TERIMA KASIH MASA LALU
Oleh Afiana Safitri
Masa lalu . . .
Mengingatkanku pada hal itu
Masa yang pilu
Penuh butiran debu
Ketika itu,
Hatiku menangis tersedu
Tuhan, ku berharap padamu
Hapuskan air mata di hatiku
Ampunilah aku dari dosaku
Seiring waktu pun tlah berlalu . . .
Ku ucapkan terima kasihku
Pada masa lalu . . .
Karnamu masa lalu,
Aku belajar banyak hal dalam hidupku
Detik waktu pun terus berjalan . . .
Gelap dan terang
Bak roda kehidupan
Tlah ku lupakan,
Masa lalu yang kelam
Sekarang ku akan,
Berhati-hati dalam menjalani kehidupan
Kini ku terus berjalan kedepan !
Dengan penuh keyakinan !
Dengan bekal pengalaman
Juga pengetahuan
Hadapi tantangan !
Singkirkan keterpurukan !
Tuk kejar cita – cita, harapan
Dan masa depan !
Menyediakan puisi terbaru 2017, Kumpulan Puisi Terbaruku 2017, semua puisi, satra, Loker Puisi Kumpulan Puisi-puisi Terlengkap, Saling Berbagi Puisi, poem, poetry, Puisi Romantis, Puisi Cinta, Puisi Kasih Sayang, Puisi Persahabatan, Puisi Patah Hati, Puisi Perjuangan, Puisi Pendidikan, Kumpulan Puisi, Puisi Romantis, Puisi Cinta, Puisi Kasih sayang, Puisi Islami, Puisi Religi, Puisi Sahabat, Puisi Perpisahan, Puisi Patah Hati, Puisi Pendidikan
Saturday, 22 October 2016
Friday, 21 October 2016
Puisi Motivasi, Teruntuk Kamu
TERUNTUK KAMU
Oleh Laras prameswari
Teruntuk kamu yang sekarang sudah aku ikhlas kan
Terimakasih banyak atas segala pembelajaran
Aku tahu hadir mu pasti sudah ditakdirkan tuhan
Dan akhir cerita kita pun sudah menjadi ketentuan
Walapun hati ini sempat enggan untuk melupa
Jiwa ini masih memaksa untuk tetap bersama
Tapi dengan bismillah semua ini akan ku coba
Teruntuk kamu yang telah membuat ku jatuh dan mencinta bukan hanya padamu saja,
Melainkan juga pada sang pemilik cinta
Yakinlah, aku tak tahu harus berbuat apa
Selain berserah dan berusaha untuk tetap istiqomah
Menjaga agar cinta yang ku rasa tak berujung pada dosa
Seperti cinta yang pernah ku rasa sebelumnya
Aku yakin rasa di jiwa ku dan jiwa mu tak jauh beda
Berharap kita untuk bisa bersama menjalin cinta
Namun percayalah mungkin ini hanya nafsu diri belaka
Yang akan membawa kita dalam dosa-dosa cinta
Rindu dan rasa ingin bertemu pernah beradu menjadi satu
Namun biarlah ku titipkan rindu itu dalam tiap sujud ku
Biar rintih doa ku yang memeluk tidur nyenyak mu
Dan sesekali hadir menyelinap dalam mimpi indah mu
Teruntuk kamu yang mungkin saat ini sedang memikirkan ku
Bangkitlah dan segerakan ambil air wudhu
Biarkan sujud mu dan sujud ku menjadi pengobat rindu
Biarkan doa ku dan doa mu bertemu menjadi satu
Karena aku yakin sang pemilik cinta pasti maha tahu
Tentang apa isi jiwa mu dan jiwa ku
Oleh Laras prameswari
Teruntuk kamu yang sekarang sudah aku ikhlas kan
Terimakasih banyak atas segala pembelajaran
Aku tahu hadir mu pasti sudah ditakdirkan tuhan
Dan akhir cerita kita pun sudah menjadi ketentuan
Walapun hati ini sempat enggan untuk melupa
Jiwa ini masih memaksa untuk tetap bersama
Tapi dengan bismillah semua ini akan ku coba
Teruntuk kamu yang telah membuat ku jatuh dan mencinta bukan hanya padamu saja,
Melainkan juga pada sang pemilik cinta
Yakinlah, aku tak tahu harus berbuat apa
Selain berserah dan berusaha untuk tetap istiqomah
Menjaga agar cinta yang ku rasa tak berujung pada dosa
Seperti cinta yang pernah ku rasa sebelumnya
Aku yakin rasa di jiwa ku dan jiwa mu tak jauh beda
Berharap kita untuk bisa bersama menjalin cinta
Namun percayalah mungkin ini hanya nafsu diri belaka
Yang akan membawa kita dalam dosa-dosa cinta
Rindu dan rasa ingin bertemu pernah beradu menjadi satu
Namun biarlah ku titipkan rindu itu dalam tiap sujud ku
Biar rintih doa ku yang memeluk tidur nyenyak mu
Dan sesekali hadir menyelinap dalam mimpi indah mu
Teruntuk kamu yang mungkin saat ini sedang memikirkan ku
Bangkitlah dan segerakan ambil air wudhu
Biarkan sujud mu dan sujud ku menjadi pengobat rindu
Biarkan doa ku dan doa mu bertemu menjadi satu
Karena aku yakin sang pemilik cinta pasti maha tahu
Tentang apa isi jiwa mu dan jiwa ku
Thursday, 20 October 2016
Puisi Motivasi, Embun Di Pagi Hari
EMBUN DI PAGI HARI
Oleh Mila Latifah
Menelusuri pantai nan indah
Elok suasana kian menerpa
Tetesan air kini mengalir ke alamnya
Dedaunan di tepi sungai
Bawalah diriku menuju sejuta keindahan
Ekspresikan dirimu melalui sejuta warna
Senyum itu indah
Ramah itu baik
Bila aku membawa segala kenangan
Ku lukis kan dalam kalbu
Menjadi yang terbaik diantara bintang-bintang
Oleh Mila Latifah
Menelusuri pantai nan indah
Elok suasana kian menerpa
Tetesan air kini mengalir ke alamnya
Dedaunan di tepi sungai
Bawalah diriku menuju sejuta keindahan
Ekspresikan dirimu melalui sejuta warna
Senyum itu indah
Ramah itu baik
Bila aku membawa segala kenangan
Ku lukis kan dalam kalbu
Menjadi yang terbaik diantara bintang-bintang
Wednesday, 19 October 2016
Puisi Motivasi, Irama Mimpi
IRAMA MIMPI
Oleh Hikari Fukishiro
Alunan mimpi itu bergema lepas
Silih berganti memberikan nafas
Irama khayal yang terus berarah
Semakin hari membawa aku ke arah aneh
Mimpi...
Ya mungkin itu hanya sekedar mimpi
Mimpi yang silih berganti menghantui
Mimpi yang kian hari mengikuti
Tapi jika bisa aku bicara
Kalian salah berbicara
Kalian tak benar berkata
Kalian hanya sekedar menghidari hal nyata
Aku tak hidup didalam mimpi
Aku tak sekedar bermimpi
Atau aku hanya dikelilingi hidup mimpi
Aku bukan seorang pemimpi tak berati
Tapi..
Aku hidup untuk mewujudkan mimpi
Aku berbuat untuk membuatnya berarti
Aku akan mencapai MIMPI
Dan..
Hingga nanti kalian akan melihat
Bahwa mimpi yang terpekat
Mampu membuat kalian TERPIKAT!
Oleh Hikari Fukishiro
Alunan mimpi itu bergema lepas
Silih berganti memberikan nafas
Irama khayal yang terus berarah
Semakin hari membawa aku ke arah aneh
Mimpi...
Ya mungkin itu hanya sekedar mimpi
Mimpi yang silih berganti menghantui
Mimpi yang kian hari mengikuti
Tapi jika bisa aku bicara
Kalian salah berbicara
Kalian tak benar berkata
Kalian hanya sekedar menghidari hal nyata
Aku tak hidup didalam mimpi
Aku tak sekedar bermimpi
Atau aku hanya dikelilingi hidup mimpi
Aku bukan seorang pemimpi tak berati
Tapi..
Aku hidup untuk mewujudkan mimpi
Aku berbuat untuk membuatnya berarti
Aku akan mencapai MIMPI
Dan..
Hingga nanti kalian akan melihat
Bahwa mimpi yang terpekat
Mampu membuat kalian TERPIKAT!
Puisi Jawa, Mahameru
MAHAMERU
Oleh Migi Kurnia Ristiani
Alon liwat angin ardi
angin anganti angkuping yayah wibi
tembang saka sambarang satwa
iramane alus ngumandang harmoni
Rembulan liwat
kabeh lintang sumebar
cahyane abyor gumebyar ing langit
marekake ati tentrem
Kabut kandel nutupi wit-witan
hawa adem sumilir liwat
Aku trimo kahanan alasmu
sakjerone nggonmu opo anane
‘Mahameru kang digadhang'
Oleh Migi Kurnia Ristiani
Alon liwat angin ardi
angin anganti angkuping yayah wibi
tembang saka sambarang satwa
iramane alus ngumandang harmoni
Rembulan liwat
kabeh lintang sumebar
cahyane abyor gumebyar ing langit
marekake ati tentrem
Kabut kandel nutupi wit-witan
hawa adem sumilir liwat
Aku trimo kahanan alasmu
sakjerone nggonmu opo anane
‘Mahameru kang digadhang'
Puisi Jawa, LAYANG SUWORO
Layang SUWORO
Enisaraswati
Esok mau aku pingin ngucapne...
Tahun baru hijriah...marang panjenengan kang mas..
Ora nyono ora ngimpi...
Naliko arep dak kirim...jariku salah pencet
Opo iki sing diarani..nasip lagi apes
Layang suworo teko panjenengan
Ilang kabeh....
Yen panjenengan takon...
Opo rasane atiku...naliko layang suara ilang...
Aku getun...ananging mung sithik..
Kahanan iki sing ngawe aku nyimpen
Sewu pitakon sing dhak jawab dewe
Ora ono sing kebeneran...
Kabeh kuwi kasane...Sang Gusti
Awake dewe iki mung wayang...kang mas...
Opo jare dalang...obah ngiwo opo obah nengen
Crito ono pambukane...ono ugo pamukasane
Tak jalok marang panjenengan...ayo di tompo kanti nglegowo
Enisaraswati
Esok mau aku pingin ngucapne...
Tahun baru hijriah...marang panjenengan kang mas..
Ora nyono ora ngimpi...
Naliko arep dak kirim...jariku salah pencet
Opo iki sing diarani..nasip lagi apes
Layang suworo teko panjenengan
Ilang kabeh....
Yen panjenengan takon...
Opo rasane atiku...naliko layang suara ilang...
Aku getun...ananging mung sithik..
Kahanan iki sing ngawe aku nyimpen
Sewu pitakon sing dhak jawab dewe
Ora ono sing kebeneran...
Kabeh kuwi kasane...Sang Gusti
Awake dewe iki mung wayang...kang mas...
Opo jare dalang...obah ngiwo opo obah nengen
Crito ono pambukane...ono ugo pamukasane
Tak jalok marang panjenengan...ayo di tompo kanti nglegowo
Puisi Jawa, Rembulan Moblong
Rembulan Moblong
Oleh Sdwijosusastro
Nalika rembulan moblong ucul saka gendhonganing jagad
Ayo, gegancangan mapag abyoring lintang sayuta
Dimen biruning langit kang bakal kagelar ing wengi iki
Bisa mbok gambari pangangen-angen geganthaning uripmu
Nalika rembulan moblong mancati tataraning langit
Ayo, gegancangan mapag tumuruning tetes atising embun wengi
Dimen gegambaran geganthaning uripmu
Bisa mbok pulas karana abanging sedya
Nalika rembulan moblong panjer tengahing wengi
Ranggehen abyoring lintang sayuta
Lan jumputana tetes atising embun wengi
Kang kekinclong ing pucuk ijoning gegodhongan
Dimen geganthaning urip kang wus bok gambari
Ing jembaring pangangen-angen
Bisa bok patri ing ati sanubari
Lan nalika rembulan moblong wus pangklong tumpak gigiring arga
Sumetana oboring laku lan cawisna tekening urip
Dimen gegambaran geganthaning urip kang wus kapatri
Bisa kababar bareng mletheking baskara esuk.
Oleh Sdwijosusastro
Nalika rembulan moblong ucul saka gendhonganing jagad
Ayo, gegancangan mapag abyoring lintang sayuta
Dimen biruning langit kang bakal kagelar ing wengi iki
Bisa mbok gambari pangangen-angen geganthaning uripmu
Nalika rembulan moblong mancati tataraning langit
Ayo, gegancangan mapag tumuruning tetes atising embun wengi
Dimen gegambaran geganthaning uripmu
Bisa mbok pulas karana abanging sedya
Nalika rembulan moblong panjer tengahing wengi
Ranggehen abyoring lintang sayuta
Lan jumputana tetes atising embun wengi
Kang kekinclong ing pucuk ijoning gegodhongan
Dimen geganthaning urip kang wus bok gambari
Ing jembaring pangangen-angen
Bisa bok patri ing ati sanubari
Lan nalika rembulan moblong wus pangklong tumpak gigiring arga
Sumetana oboring laku lan cawisna tekening urip
Dimen gegambaran geganthaning urip kang wus kapatri
Bisa kababar bareng mletheking baskara esuk.
Tuesday, 18 October 2016
Puisi Motivasi, SEMANGAT ANTARKAN KAMI PADA KEMERDEKAAN
SEMANGAT ANTARKAN KAMI PADA KEMERDEKAAN
Oleh Iffah Afkarin
Jarum jam berdetak
Degup jantung berdetak
Mereka berdua saling bersahutan
Melawan sepi, memecah keheningan
Awan mengarak, sungai mengalir
Ombak bergelombang, matahari bersinar
Burung berkicau, rerumputan tinggi bergoyang
Sendiri ku masih disini
Terik mentari tak rapuhkan semangatku
Kokoh ku berdiri
Menggenggam tangan
Bersiap tuk kepalkan kata kemerdekaan
Barisan burung dilangit yang teratur, tak berubah
Awan yang diatas kepala, kini tlah pergi jauh
Kini aku menjadi pemimpin,
pasukan-pasukan bersenjata berbaris didepanku.
Indonesia? "Tanah air kita!"
Indonesia? "Merdeka!"
Teriakan-teriakan dengan semangat berkobar
Aku bangga dengan negeriku
Kerja sama bantu Indonesia tuk maju
Oleh Iffah Afkarin
Jarum jam berdetak
Degup jantung berdetak
Mereka berdua saling bersahutan
Melawan sepi, memecah keheningan
Awan mengarak, sungai mengalir
Ombak bergelombang, matahari bersinar
Burung berkicau, rerumputan tinggi bergoyang
Sendiri ku masih disini
Terik mentari tak rapuhkan semangatku
Kokoh ku berdiri
Menggenggam tangan
Bersiap tuk kepalkan kata kemerdekaan
Barisan burung dilangit yang teratur, tak berubah
Awan yang diatas kepala, kini tlah pergi jauh
Kini aku menjadi pemimpin,
pasukan-pasukan bersenjata berbaris didepanku.
Indonesia? "Tanah air kita!"
Indonesia? "Merdeka!"
Teriakan-teriakan dengan semangat berkobar
Aku bangga dengan negeriku
Kerja sama bantu Indonesia tuk maju
Monday, 17 October 2016
Puisi Motivasi, Bahagia Sesaat
BAHAGIA SESAAT
Oleh Gatra Aksara
Banyak hikmah darimu
Yang ku dapat
Ku petik saat masih bersama
Yah !
Kebahagiaan sesaat
Banyak harapan terukir
Canda tawa berhamburan
Di antara kebersamaan
Dan pesan singkat
Maupun suara di ponsel
Tapi sekarang apa ?
Tak lagi melihat
Kepahitan semakin pekat
Dan mebuat fikiran gelisah
Ya sudahlah
Raih harapanmu tanpaku
Apapun mimpi-mimpimu
Bersama do'a
Aku selalu menyertainya
Walau tak lagi bertatap muka
Aku selalu berlapang dada
Bila cinta itu tak dapat di paksa
Apalagi terhalang restu orang tua
Endingnya pun sudah jelas berbeda
Setidaknya kita pernah membina rasa
Walau hanya sebentar
Walau hanya bahagia sesaat
Oleh Gatra Aksara
Banyak hikmah darimu
Yang ku dapat
Ku petik saat masih bersama
Yah !
Kebahagiaan sesaat
Banyak harapan terukir
Canda tawa berhamburan
Di antara kebersamaan
Dan pesan singkat
Maupun suara di ponsel
Tapi sekarang apa ?
Tak lagi melihat
Kepahitan semakin pekat
Dan mebuat fikiran gelisah
Ya sudahlah
Raih harapanmu tanpaku
Apapun mimpi-mimpimu
Bersama do'a
Aku selalu menyertainya
Walau tak lagi bertatap muka
Aku selalu berlapang dada
Bila cinta itu tak dapat di paksa
Apalagi terhalang restu orang tua
Endingnya pun sudah jelas berbeda
Setidaknya kita pernah membina rasa
Walau hanya sebentar
Walau hanya bahagia sesaat
Puisi Motivasi, Aku Di Hatimu
AKU DI HATIMU
Oleh Gatra Aksara
Kau tak henti berharap
Aku selalu ada
Ada di mana ?
Aku ada di hatimu
Singkirkan egomu
Cintaku berwujud
Tak sebatas kata-kata
Apa kamu mau
Andai kita berjodoh
Setiap hari hanya makan kata-kata ?
Kau beri aku cinta setengah hati
Aku pun tak masalah
Bahkan sepenuh jiwa
Aku berikan untukmu
Kau mendua
Di depan mataku
Dan kamu bilang :
'' cuma teman ''
Aku pun tak mengapa
Kurang apa aku dimatamu ?
Oleh Gatra Aksara
Kau tak henti berharap
Aku selalu ada
Ada di mana ?
Aku ada di hatimu
Singkirkan egomu
Cintaku berwujud
Tak sebatas kata-kata
Apa kamu mau
Andai kita berjodoh
Setiap hari hanya makan kata-kata ?
Kau beri aku cinta setengah hati
Aku pun tak masalah
Bahkan sepenuh jiwa
Aku berikan untukmu
Kau mendua
Di depan mataku
Dan kamu bilang :
'' cuma teman ''
Aku pun tak mengapa
Kurang apa aku dimatamu ?
Sunday, 16 October 2016
Puisi Alam, Keindahan Malam
Keindahan Malam
Oleh Titin Kartika
Kemanakah pergi
Mencari matahari
Ketika malam datang
Membawa sunyi
Membawa kegelapan
Dalam setiap perjalanan
Hanya bulan dan bintang
Yang menerangi malam
Sungguh indahnya malam
Membawa ketenangan
Dalam kedamaian
Dalam setiap detik dan dentang
Oh .. Sungguh indahnya malam
Bulan dan bintang bersinar terang
Menciptakan ketenangan
Sampai ku terlelap di dalamnya
Oleh Titin Kartika
Kemanakah pergi
Mencari matahari
Ketika malam datang
Membawa sunyi
Membawa kegelapan
Dalam setiap perjalanan
Hanya bulan dan bintang
Yang menerangi malam
Sungguh indahnya malam
Membawa ketenangan
Dalam kedamaian
Dalam setiap detik dan dentang
Oh .. Sungguh indahnya malam
Bulan dan bintang bersinar terang
Menciptakan ketenangan
Sampai ku terlelap di dalamnya
Subscribe to:
Posts (Atom)
Terpanjat do'a tuk seorang insan Tiada lain kau yang ku dambakan Besar angan dan harapan Allah cipta kita tuk disatukan . Seb...
-
Gadis Berkerudung Itu Oleh Rizki Hadid Cukup lama ilalang ini menjadi alas dudukku. Hingga di seberkas sore yang syahdu, gadis berkerudung ...
-
">Places in Pekalongan - Pekalongan regency is one tourist destination in Central Java is located in a row of the north coast o...
-
Cinta Dalam Dzikirku Oleh Nurlina Aim Dibalik cadarku Bibirku melantunkan syair dzikir untukmu Berpasrah pada sang khalik akan takdir hid...