Tuesday, 25 October 2016

Puisi Motivasi, Energi Jati Diri

ENERGI JATI DIRI
Oleh Chandra Dani

Aku ber diri di ambang diri
Menatap raga yang tak pasti
Penyesalan yang selalu datang menghantui
Bagaikan kutukan yang tak dapat dipungkiri
Harapanku untuk menaklukan bumi
Seakan sirna, hilang lenyap ditelan emosi

Dalam renungku aku mencari
Mencari jati diri yang selama ini belum kudapati
Dalam imajinasi aku berjanji
Menaklukkan bumi yang telah membuatku terpecundangi !
Lihatlah suatu saat nanti !!!

Monday, 24 October 2016

Cinta Dalam Dzikirku Oleh Nurlina Aim
Dibalik cadarku Bibirku melantunkan syair dzikir untukmu Berpasrah pada sang khalik akan takdir hidupku pasrah akan garis tangan yang dilukis sang ESA Hatiku begitu mendamba kehadiranmu Memuja sosokmu dalam khayalan semu Hingga terasa menyiksa batinku Hingga terasa menenggelamkanku pada lautan rindu Wahai kekasih halalku Dimanakah engkau berada? Jemputlah aku dalam Mahligai Mahligai cinta yang Sakina, Mawadah, Warahma Wakatobi, 25 Juli 2015

Sunday, 23 October 2016

Puisi Motivasi, Suatu Hari

SUATU HARI
Oleh Ayu Sidin

Suatu hari,
Ketika memoriku kembali pada hari ini
Terfikir alangkah lebih baik tak kujejaki hari
Karena aku salah kaprah akan diri

Hari ini...
Aku tak mengenal siapa aku..
Aku tak menyadari dimana aku...
Hingga aku tak tahu apa yang harus kulakukan

Aku,
Jejaki hari dalam samar
Mengikuti alur tanpa fikir
Melangkah tanpa arah

Dan langkahku...
Tak pasti entah kemana
Seakan tak punya visi tuk gapai nanti
Melihat yang ada,menikmati yang ada,lalu  semua musnah

Tentang visi...
Terlalu naif pikirku saat ini
Bukan itu di dalam benak
Tapi disini...
Di hati ini...
Tengah bergolak gejolak mudaku...

Hahahahaha....
Jadi,untuk apa memikirkan yang nanti
Puaskan dahaga hati
Bersenang dan nikmati hari ini

Hari ini...
Hanya kepuasan sesaat ku nikmati
Menghabiskan hari dalam gurau
Akan cerita romantika, seks dan games
Hanya itu...
Yah,hanya itu hari ini ...

Sooo....
Kembali ke suatu hariku
Suatu hari
Ketika hanya ada penyesalan akan hari ini

Saturday, 22 October 2016

Puisi Motivasi, Terimakasih Masa Lalu

TERIMA KASIH MASA LALU
Oleh Afiana Safitri

Masa lalu . . .
Mengingatkanku pada hal itu
Masa yang pilu
Penuh butiran debu

Ketika itu,
Hatiku menangis tersedu
Tuhan, ku berharap padamu
Hapuskan air mata di hatiku
Ampunilah aku dari dosaku

Seiring waktu pun tlah berlalu . . .
Ku ucapkan terima kasihku
Pada masa lalu . . .
Karnamu masa lalu,
Aku belajar banyak hal dalam hidupku

Detik waktu pun terus berjalan . . .
Gelap dan terang
Bak roda kehidupan
Tlah ku lupakan,
Masa lalu yang kelam
Sekarang ku akan,
Berhati-hati dalam menjalani kehidupan

Kini ku terus berjalan kedepan !
Dengan penuh keyakinan !
Dengan bekal pengalaman
Juga pengetahuan
Hadapi tantangan !
Singkirkan keterpurukan !
Tuk kejar cita – cita, harapan
Dan masa depan !

Friday, 21 October 2016

Puisi Motivasi, Teruntuk Kamu

TERUNTUK KAMU
Oleh Laras prameswari

Teruntuk kamu yang sekarang sudah aku ikhlas kan
Terimakasih banyak atas segala pembelajaran
Aku tahu hadir mu pasti sudah ditakdirkan tuhan
Dan akhir cerita kita pun sudah menjadi ketentuan
Walapun hati ini sempat enggan untuk melupa
Jiwa ini masih memaksa untuk tetap bersama
Tapi dengan bismillah semua ini akan ku coba

Teruntuk kamu yang telah membuat ku jatuh dan mencinta bukan hanya padamu saja,
Melainkan juga pada sang pemilik cinta
Yakinlah, aku tak tahu harus berbuat apa
Selain berserah dan berusaha untuk tetap istiqomah
Menjaga agar cinta yang ku rasa tak berujung pada dosa
Seperti cinta yang pernah ku rasa sebelumnya

Aku yakin rasa di jiwa ku dan jiwa mu tak jauh beda
Berharap kita untuk bisa bersama menjalin cinta
Namun percayalah mungkin ini hanya nafsu diri belaka
Yang akan membawa kita dalam dosa-dosa cinta

Rindu dan rasa ingin bertemu pernah beradu menjadi satu
Namun biarlah ku titipkan rindu itu dalam tiap sujud ku
Biar rintih doa ku yang memeluk tidur nyenyak mu
Dan sesekali hadir menyelinap dalam mimpi indah mu

Teruntuk kamu yang mungkin saat ini sedang memikirkan ku
Bangkitlah dan segerakan ambil air wudhu
Biarkan sujud mu dan sujud ku menjadi pengobat rindu
Biarkan doa ku dan doa mu bertemu menjadi satu
Karena aku yakin sang pemilik cinta pasti maha tahu
Tentang apa isi jiwa mu dan jiwa ku

Thursday, 20 October 2016

Puisi Motivasi, Embun Di Pagi Hari

EMBUN DI PAGI HARI
Oleh Mila Latifah

Menelusuri pantai nan indah
Elok suasana kian menerpa
Tetesan air kini mengalir ke alamnya
Dedaunan di tepi sungai
Bawalah diriku menuju sejuta keindahan

Ekspresikan dirimu melalui sejuta warna
Senyum itu indah
Ramah itu baik
Bila aku membawa segala kenangan
Ku lukis kan dalam kalbu
Menjadi yang terbaik diantara bintang-bintang

Wednesday, 19 October 2016

Puisi Motivasi, Irama Mimpi

IRAMA MIMPI
Oleh Hikari Fukishiro

Alunan mimpi itu bergema lepas
Silih berganti memberikan nafas
Irama khayal yang terus berarah
Semakin hari membawa aku ke arah aneh

Mimpi...
Ya mungkin itu hanya sekedar mimpi
Mimpi yang silih berganti menghantui
Mimpi yang kian hari mengikuti

Tapi jika bisa aku bicara
Kalian salah berbicara
Kalian tak benar berkata
Kalian hanya sekedar menghidari hal nyata

Aku tak hidup didalam mimpi
Aku tak sekedar bermimpi
Atau aku hanya dikelilingi hidup mimpi
Aku bukan seorang pemimpi tak berati

Tapi..
Aku hidup untuk mewujudkan mimpi
Aku berbuat untuk membuatnya berarti
Aku akan mencapai MIMPI

Dan..
Hingga nanti kalian akan melihat
Bahwa mimpi yang terpekat
Mampu membuat kalian TERPIKAT!

Puisi Jawa, Mahameru

MAHAMERU 
Oleh Migi Kurnia Ristiani

Alon liwat angin ardi
angin anganti angkuping yayah wibi
tembang saka sambarang satwa
iramane alus ngumandang harmoni

Rembulan liwat
kabeh lintang sumebar
cahyane abyor gumebyar ing langit
marekake ati tentrem

Kabut kandel nutupi wit-witan
hawa adem sumilir liwat
Aku trimo kahanan alasmu
sakjerone nggonmu opo anane
‘Mahameru kang digadhang'

Puisi Jawa, LAYANG SUWORO

Layang SUWORO 
Enisaraswati

Esok mau aku pingin ngucapne...
Tahun baru hijriah...marang panjenengan kang mas..
Ora nyono ora ngimpi...
Naliko arep dak kirim...jariku salah pencet

Opo iki sing diarani..nasip lagi apes
Layang suworo teko panjenengan
Ilang kabeh....

Yen panjenengan takon...
Opo rasane atiku...naliko layang suara ilang...
Aku getun...ananging mung sithik..

Kahanan iki sing ngawe aku nyimpen
Sewu pitakon sing dhak jawab dewe
Ora ono sing kebeneran...
Kabeh kuwi kasane...Sang Gusti

Awake dewe iki mung wayang...kang mas...
Opo jare dalang...obah ngiwo opo obah nengen
Crito ono pambukane...ono ugo pamukasane
Tak jalok marang panjenengan...ayo di tompo kanti nglegowo

Puisi Jawa, Rembulan Moblong

Rembulan Moblong 
Oleh Sdwijosusastro

Nalika rembulan moblong ucul saka gendhonganing jagad
Ayo, gegancangan mapag abyoring lintang sayuta
Dimen biruning langit kang bakal kagelar ing wengi iki
Bisa mbok gambari pangangen-angen geganthaning uripmu

Nalika rembulan moblong mancati tataraning langit
Ayo, gegancangan mapag tumuruning tetes atising embun wengi
Dimen gegambaran geganthaning uripmu
Bisa mbok pulas karana abanging sedya

Nalika rembulan moblong panjer tengahing wengi
Ranggehen abyoring lintang sayuta
Lan jumputana tetes atising embun wengi
Kang kekinclong ing pucuk ijoning gegodhongan
Dimen geganthaning urip kang wus bok gambari
Ing jembaring pangangen-angen
Bisa bok patri ing ati sanubari

Lan nalika rembulan moblong wus pangklong tumpak gigiring arga
Sumetana oboring laku lan cawisna tekening urip
Dimen gegambaran geganthaning urip kang wus kapatri
Bisa kababar bareng mletheking baskara esuk.

Tuesday, 18 October 2016

Puisi Motivasi, SEMANGAT ANTARKAN KAMI PADA KEMERDEKAAN

SEMANGAT ANTARKAN KAMI PADA KEMERDEKAAN
Oleh Iffah Afkarin

Jarum jam berdetak
Degup jantung berdetak
Mereka berdua saling bersahutan
Melawan sepi, memecah keheningan

Awan mengarak, sungai mengalir
Ombak bergelombang, matahari bersinar
Burung berkicau, rerumputan tinggi bergoyang

Sendiri ku masih disini
Terik mentari tak rapuhkan semangatku
Kokoh ku berdiri
Menggenggam tangan
Bersiap tuk kepalkan kata kemerdekaan

Barisan burung dilangit yang teratur, tak berubah
Awan yang diatas kepala, kini tlah pergi jauh

Kini aku menjadi pemimpin,
pasukan-pasukan bersenjata berbaris didepanku.
Indonesia? "Tanah air kita!"
Indonesia? "Merdeka!"
Teriakan-teriakan dengan semangat berkobar

Aku bangga dengan negeriku
Kerja sama bantu Indonesia tuk maju

Monday, 17 October 2016

Puisi Motivasi, Bahagia Sesaat

BAHAGIA SESAAT
Oleh Gatra Aksara

Banyak hikmah darimu
Yang ku dapat
Ku petik saat masih bersama

Yah !
Kebahagiaan sesaat
Banyak harapan terukir
Canda tawa berhamburan
Di antara kebersamaan
Dan pesan singkat
Maupun suara di ponsel

Tapi sekarang apa ?
Tak lagi melihat
Kepahitan semakin pekat
Dan mebuat fikiran gelisah

Ya sudahlah
Raih harapanmu tanpaku
Apapun mimpi-mimpimu
Bersama do'a
Aku selalu menyertainya
Walau tak lagi bertatap muka

Aku selalu berlapang dada
Bila cinta itu tak dapat di paksa
Apalagi terhalang restu orang tua
Endingnya pun sudah jelas berbeda

Setidaknya kita pernah membina rasa
Walau hanya sebentar
Walau hanya bahagia sesaat

Puisi Motivasi, Aku Di Hatimu

AKU DI HATIMU
Oleh Gatra Aksara

Kau tak henti berharap
Aku selalu ada
Ada di mana ?

Aku ada di hatimu
Singkirkan egomu
Cintaku berwujud
Tak sebatas kata-kata

Apa kamu mau
Andai kita berjodoh
Setiap hari hanya makan kata-kata ?

Kau beri aku cinta setengah hati
Aku pun tak masalah
Bahkan sepenuh jiwa
Aku berikan untukmu

Kau mendua
Di depan mataku
Dan kamu bilang :
'' cuma teman ''
Aku pun tak mengapa

Kurang apa aku dimatamu ?

Sunday, 16 October 2016

Puisi Alam, Keindahan Malam

Keindahan Malam 
Oleh Titin Kartika

Kemanakah pergi
Mencari matahari
Ketika malam datang
Membawa sunyi

Membawa kegelapan
Dalam setiap perjalanan
Hanya bulan dan bintang
Yang menerangi malam

Sungguh indahnya malam
Membawa ketenangan
Dalam kedamaian
Dalam setiap detik dan dentang

Oh .. Sungguh indahnya malam
Bulan dan bintang bersinar terang
Menciptakan ketenangan
Sampai ku terlelap di dalamnya

Saturday, 15 October 2016

Puisi Perjuangan, BERSAMA SUJUD DO'A

BERSAMA SUJUD DO'A
Oleh Aghik Anggara

Ku sambut indah senja dalam angan,
pada hamparan langit yang menghitam,
sebuah pengantar pada alur khayalan.
Dalam tidur, untuk sebuah mimpi manis.

Sebuah nama yang mampuh menopang sakitku,
Terbaring diantara serpihan-serpihan,
Senantiasa utuh dalam gelapku,
Hingga lupaku, apa itu Cinta.

Kisah yang tak berujung,
Menebar malam dengan sejuta hiasan,
Terbingkai indah, di sebuah kenangan,
Yang kan berakhir pada akhir kehidupan.

Teriring cepatnya waktu berjalan,
Sebuah nama tersimpan dengan sendirinya,
Simpuh, sujud Qeisha,
Do'a, yang tk seperti luka lama

Puisi Perjuangan, Aku Di 'KATAI'

Aku Di 'KATAI'
Oleh Muhammad Sidik



Saatku lelah..
Hidup susah sudah,
Sang ibu datang menyinari
Bak mentari di pagi hari..

Ku di katakannya;
bila awan gelap pasti kan cerah jua
bila hujan deras pasti kan cerah jua
bila anak lelaki 'kalah',ibu mau sebut kau apa?

Nak hidupmu!
Masih panjang lebar kau tempuh
Masih banyak angan kau ingin
Kenapa nasib kelam kau
masih buntuti

Puisi Perjuangan, HARUS KU TARIK BENDERA PUTIH, SEBELUM BENDERA KUNING MENJEMPUT!

HARUS KU TARIK BENDERA PUTIH, SEBELUM BENDERA KUNING MENJEMPUT!
Oleh Muhammad Sidik


Laki pantang kalah
Kata bung tomo!
Ku yang dulu pasrah
menunggu ajalku.
Tapi dalam bayang ku
masih punya angan walaupun,
Ku hanya berdiri di pantai
Menunggu ada kapal yang
Membawaku ke muara sana.

Hatiku yang koyyak dulu di
Terjang tsunami gentayangan
Harus kembali ku ingat duka!
Saat sang pendekar,
Selalu berkata;
Kau anakku dunia keras!
Bagai baja bukan almunium
apalagi plastik!
Sudah cukup aku saja yang kalah',
kau harus berjuang,
kau lelaki,kobarkan bendera merah,raih angan kau sampai dapat!

Friday, 14 October 2016

Highlight the posts that matter the most (Sorot tulisan yang pentxing paling)

Highlight the posts that matter the most

As bloggers, we all know how important it is to post frequently in order to encourage readers to come back. Of course, the more you post, the more quickly your posts slip down into the archives, making it harder for your readers to discover everything you’ve posted that they might be interested in.

To help make it easier to showcase the posts you want your readers to see, we’ve created a new gadget called Featured Post. With Featured Post, you can choose posts you’ve shared on your blog and highlight them wherever you’d like.



Whether you’d like to re-share that delicious holiday recipe from a few years back, spotlight a can’t-miss promotion you’re running, or just revive something quirky from the archives, the Featured Post gadget is a simple way to show off the content that matters most.

To try it, just head to your Layout tab, add a gadget, and select ‘Featured Post’. You’ll be able to place the gadget wherever you’d like on your blog and then choose the post you’d like to show. If you’d like to highlight something new, you can change the post you feature at any time.

Happy blogging!

Posted by Guy Ronen, Product Manager.

Jika di terjemahkan berarti ya begini :

Sorot tulisan yang paling penting 


Sebagai blogger, kita semua tahu betapa pentingnya untuk mengirim sering dalam rangka mendorong pembaca untuk datang kembali. Tentu saja, semakin Anda posting, semakin cepat posting Anda tergelincir ke dalam arsip, sehingga sulit bagi pembaca Anda untuk menemukan semua yang telah diposting bahwa mereka mungkin akan tertarik.

Untuk membantu memudahkan untuk menampilkan tulisan Anda ingin pembaca Anda untuk melihat, kami telah membuat gadget baru yang disebut Pilihan Post. Dengan Pilihan Post, Anda dapat memilih pos yang Anda bagikan di blog Anda dan menyorot mereka di mana saja Anda inginkan.


Apakah Anda ingin kembali saham yang lezat liburan resep dari beberapa tahun yang lalu, menyoroti promosi tidak boleh terlewatkan Anda menjalankan, atau hanya menghidupkan kembali sesuatu yang unik dari arsip, Pos gadget Unggulan adalah cara sederhana untuk memamerkan konten yang paling penting.

Untuk mencobanya, hanya kepala ke tab Layout, tambahkan gadget, dan pilih 'Feature Post. Anda akan dapat menempatkan gadget di mana pun Anda ingin di blog Anda dan kemudian memilih pos yang ingin Anda tampilkan. Jika Anda ingin menyoroti sesuatu yang baru, Anda dapat mengubah posting Anda memiliki setiap saat.

Senang blogging!

Diposting oleh Guy Ronen, Product Manager

Puisi Perpisahan, Kepergianmu

KEPERGIANMU
Oleh Viyolantika Pratiwi

Tak mampu aku untuk melupakanmu
Tak sanggup aku untuk merelakan dirimu
ku tak ingin kau pergi dariku
ku tak ingin menjauh darimu..


Aku hanya ingin kau slalu dihatiku
Aku hanya ingin kau besamaku
kepergianmu....
kepergianmu membuat duniaku mati
Kepergiamu membuat semangatku pergi


Mengapa kau tinggalkan aku ??
Mengapa kau tega menduakan aku ??
Jika memang ini akhir cinta kita
Jika memang ini perpisahan kita


Akan ku coba
Akan ku iklaskan
Kepergian dirimu........

Wednesday, 12 October 2016

Puisi Perpisahan, Rahasia Perpisahan

RAHASIA PERPISAHAN
Oleh Meicy Septi

Waktu selalu menjadi rahasia Tuhan,
Bahkan terkadang, selalu menjadi rahasia kepedihan ..
Rahasia yang amat memilukan ..
Itulah, rahasia perpisahan ..
Sudah cukup lama kita bersama ..
Sudah cukup lama kita bercanda ..
Sudah cukup lama kita bernostalgia ..
Dan sudah cukup lama kita tahu ..
Tahu pada isi hati masing-masing ..
Aku mencintai mu, dan kamu mencintaiku ..
Tetapi, waktu lama itu tak pernah membuat kita bersatu ..
Bersatu dalam satu kata yang membuat kita bahagia ..
Mungkin, ini bukan waktu untuk kita ..
Waktu untuk kita bisa bersatu ..
Masih ada banyak waktu untuk kita ..
Waktu untuk kita bisa bersatu ..
Hingga akhirnya ..
Rahasia perpisahan itu datang ..
Kau harus pergi ..
Meninggalkan aku seorang diri ..
Mata yang menatap sendu melihat punggung kepergianmu ..
Air mata yang bergerumul pilu melepas elok wajahmu ..
Tangan yang melambai lemah mengucapkan salam bisu ..
Dan bibir pucat yang berbisik pelan mengucapkan aku mencintai mu ..
Aku tergugu menahan kaki yang melemas ..
Aku tergugu menahan bibir yang terus bergetar ..
Aku tergugu menahan tangan yang terus meronta ingin memelukmu ..
Dan aku tergugu, menahan hati yang terus meloncat ingin mengikuti mu ..
Aku akan menunggu mu ..
Menunggu waktu dimana kita bisa bersatu ..
Dan cepatlah pulang ..
Cepat sembuhkan semua keterguguan ku .

Puisi Perpisahan, Luka

LUKA
Oleh Firda Ayu

Apa aku yang pantas untuk dihina
Cumakah aku yang tak sempurna
Hanyakah aku yang menerimanya
Menahan luka yang seharusnya
Aku teteskan kan jadi air mata
Yang sebenarnya akan jadi derita
Ku terdiam untuk melupakannya
Meski hati masih tergores luka

Maafkan aku. . .
Aku tak mampu mengerti kebahagiaanmu
Aku hanyalah ke kecewaanmu
Kau anggap aku selalu salah
tapi semu kuterima
meski semua menyisakan luka

Puisi Perpisahan, Perpisahan Kalian

PERPISAHAN KALIAN
Oleh Pauz

Aku anakmu
Bukankah aku buah hatimu?
Tidakkah kalian menyayangiku?
Sebab kalian orang tuaku

Perpisahan kalian membuatku hancur
Kehancuran anakmmu
Kini mimpi terburuk telah terjadi
Terasa tiada lagi keindahan hidup ini

Telah mati, tak mungkin kembali
Bukan jasad kalian
Tapi cinta kasih kalian
Kasih yang hangat dan tak munkin lengkap lagi

Ayah, ku tahu kau sangat menyayangiku
Tapi jangan kau buat aku bingung olehmu
Karna tak mungkin ku tinggalkan syurgaku
Namun aku tetap anakmu dan kalian orang tuaku

Puisi Perpisahan, Untuk Perpisahan

UNTUK PERPISAHAN
Oleh Miftahul Hanifah Qohar

Di bawah naungan langit biru dengan segala hiasannya yang indah tiada tara
Di atas hamparan bumi dengan segala lukisannya yang panjang terbentang
Masih kudapatkan dan kurasakan
Curahan rahmat dan berbagai ni'mat
Yang kerap Kau berikan
Tapi bila tiba waktu berpisah
Pantaskah kumemohon diri
Tanpa setetes syukur di samudera rahmat-Mu

Di siang hari kulangkahkan kaki bersama ayunan langkah sahabatku
Di malah hari kupejamkan mata bersama orang-orang yang kucintai
Masih kudapatkan dan kurasakan
Keramaian suasana dan ketenangan jiwa
Tapi bila tiba waktu berpisah
Akankah kupergi seorang diri
Tanpa bayang-bayang mereka yang akan menemani

Ketika kulalui jalan-jalan yang berdebu yang selalu mengotori tubuhku
Ketika kuisi masa-masa yang ada dengan segala sesuatu yang tiada arti
Masih bisa kumenghibur diri
Tubuhku kan bersih dan esok kan lebih baik
Tanpa sebersit keraguan
Tapi bila tiba waktu berpisah
Masih adakah kesempatan bagiku
Tuk membersihkan jiwa dan hatiku

Setiap kegagalan yang membawa kekecewaan
Setiap kenyataan yang menghadirkan penyesalan
Masih kudengar dan kurasakan
Suara-suara yang menghibur
Tuk menghapus setiap kecewa dan sesal
Tapi bila tiba waktu berpisah
Adakah yang akan menghiburku
Akankah aku pergi tanpa kekecewaan dan penyesalan

“Makna sahabat dalam hidupku”
Sahabatku adalah tetesan embun pagi
yang jatuh membasahi kegersangan hati
hingga mampu menyuburkan seluruh taman sanubari
dalam kesejukan

Sahabatku adalah bintang gemintang malam di angkasa raya
yang menemani kesendirian rembulan yang berduka
hingga mampu menerangi gulita semesta
dalam kebersamaan

Sahabatku adalah pohon rindang dengan seribu dahan
yang memayungi dari terik matahari yang tak tertahankan
hingga mampu memberikan keteduhan
dalam kedamaian

Wahai angin pengembara
kabarkanlah kepadaku tentang dirinya

Sahabatku adalah kumpulan mata air dari telaga suci
yang jernih mengalir tiada henti
hingga mampu menghapuskan rasa dahaga diri
dalam kesegaran

Sahabatku adalah derasnya hujan yang turun
yang menyirami setiap jengkal bumi yang berdebu menahun
hingga mampu membersihkan mahkota bunga dan dedaun
dalam kesucian

Sahabatku adalah untaian intan permata
yang berkilau indah sebagai anugerah tiada tara
hingga mampu menebar pesona jiwa
dalam keindahan

Wahai burung duta suara
ceritakanlah kepadaku tentang kehadirannya

Terpanjat do'a tuk seorang insan Tiada lain kau yang ku dambakan Besar angan dan harapan Allah cipta kita tuk disatukan . Seb...