SEKARANG DAN SELAMANYA
Oleh Rocky Malik Rafimanna
Kita nikmati hari ini
Kita persiapkan hari esok
Sebenarnya kita telah bahagia
Dapat berkumpul bersama
Penuh kesenangan bersama
Penuh kesedihan bersama
Dipenuhi dengan kekompakan
Penuh canda dan tawa
Dipenuhi perjuangan dan tangisan
Semua kita jalani bersama
Nikmatilah kebahagiaan kita
Jika tidak sekarang kita bahagia,
Kapan kita akan bahagia?
Tak perlu kita membuang air mata
Hanya untuk memikirkan masa depan
Dimana kita akan berpisah
Apa yang dapat kita mengerti
Mengertilah...
Apa yang dapat kita lakukan
Lakukanlah...
Agar kita tetap kompak bersama
Untuk sekarang dan selamanya
Menyediakan puisi terbaru 2017, Kumpulan Puisi Terbaruku 2017, semua puisi, satra, Loker Puisi Kumpulan Puisi-puisi Terlengkap, Saling Berbagi Puisi, poem, poetry, Puisi Romantis, Puisi Cinta, Puisi Kasih Sayang, Puisi Persahabatan, Puisi Patah Hati, Puisi Perjuangan, Puisi Pendidikan, Kumpulan Puisi, Puisi Romantis, Puisi Cinta, Puisi Kasih sayang, Puisi Islami, Puisi Religi, Puisi Sahabat, Puisi Perpisahan, Puisi Patah Hati, Puisi Pendidikan
Saturday, 24 September 2016
Friday, 23 September 2016
Puisi Tentang Sahabat
SELAGI MAMPU
Oleh Rocky Malik Rafimanna
Apa lagi yang dapat kulakukan
Untukmu sahabatku...
Selagi ku dapat melihat
Ku kan selalu mengawasimu
Selagi ku masih disampingmu
Ku kan selalu menjagamu
Selagi ku dapat mendengar
Ku selalu ada untuk curhatmu
Selagi ku masih bersamamu
Ku tak kan sia-siakan dirimu
Andai suatu saat nanti
Ku tak lagi bersamamu
Ku kan selalu mendo'akanmu
Tapi aku yakin !
Kita tak kan terpisahkan
Karena kaulah satu-satunya
Sahabatku...
Oleh Rocky Malik Rafimanna
Apa lagi yang dapat kulakukan
Untukmu sahabatku...
Selagi ku dapat melihat
Ku kan selalu mengawasimu
Selagi ku masih disampingmu
Ku kan selalu menjagamu
Selagi ku dapat mendengar
Ku selalu ada untuk curhatmu
Selagi ku masih bersamamu
Ku tak kan sia-siakan dirimu
Andai suatu saat nanti
Ku tak lagi bersamamu
Ku kan selalu mendo'akanmu
Tapi aku yakin !
Kita tak kan terpisahkan
Karena kaulah satu-satunya
Sahabatku...
Thursday, 22 September 2016
Puisi Tentang Sahabat
SEKARANG DAN SELAMANYA
Oleh Rocky Malik Rafimanna
Kita nikmati hari ini
Kita persiapkan hari esok
Sebenarnya kita telah bahagia
Dapat berkumpul bersama
Penuh kesenangan bersama
Penuh kesedihan bersama
Dipenuhi dengan kekompakan
Penuh canda dan tawa
Dipenuhi perjuangan dan tangisan
Semua kita jalani bersama
Nikmatilah kebahagiaan kita
Jika tidak sekarang kita bahagia,
Kapan kita akan bahagia?
Tak perlu kita membuang air mata
Hanya untuk memikirkan masa depan
Dimana kita akan berpisah
Apa yang dapat kita mengerti
Mengertilah...
Apa yang dapat kita lakukan
Lakukanlah...
Agar kita tetap kompak bersama
Untuk sekarang dan selamanya
Oleh Rocky Malik Rafimanna
Kita nikmati hari ini
Kita persiapkan hari esok
Sebenarnya kita telah bahagia
Dapat berkumpul bersama
Penuh kesenangan bersama
Penuh kesedihan bersama
Dipenuhi dengan kekompakan
Penuh canda dan tawa
Dipenuhi perjuangan dan tangisan
Semua kita jalani bersama
Nikmatilah kebahagiaan kita
Jika tidak sekarang kita bahagia,
Kapan kita akan bahagia?
Tak perlu kita membuang air mata
Hanya untuk memikirkan masa depan
Dimana kita akan berpisah
Apa yang dapat kita mengerti
Mengertilah...
Apa yang dapat kita lakukan
Lakukanlah...
Agar kita tetap kompak bersama
Untuk sekarang dan selamanya
Wednesday, 21 September 2016
Puisi Tentang Sahabat
AKU INGIN JADI PELANGI DI SENYUMMU
Oleh Rainy Zikri
Dan di saat senyummu menyungging di sudut bibirmu....
Disaat itu aku melihat pelangi yang indah di sekitarmu....
Bagaimana caranya melupakan keindahan itu jika ku temukan bahagia di dalamnya
Jika aku menjadi pelangi yang mengelilingimu
Pasti matamu berbinar begitu indah di saat kamu melihat ke arahku....
Atau jika aku dan kamu duduk memandang langit cerah sehabis hujan....
Dan di sana ada kilau berwarna yang indah
Pasti aku juga akan melihat keindahan senyummu
Seperti kilauan pelangi di langit cerah sehabis hujan
Atau jika di langit malam dengan banyak taburan bintang....
Akan aku bayangkan ada pelangi yang melengkung di antara setiap bintang...
Pasti akan indah....
Seindah kerlipan bintang dan warna warni pelangi dibeningnya matamu...
Dan akan ku lihat jua ada senyum indahmu di situ
Bagaimana caranya melupakan keindahan itu jika ku temukan bahagia di dalamnya
Dalam senyumanmu
Jika aku bisa...
Aku ingin jadi pelangi di senyummu
Oleh Rainy Zikri
Dan di saat senyummu menyungging di sudut bibirmu....
Disaat itu aku melihat pelangi yang indah di sekitarmu....
Bagaimana caranya melupakan keindahan itu jika ku temukan bahagia di dalamnya
Jika aku menjadi pelangi yang mengelilingimu
Pasti matamu berbinar begitu indah di saat kamu melihat ke arahku....
Atau jika aku dan kamu duduk memandang langit cerah sehabis hujan....
Dan di sana ada kilau berwarna yang indah
Pasti aku juga akan melihat keindahan senyummu
Seperti kilauan pelangi di langit cerah sehabis hujan
Atau jika di langit malam dengan banyak taburan bintang....
Akan aku bayangkan ada pelangi yang melengkung di antara setiap bintang...
Pasti akan indah....
Seindah kerlipan bintang dan warna warni pelangi dibeningnya matamu...
Dan akan ku lihat jua ada senyum indahmu di situ
Bagaimana caranya melupakan keindahan itu jika ku temukan bahagia di dalamnya
Dalam senyumanmu
Jika aku bisa...
Aku ingin jadi pelangi di senyummu
Tuesday, 20 September 2016
Puisi Tentang IBU
IBU
Oleh Ade Mizwar
Ibu!
Katakan apa yg harus aku ucap
Bait-bait rindu berbaris dalam syairku
Menyusun tulisan indah untuk kulantunkan kepadamu.
Katakanlah ibu!
Benihmu telah tumbuh menjadi pohon kehidupan
Tak perlu lagi kau resah akan pahitnya kenyataan
Aku benihmu ibu
Yg sering kali kau sirami aku dengan secawan harapan!
Dengan air sucimu ibu!
Aku tumbuh menjadi malaikat kecilmu
Menjadi harapanmu
Kelak menjadi hiasanmu di sorga sana.
Kakimu telah melangkah sejauh yg tak dapat aku tatap.
Menyebrangi samudra kehidupan,
Bahkan ragamu kini telah layu
Menerkam matahari untuk dapat mengabadikan riwayatmu.
Kulit kusammu gambar kehalusan kasihmu
Dan rentan ragamu lukis ihklas sanubarimu
Air mataku ibu!
Tak sanggup bermuara di tepian haru
Hanya membanjiri kelemahanku,
Larut kerut ketidak mampuanku.
Dulu, kau ajari aku mengeja tulisan merdu
Meski tanpa nada, Namun dengan senyum kecil di sela keraguanmu
Bait-bait itu menjadi syahdu.
Hatimu lembut, bagai butir embun kala fajar menyapa
Bijak sikapmu, serupa senja memisahkan warna pada langit yg tampak dilema.
Terima kasih ibu,
Kau lahirkan aku kedunia
Kau bukakan aku pintu kehidupan
Sungguh, kau kunci yg hidup
Dan yg melahirkan kehidupan!
Baktimu pada tuhan
mencicipi asam-garam kenyataan
Menganyam harapan menjadi selendang kehidupan
Hanya untuk kerahmatan yg haqiqi
Dan bekalmu nanti.Riwayatkanlah kepadaku!
Keyakinanmu teguh terumbu karang
Kesabaranmu membentang langit dan lautan.
Dosaku ibu,
Sering melupakanmu,Mengalirkan air matamu dengan kenakalanku,
Namun tetap selalu kau selipkan namaku di setiap baris do'a-do'amu
Disetiap sujudmu.
Cambuk aku ibu!
Hingga aku dapat merasakan kesakitanmu
Kala bertaruh nyawa hanya untuk melahirkanku.
Kurung aku!
Hingga aku tersadar keindahan dunia hanya akan menyesatkanku.
Lalu,,
Ampunilah aku
Sebab ridho tuhan bersamamu
Kau yg dapat mununtun akhiratku
Maka ampunilah aku.Ampuni aku, ibu!
Umi
Oleh Ade Mizwar
Ibu!
Katakan apa yg harus aku ucap
Bait-bait rindu berbaris dalam syairku
Menyusun tulisan indah untuk kulantunkan kepadamu.
Katakanlah ibu!
Benihmu telah tumbuh menjadi pohon kehidupan
Tak perlu lagi kau resah akan pahitnya kenyataan
Aku benihmu ibu
Yg sering kali kau sirami aku dengan secawan harapan!
Dengan air sucimu ibu!
Aku tumbuh menjadi malaikat kecilmu
Menjadi harapanmu
Kelak menjadi hiasanmu di sorga sana.
Kakimu telah melangkah sejauh yg tak dapat aku tatap.
Menyebrangi samudra kehidupan,
Bahkan ragamu kini telah layu
Menerkam matahari untuk dapat mengabadikan riwayatmu.
Kulit kusammu gambar kehalusan kasihmu
Dan rentan ragamu lukis ihklas sanubarimu
Air mataku ibu!
Tak sanggup bermuara di tepian haru
Hanya membanjiri kelemahanku,
Larut kerut ketidak mampuanku.
Dulu, kau ajari aku mengeja tulisan merdu
Meski tanpa nada, Namun dengan senyum kecil di sela keraguanmu
Bait-bait itu menjadi syahdu.
Hatimu lembut, bagai butir embun kala fajar menyapa
Bijak sikapmu, serupa senja memisahkan warna pada langit yg tampak dilema.
Terima kasih ibu,
Kau lahirkan aku kedunia
Kau bukakan aku pintu kehidupan
Sungguh, kau kunci yg hidup
Dan yg melahirkan kehidupan!
Baktimu pada tuhan
mencicipi asam-garam kenyataan
Menganyam harapan menjadi selendang kehidupan
Hanya untuk kerahmatan yg haqiqi
Dan bekalmu nanti.Riwayatkanlah kepadaku!
Keyakinanmu teguh terumbu karang
Kesabaranmu membentang langit dan lautan.
Dosaku ibu,
Sering melupakanmu,Mengalirkan air matamu dengan kenakalanku,
Namun tetap selalu kau selipkan namaku di setiap baris do'a-do'amu
Disetiap sujudmu.
Cambuk aku ibu!
Hingga aku dapat merasakan kesakitanmu
Kala bertaruh nyawa hanya untuk melahirkanku.
Kurung aku!
Hingga aku tersadar keindahan dunia hanya akan menyesatkanku.
Lalu,,
Ampunilah aku
Sebab ridho tuhan bersamamu
Kau yg dapat mununtun akhiratku
Maka ampunilah aku.Ampuni aku, ibu!
Umi
Monday, 19 September 2016
Puisi Tentang IBU
TANGISAN SEORANG IBU
Oleh Karina
IBU...
Mengapa kau menangis..
IBU...
Janganlah ..! kau bersedih..
IBU...
Jangan kau membuang air matamu...
Tak tega aku melihat mu bersedih...
Tak kuasa aku melihat mu menangis...
Ingin rasanya aku menghilangkan kesedihan mu...
Dan beban mu... Atas diriku
Ingin aku mengusap air mata mu..
Air mata mu..
Yang jatuh karena diriku...
Ibu...
Maafkanlah daku
Yang selalu membuat mu
Menangis
Ibu...
Tangisan mu menyadarkan ku
Bahwa kau sangat menyayangi ku
Kasih sayang mu
Yang sangat besar untuk ku
Ibu...
Terima kasih atas kasih sayang mu
Oleh Karina
IBU...
Mengapa kau menangis..
IBU...
Janganlah ..! kau bersedih..
IBU...
Jangan kau membuang air matamu...
Tak tega aku melihat mu bersedih...
Tak kuasa aku melihat mu menangis...
Ingin rasanya aku menghilangkan kesedihan mu...
Dan beban mu... Atas diriku
Ingin aku mengusap air mata mu..
Air mata mu..
Yang jatuh karena diriku...
Ibu...
Maafkanlah daku
Yang selalu membuat mu
Menangis
Ibu...
Tangisan mu menyadarkan ku
Bahwa kau sangat menyayangi ku
Kasih sayang mu
Yang sangat besar untuk ku
Ibu...
Terima kasih atas kasih sayang mu
Sunday, 18 September 2016
Puisi Tentang Sahabat
BUKAN HANYA SEKEDAR SAHABATMU
Oleh Nurul Rifki
Aku tahu kita dekat
Aku tahu kita saling berbagi cerita
Tapi akan kah kau mengerti
Kalau aku tak hanya ingin jadi sahabatmu
Tak bisa kah kau lihat ketulusanku
Saat aku menatapmu
Saat aku disamping mu aaahhh rasa ini membuatku gila..
Apakah kau akan menyadari
Aku disini bukan sebagai sahabatmu
Tapi aku .. aku ahhh aku tak bisa jelaskan ini padamu
Rasanya ingin aku katakan aku menyayangimu
Tapi jika aku katakan itu
Aku takut kehilanganmu
Bukan hanya dirimu tapi persahabatan ini
Biarlah ku pendam rasa ini walaupun hati tak bisa kendalikan mauku
Biarlah ku cari cara nanti
Agar kau dapat yakin dengan perasaanku
Dan agar kau sadari
Bahwa aku bukan hanya sekedar sahabatmu
Oleh Nurul Rifki
Aku tahu kita dekat
Aku tahu kita saling berbagi cerita
Tapi akan kah kau mengerti
Kalau aku tak hanya ingin jadi sahabatmu
Tak bisa kah kau lihat ketulusanku
Saat aku menatapmu
Saat aku disamping mu aaahhh rasa ini membuatku gila..
Apakah kau akan menyadari
Aku disini bukan sebagai sahabatmu
Tapi aku .. aku ahhh aku tak bisa jelaskan ini padamu
Rasanya ingin aku katakan aku menyayangimu
Tapi jika aku katakan itu
Aku takut kehilanganmu
Bukan hanya dirimu tapi persahabatan ini
Biarlah ku pendam rasa ini walaupun hati tak bisa kendalikan mauku
Biarlah ku cari cara nanti
Agar kau dapat yakin dengan perasaanku
Dan agar kau sadari
Bahwa aku bukan hanya sekedar sahabatmu
Subscribe to:
Posts (Atom)
Terpanjat do'a tuk seorang insan Tiada lain kau yang ku dambakan Besar angan dan harapan Allah cipta kita tuk disatukan . Seb...
-
Gadis Berkerudung Itu Oleh Rizki Hadid Cukup lama ilalang ini menjadi alas dudukku. Hingga di seberkas sore yang syahdu, gadis berkerudung ...
-
">Places in Pekalongan - Pekalongan regency is one tourist destination in Central Java is located in a row of the north coast o...
-
Cinta Dalam Dzikirku Oleh Nurlina Aim Dibalik cadarku Bibirku melantunkan syair dzikir untukmu Berpasrah pada sang khalik akan takdir hid...