaikan saja
Disanalah bahagia dan keindahan yang pasti akan kamu rasa
Bukan hanya di pintu hati namun sampai dalam sanubari
Dan bersemayamlah Dia disana bersama kalbumu
Setia seperti Dia padamu

Puisi Tentang Islam, JARINGAN IMAN

JARINGAN IMAN
Oleh Nadya Dilis

Bumi masih beredar
Seperti hatiku yang masih berdebar
Wajahku menjadi pudar
Ketakutan yang ada tidak terhindar

Desis hati yang lemah
Punah kekuatan untuk beribadah
Iman bagaikan jaring labah-labah
Mudah terusik, mudah jua goyah

Aku merangkak mendekati Dia
Dia yang mentakdirkan ria dan tawa
Dia yang mentakdirkan ujian berduka
Dia yang mendengar rintihan doa

Aku menggenggam harapan lagi
Mengharap gerimis kasih Ilahi
Membasahi hatiku yang kering mati
Moga kembali hidup dan berkasih lagi.

Tuesday, 6 September 2016

Puisi Tentang Islam, PERJUANGAN DAKWAH

PERJUANGAN DAKWAH
Oleh Aldo Budi Santoso

Saat aku tersendat di jalan dakwah
Terasa berat mengemban amanah
Serasa pulang dari medan mu
Yang berjuang sampai berdarah - darah
Ku renungi dengan akal sehatku
Inikah jalan yang mereka rindu
Yang Rasulullah bilang mereka sahabatku
Ku menatap luasnya langit
Berharap keluar dari dunia yang sempit
Dari dunia yang fana
Yang selalu tertimpa bencana
Mungkin inilah jalan yang harus kutempuh
Sebuah metafora jalan dakwah
Ku harus terus melakukanya tanpa keluh
Sampai ku berpijah di pelataran jannah

Monday, 5 September 2016

Puisi Tentang Islam, PENJARA SUCI

PENJARA SUCI
Nur Khoridah

Ruang suci dalam sentuhan Illahi
Batasan adalah keindahan di sana
Nasehat adalah permata di sana
Kebaikan adalah kerinduan di sana
Keimanan adalah tujuan di sana
Penjara suci,
Kemurnianmu meretakan kebebasanku
Laksana tembok yang melindungiku
Menjagaku dari sentuhan kekejaman zaman
Menjagaku dari cakaran-cakaran pergaulan
Kau tempat tawanan hamba- hamba pilihan illahi Robbi
Penjara suci,
Kau perantara kasih illahi
Tak pernah pudar warna kebaikan pelangi ilmu mu
Kau ubah kami dari ketidaktahuan menjadi hamba berilmu
Kau ubah kami dari kerasnya hati menjadi hamba yang bernurani
Kau angkat kami dari gelapnya kebodohan, menuju terangnya pengetahuan
Kau tenangkan hati kami dari kericuhan dunia luar
Penjara suci,
Jadilah tempat penghapus kebodohan kami
Tetaplah menjadi tempat penyegar ilmu- ilmu islami
Siramilah generasi islami dengan ahlak terpuji.

Sunday, 4 September 2016

Puisi Tentang Islam,  HANYA SEBUAH RAGA

ASALAMUALLAIKUM TULANG RUSUK KU
Oleh Frizda Eza Pahlevi

Ketika takdir menetapkan laki-laki dan perempuan untuk bersanding..
Tak ada yang dpat mengelak darinya..
Setiap insan pasti punyai rasa ingin memiliki..
Tak terpungkiri juga dengan diri ini.
Begitu banyak ciptaannya yang begitu menawan..
Begitu Anggun dan begitu rupawan.
Dari yang cantik, Manis, imut, bahkan sampai yang Sexy.
Dari yang berkerudung, berponi, berwarna rambutnya hingga yang berkuncir.
Rasanya tertegun melihat semua keindahan yang selalu tampak di depan mata.
Terkesima dengan indahnya ciptaannya yang tergaris sempurna di bumi.
SubhanAllah begitu besar kuasa Mu..
Hingga Aku tak mampu berkedip ketika melihat hawa yang kau ciptakaan tampak nyata.
Rasanya aku sering tak percaya dengan keajaiban ini.
Tapi aku juga percaya bahwa semua akan memiliki pasangan dengan seadil-adilnya.
Kau telah janjikan bila yang baik akan bersanding dengan yang baik.
Bagaimana dengan Aku..?
Ijinkan aku sapa calon bidadari dunia dan Akherat ku dengan Salam.
ASALAMUALLAIKUM yaa calon ibu dari anak ku kelak.
ASALAMUALLAIKUM yaa tulang rusuk ku.
ASALAMUALLAIKUM yaa hawa ku.
Semoga engkau senantiasa dalam lindungannya juga kasihnya.
Aku tak berharap banyak dari mu yaa Calon makmum ku.
Karna aku pun sadar betul aku bukan orang baik.
Aku bukan yang sempurna..
Tapi jika kau ijinkan yaa Calon makmum ku.
Biarkan aku belajar baik dahulu sebelum kau di pertemukan dengan ku.
Agar aku bisa membimbing mu dengan jalan yang benar.
Agar aku bisa janjikan bukan hanya kebahagiaan Dunia saja.
Agar aku bisa lengkapi pula kebahagian dunia dan Akherat mu.
Agar aku bisa berdiri dengan tenang ketika satu saaf di depan mu.
Agar aku menjadi calon Ayah yang baik buat anak mu kelak.
Agar Ayah mu tenang melepas mu untuk ku.
Agar Allah meridohi jalan kita.
Agar aku bisa menjadi kepala rumah tangga yang baik, jujur dan beragama.
Jika waktu telah berpihak jangan cari aku yaa Tulang rusuk ku.
Biarkanlah aku yang berusaha mencari mu..
Berjuang menemukan mu.
Karna kau adalah untuk di perjuangkan bukan kau yang berjuang.
Jika memang belum saatnya, biarkanlah doa ku yang sampaikan lewat hatimu.
Biarkan waktu dan jalan Allah yang mempertemukan.
Jika Allah ijinkan rasanya aku ingin melihat betapa cantiknya dan menawannya dirimu..
Hadirkan lah ya Allah dalam mimpi ku walau sebentar.
Agar aku benar-benar yakin bisa menjadi imam yang baik dunia dan akheratnya.
Ya Allah.
Tetapkanlah hati ini pada satu pilihan mu.
Jangan biarkan hati ini mencoba berpaling dari pilihanmu.
Jangan biarkan mata ini untuk melihat yang lain dari pilihan mu.
Jangan biarkan telinga ini untuk mendengar cerita tentang wanita yang lain selain dari Mu..
Jangan biarkan mulut ini bercerita tentang wanita lain selain dari mu.
Tetapkanlah hati dan jiwa ku untuk tetap menanti satu pilihan dan jawaban dari Mu ya Allah.
Aku akan tetap berusaha menunggu.
Aku akan tetap berusaha ikhtiar..
Aku akan tetap berusaha ikhlas.
Sampai kau pertemukan aku dengan Hawa pilihan Mu ya Tuhan ku.
Aku yakin semua akan indah.
Semua akan berujung..
Ya Hawa ku ini pesan ku..
Jadilah wanita yang punya tonggak Agama.
Jadilah wanita yang punya bekal Agama.
Jadilah wanita yang selalu menutup dirinya untuk dunia.
Jadilah wanita seperti ibu mu.
Jadillah wanita yang takut ketika meninggalkan kewajiban mu.
Aku tunggu diri mu yaa Tulang rusuk ku.
Aku nantikan diri mu yaa Tulang rusuk ku.
Asalamuallaikum untuk mu wahai Tulang rusuk ku yang masih dirahasikan Allah.

Saturday, 3 September 2016

Puisi Tentang Islam, KAMU DAN HIJRAHKU

KAMU DAN HIJRAHKU
Oleh Ria

  Kamu mungkin membenciku..
Atau melupakanku..tak apa..
Karena semua yang aku pilih harus ku jalani..
Saat aku melepasmu dulu
Bukan berarti rasaku pudar..bukan berarti rasaku hilang atau rasaku berpindah pada rasa orang lain..
Bukan!!
Aku hanya memikirkan jalanmu dan jalanku..
Aku hanya takut mengecewakamu terlalu jauh
Saat aku mengingat klise wajahmu di awan..aku masih tersenyum
Rasaku masih sama..bahkan saat aku melepasmu..
Untuk berhijrah dijalanNYA..
Melepas status pacaran bukan ikatan..
Melepas jalan sesat yang akan membuatmu tersandung saat berjalan nanti..
Mengertilah..

Terpanjat do'a tuk seorang insan Tiada lain kau yang ku dambakan Besar angan dan harapan Allah cipta kita tuk disatukan . Seb...