Menyediakan puisi terbaru 2017, Kumpulan Puisi Terbaruku 2017, semua puisi, satra, Loker Puisi Kumpulan Puisi-puisi Terlengkap, Saling Berbagi Puisi, poem, poetry, Puisi Romantis, Puisi Cinta, Puisi Kasih Sayang, Puisi Persahabatan, Puisi Patah Hati, Puisi Perjuangan, Puisi Pendidikan, Kumpulan Puisi, Puisi Romantis, Puisi Cinta, Puisi Kasih sayang, Puisi Islami, Puisi Religi, Puisi Sahabat, Puisi Perpisahan, Puisi Patah Hati, Puisi Pendidikan
Tuesday, 25 October 2016
Puisi Motivasi, Energi Jati Diri
Oleh Chandra Dani
Aku ber diri di ambang diri
Menatap raga yang tak pasti
Penyesalan yang selalu datang menghantui
Bagaikan kutukan yang tak dapat dipungkiri
Harapanku untuk menaklukan bumi
Seakan sirna, hilang lenyap ditelan emosi
Dalam renungku aku mencari
Mencari jati diri yang selama ini belum kudapati
Dalam imajinasi aku berjanji
Menaklukkan bumi yang telah membuatku terpecundangi !
Lihatlah suatu saat nanti !!!
Monday, 24 October 2016
Dibalik cadarku Bibirku melantunkan syair dzikir untukmu Berpasrah pada sang khalik akan takdir hidupku pasrah akan garis tangan yang dilukis sang ESA Hatiku begitu mendamba kehadiranmu Memuja sosokmu dalam khayalan semu Hingga terasa menyiksa batinku Hingga terasa menenggelamkanku pada lautan rindu Wahai kekasih halalku Dimanakah engkau berada? Jemputlah aku dalam Mahligai Mahligai cinta yang Sakina, Mawadah, Warahma Wakatobi, 25 Juli 2015
Sunday, 23 October 2016
Puisi Motivasi, Suatu Hari
Oleh Ayu Sidin
Suatu hari,
Ketika memoriku kembali pada hari ini
Terfikir alangkah lebih baik tak kujejaki hari
Karena aku salah kaprah akan diri
Hari ini...
Aku tak mengenal siapa aku..
Aku tak menyadari dimana aku...
Hingga aku tak tahu apa yang harus kulakukan
Aku,
Jejaki hari dalam samar
Mengikuti alur tanpa fikir
Melangkah tanpa arah
Dan langkahku...
Tak pasti entah kemana
Seakan tak punya visi tuk gapai nanti
Melihat yang ada,menikmati yang ada,lalu semua musnah
Tentang visi...
Terlalu naif pikirku saat ini
Bukan itu di dalam benak
Tapi disini...
Di hati ini...
Tengah bergolak gejolak mudaku...
Hahahahaha....
Jadi,untuk apa memikirkan yang nanti
Puaskan dahaga hati
Bersenang dan nikmati hari ini
Hari ini...
Hanya kepuasan sesaat ku nikmati
Menghabiskan hari dalam gurau
Akan cerita romantika, seks dan games
Hanya itu...
Yah,hanya itu hari ini ...
Sooo....
Kembali ke suatu hariku
Suatu hari
Ketika hanya ada penyesalan akan hari ini
Saturday, 22 October 2016
Puisi Motivasi, Terimakasih Masa Lalu
Oleh Afiana Safitri
Masa lalu . . .
Mengingatkanku pada hal itu
Masa yang pilu
Penuh butiran debu
Ketika itu,
Hatiku menangis tersedu
Tuhan, ku berharap padamu
Hapuskan air mata di hatiku
Ampunilah aku dari dosaku
Seiring waktu pun tlah berlalu . . .
Ku ucapkan terima kasihku
Pada masa lalu . . .
Karnamu masa lalu,
Aku belajar banyak hal dalam hidupku
Detik waktu pun terus berjalan . . .
Gelap dan terang
Bak roda kehidupan
Tlah ku lupakan,
Masa lalu yang kelam
Sekarang ku akan,
Berhati-hati dalam menjalani kehidupan
Kini ku terus berjalan kedepan !
Dengan penuh keyakinan !
Dengan bekal pengalaman
Juga pengetahuan
Hadapi tantangan !
Singkirkan keterpurukan !
Tuk kejar cita – cita, harapan
Dan masa depan !
Friday, 21 October 2016
Puisi Motivasi, Teruntuk Kamu
Oleh Laras prameswari
Teruntuk kamu yang sekarang sudah aku ikhlas kan
Terimakasih banyak atas segala pembelajaran
Aku tahu hadir mu pasti sudah ditakdirkan tuhan
Dan akhir cerita kita pun sudah menjadi ketentuan
Walapun hati ini sempat enggan untuk melupa
Jiwa ini masih memaksa untuk tetap bersama
Tapi dengan bismillah semua ini akan ku coba
Teruntuk kamu yang telah membuat ku jatuh dan mencinta bukan hanya padamu saja,
Melainkan juga pada sang pemilik cinta
Yakinlah, aku tak tahu harus berbuat apa
Selain berserah dan berusaha untuk tetap istiqomah
Menjaga agar cinta yang ku rasa tak berujung pada dosa
Seperti cinta yang pernah ku rasa sebelumnya
Aku yakin rasa di jiwa ku dan jiwa mu tak jauh beda
Berharap kita untuk bisa bersama menjalin cinta
Namun percayalah mungkin ini hanya nafsu diri belaka
Yang akan membawa kita dalam dosa-dosa cinta
Rindu dan rasa ingin bertemu pernah beradu menjadi satu
Namun biarlah ku titipkan rindu itu dalam tiap sujud ku
Biar rintih doa ku yang memeluk tidur nyenyak mu
Dan sesekali hadir menyelinap dalam mimpi indah mu
Teruntuk kamu yang mungkin saat ini sedang memikirkan ku
Bangkitlah dan segerakan ambil air wudhu
Biarkan sujud mu dan sujud ku menjadi pengobat rindu
Biarkan doa ku dan doa mu bertemu menjadi satu
Karena aku yakin sang pemilik cinta pasti maha tahu
Tentang apa isi jiwa mu dan jiwa ku
Thursday, 20 October 2016
Puisi Motivasi, Embun Di Pagi Hari
Oleh Mila Latifah
Menelusuri pantai nan indah
Elok suasana kian menerpa
Tetesan air kini mengalir ke alamnya
Dedaunan di tepi sungai
Bawalah diriku menuju sejuta keindahan
Ekspresikan dirimu melalui sejuta warna
Senyum itu indah
Ramah itu baik
Bila aku membawa segala kenangan
Ku lukis kan dalam kalbu
Menjadi yang terbaik diantara bintang-bintang
Wednesday, 19 October 2016
Puisi Motivasi, Irama Mimpi
Oleh Hikari Fukishiro
Alunan mimpi itu bergema lepas
Silih berganti memberikan nafas
Irama khayal yang terus berarah
Semakin hari membawa aku ke arah aneh
Mimpi...
Ya mungkin itu hanya sekedar mimpi
Mimpi yang silih berganti menghantui
Mimpi yang kian hari mengikuti
Tapi jika bisa aku bicara
Kalian salah berbicara
Kalian tak benar berkata
Kalian hanya sekedar menghidari hal nyata
Aku tak hidup didalam mimpi
Aku tak sekedar bermimpi
Atau aku hanya dikelilingi hidup mimpi
Aku bukan seorang pemimpi tak berati
Tapi..
Aku hidup untuk mewujudkan mimpi
Aku berbuat untuk membuatnya berarti
Aku akan mencapai MIMPI
Dan..
Hingga nanti kalian akan melihat
Bahwa mimpi yang terpekat
Mampu membuat kalian TERPIKAT!
Puisi Jawa, Mahameru
Oleh Migi Kurnia Ristiani
Alon liwat angin ardi
angin anganti angkuping yayah wibi
tembang saka sambarang satwa
iramane alus ngumandang harmoni
Rembulan liwat
kabeh lintang sumebar
cahyane abyor gumebyar ing langit
marekake ati tentrem
Kabut kandel nutupi wit-witan
hawa adem sumilir liwat
Aku trimo kahanan alasmu
sakjerone nggonmu opo anane
‘Mahameru kang digadhang'
Puisi Jawa, LAYANG SUWORO
Enisaraswati
Esok mau aku pingin ngucapne...
Tahun baru hijriah...marang panjenengan kang mas..
Ora nyono ora ngimpi...
Naliko arep dak kirim...jariku salah pencet
Opo iki sing diarani..nasip lagi apes
Layang suworo teko panjenengan
Ilang kabeh....
Yen panjenengan takon...
Opo rasane atiku...naliko layang suara ilang...
Aku getun...ananging mung sithik..
Kahanan iki sing ngawe aku nyimpen
Sewu pitakon sing dhak jawab dewe
Ora ono sing kebeneran...
Kabeh kuwi kasane...Sang Gusti
Awake dewe iki mung wayang...kang mas...
Opo jare dalang...obah ngiwo opo obah nengen
Crito ono pambukane...ono ugo pamukasane
Tak jalok marang panjenengan...ayo di tompo kanti nglegowo
Puisi Jawa, Rembulan Moblong
Oleh Sdwijosusastro
Nalika rembulan moblong ucul saka gendhonganing jagad
Ayo, gegancangan mapag abyoring lintang sayuta
Dimen biruning langit kang bakal kagelar ing wengi iki
Bisa mbok gambari pangangen-angen geganthaning uripmu
Nalika rembulan moblong mancati tataraning langit
Ayo, gegancangan mapag tumuruning tetes atising embun wengi
Dimen gegambaran geganthaning uripmu
Bisa mbok pulas karana abanging sedya
Nalika rembulan moblong panjer tengahing wengi
Ranggehen abyoring lintang sayuta
Lan jumputana tetes atising embun wengi
Kang kekinclong ing pucuk ijoning gegodhongan
Dimen geganthaning urip kang wus bok gambari
Ing jembaring pangangen-angen
Bisa bok patri ing ati sanubari
Lan nalika rembulan moblong wus pangklong tumpak gigiring arga
Sumetana oboring laku lan cawisna tekening urip
Dimen gegambaran geganthaning urip kang wus kapatri
Bisa kababar bareng mletheking baskara esuk.
Tuesday, 18 October 2016
Puisi Motivasi, SEMANGAT ANTARKAN KAMI PADA KEMERDEKAAN
Oleh Iffah Afkarin
Jarum jam berdetak
Degup jantung berdetak
Mereka berdua saling bersahutan
Melawan sepi, memecah keheningan
Awan mengarak, sungai mengalir
Ombak bergelombang, matahari bersinar
Burung berkicau, rerumputan tinggi bergoyang
Sendiri ku masih disini
Terik mentari tak rapuhkan semangatku
Kokoh ku berdiri
Menggenggam tangan
Bersiap tuk kepalkan kata kemerdekaan
Barisan burung dilangit yang teratur, tak berubah
Awan yang diatas kepala, kini tlah pergi jauh
Kini aku menjadi pemimpin,
pasukan-pasukan bersenjata berbaris didepanku.
Indonesia? "Tanah air kita!"
Indonesia? "Merdeka!"
Teriakan-teriakan dengan semangat berkobar
Aku bangga dengan negeriku
Kerja sama bantu Indonesia tuk maju
Monday, 17 October 2016
Puisi Motivasi, Bahagia Sesaat
Oleh Gatra Aksara
Banyak hikmah darimu
Yang ku dapat
Ku petik saat masih bersama
Yah !
Kebahagiaan sesaat
Banyak harapan terukir
Canda tawa berhamburan
Di antara kebersamaan
Dan pesan singkat
Maupun suara di ponsel
Tapi sekarang apa ?
Tak lagi melihat
Kepahitan semakin pekat
Dan mebuat fikiran gelisah
Ya sudahlah
Raih harapanmu tanpaku
Apapun mimpi-mimpimu
Bersama do'a
Aku selalu menyertainya
Walau tak lagi bertatap muka
Aku selalu berlapang dada
Bila cinta itu tak dapat di paksa
Apalagi terhalang restu orang tua
Endingnya pun sudah jelas berbeda
Setidaknya kita pernah membina rasa
Walau hanya sebentar
Walau hanya bahagia sesaat
Puisi Motivasi, Aku Di Hatimu
Oleh Gatra Aksara
Kau tak henti berharap
Aku selalu ada
Ada di mana ?
Aku ada di hatimu
Singkirkan egomu
Cintaku berwujud
Tak sebatas kata-kata
Apa kamu mau
Andai kita berjodoh
Setiap hari hanya makan kata-kata ?
Kau beri aku cinta setengah hati
Aku pun tak masalah
Bahkan sepenuh jiwa
Aku berikan untukmu
Kau mendua
Di depan mataku
Dan kamu bilang :
'' cuma teman ''
Aku pun tak mengapa
Kurang apa aku dimatamu ?
Sunday, 16 October 2016
Puisi Alam, Keindahan Malam
Oleh Titin Kartika
Kemanakah pergi
Mencari matahari
Ketika malam datang
Membawa sunyi
Membawa kegelapan
Dalam setiap perjalanan
Hanya bulan dan bintang
Yang menerangi malam
Sungguh indahnya malam
Membawa ketenangan
Dalam kedamaian
Dalam setiap detik dan dentang
Oh .. Sungguh indahnya malam
Bulan dan bintang bersinar terang
Menciptakan ketenangan
Sampai ku terlelap di dalamnya
Saturday, 15 October 2016
Puisi Perjuangan, BERSAMA SUJUD DO'A
Oleh Aghik Anggara
Ku sambut indah senja dalam angan,
pada hamparan langit yang menghitam,
sebuah pengantar pada alur khayalan.
Dalam tidur, untuk sebuah mimpi manis.
Sebuah nama yang mampuh menopang sakitku,
Terbaring diantara serpihan-serpihan,
Senantiasa utuh dalam gelapku,
Hingga lupaku, apa itu Cinta.
Kisah yang tak berujung,
Menebar malam dengan sejuta hiasan,
Terbingkai indah, di sebuah kenangan,
Yang kan berakhir pada akhir kehidupan.
Teriring cepatnya waktu berjalan,
Sebuah nama tersimpan dengan sendirinya,
Simpuh, sujud Qeisha,
Do'a, yang tk seperti luka lama
Puisi Perjuangan, Aku Di 'KATAI'
Oleh Muhammad Sidik
Saatku lelah..
Hidup susah sudah,
Sang ibu datang menyinari
Bak mentari di pagi hari..
Ku di katakannya;
bila awan gelap pasti kan cerah jua
bila hujan deras pasti kan cerah jua
bila anak lelaki 'kalah',ibu mau sebut kau apa?
Nak hidupmu!
Masih panjang lebar kau tempuh
Masih banyak angan kau ingin
Kenapa nasib kelam kau
masih buntuti
Puisi Perjuangan, HARUS KU TARIK BENDERA PUTIH, SEBELUM BENDERA KUNING MENJEMPUT!
Oleh Muhammad Sidik
Laki pantang kalah
Kata bung tomo!
Ku yang dulu pasrah
menunggu ajalku.
Tapi dalam bayang ku
masih punya angan walaupun,
Ku hanya berdiri di pantai
Menunggu ada kapal yang
Membawaku ke muara sana.
Hatiku yang koyyak dulu di
Terjang tsunami gentayangan
Harus kembali ku ingat duka!
Saat sang pendekar,
Selalu berkata;
Kau anakku dunia keras!
Bagai baja bukan almunium
apalagi plastik!
Sudah cukup aku saja yang kalah',
kau harus berjuang,
kau lelaki,kobarkan bendera merah,raih angan kau sampai dapat!
Friday, 14 October 2016
Highlight the posts that matter the most (Sorot tulisan yang pentxing paling)
Puisi Perpisahan, Kepergianmu
Oleh Viyolantika Pratiwi
Tak mampu aku untuk melupakanmu
Tak sanggup aku untuk merelakan dirimu
ku tak ingin kau pergi dariku
ku tak ingin menjauh darimu..
Aku hanya ingin kau slalu dihatiku
Aku hanya ingin kau besamaku
kepergianmu....
kepergianmu membuat duniaku mati
Kepergiamu membuat semangatku pergi
Mengapa kau tinggalkan aku ??
Mengapa kau tega menduakan aku ??
Jika memang ini akhir cinta kita
Jika memang ini perpisahan kita
Akan ku coba
Akan ku iklaskan
Kepergian dirimu........
Wednesday, 12 October 2016
Puisi Perpisahan, Rahasia Perpisahan
RAHASIA PERPISAHAN
Oleh Meicy Septi
Waktu selalu menjadi rahasia Tuhan,
Bahkan terkadang, selalu menjadi rahasia kepedihan ..
Rahasia yang amat memilukan ..
Itulah, rahasia perpisahan ..
Sudah cukup lama kita bersama ..
Sudah cukup lama kita bercanda ..
Sudah cukup lama kita bernostalgia ..
Dan sudah cukup lama kita tahu ..
Tahu pada isi hati masing-masing ..
Aku mencintai mu, dan kamu mencintaiku ..
Tetapi, waktu lama itu tak pernah membuat kita bersatu ..
Bersatu dalam satu kata yang membuat kita bahagia ..
Mungkin, ini bukan waktu untuk kita ..
Waktu untuk kita bisa bersatu ..
Masih ada banyak waktu untuk kita ..
Waktu untuk kita bisa bersatu ..
Hingga akhirnya ..
Rahasia perpisahan itu datang ..
Kau harus pergi ..
Meninggalkan aku seorang diri ..
Mata yang menatap sendu melihat punggung kepergianmu ..
Air mata yang bergerumul pilu melepas elok wajahmu ..
Tangan yang melambai lemah mengucapkan salam bisu ..
Dan bibir pucat yang berbisik pelan mengucapkan aku mencintai mu ..
Aku tergugu menahan kaki yang melemas ..
Aku tergugu menahan bibir yang terus bergetar ..
Aku tergugu menahan tangan yang terus meronta ingin memelukmu ..
Dan aku tergugu, menahan hati yang terus meloncat ingin mengikuti mu ..
Aku akan menunggu mu ..
Menunggu waktu dimana kita bisa bersatu ..
Dan cepatlah pulang ..
Cepat sembuhkan semua keterguguan ku .
Puisi Perpisahan, Luka
Oleh Firda Ayu
Apa aku yang pantas untuk dihina
Cumakah aku yang tak sempurna
Hanyakah aku yang menerimanya
Menahan luka yang seharusnya
Aku teteskan kan jadi air mata
Yang sebenarnya akan jadi derita
Ku terdiam untuk melupakannya
Meski hati masih tergores luka
Maafkan aku. . .
Aku tak mampu mengerti kebahagiaanmu
Aku hanyalah ke kecewaanmu
Kau anggap aku selalu salah
tapi semu kuterima
meski semua menyisakan luka
Puisi Perpisahan, Perpisahan Kalian
Oleh Pauz
Aku anakmu
Bukankah aku buah hatimu?
Tidakkah kalian menyayangiku?
Sebab kalian orang tuaku
Perpisahan kalian membuatku hancur
Kehancuran anakmmu
Kini mimpi terburuk telah terjadi
Terasa tiada lagi keindahan hidup ini
Telah mati, tak mungkin kembali
Bukan jasad kalian
Tapi cinta kasih kalian
Kasih yang hangat dan tak munkin lengkap lagi
Ayah, ku tahu kau sangat menyayangiku
Tapi jangan kau buat aku bingung olehmu
Karna tak mungkin ku tinggalkan syurgaku
Namun aku tetap anakmu dan kalian orang tuaku
Puisi Perpisahan, Untuk Perpisahan
Oleh Miftahul Hanifah Qohar
Di bawah naungan langit biru dengan segala hiasannya yang indah tiada tara
Di atas hamparan bumi dengan segala lukisannya yang panjang terbentang
Masih kudapatkan dan kurasakan
Curahan rahmat dan berbagai ni'mat
Yang kerap Kau berikan
Tapi bila tiba waktu berpisah
Pantaskah kumemohon diri
Tanpa setetes syukur di samudera rahmat-Mu
Di siang hari kulangkahkan kaki bersama ayunan langkah sahabatku
Di malah hari kupejamkan mata bersama orang-orang yang kucintai
Masih kudapatkan dan kurasakan
Keramaian suasana dan ketenangan jiwa
Tapi bila tiba waktu berpisah
Akankah kupergi seorang diri
Tanpa bayang-bayang mereka yang akan menemani
Ketika kulalui jalan-jalan yang berdebu yang selalu mengotori tubuhku
Ketika kuisi masa-masa yang ada dengan segala sesuatu yang tiada arti
Masih bisa kumenghibur diri
Tubuhku kan bersih dan esok kan lebih baik
Tanpa sebersit keraguan
Tapi bila tiba waktu berpisah
Masih adakah kesempatan bagiku
Tuk membersihkan jiwa dan hatiku
Setiap kegagalan yang membawa kekecewaan
Setiap kenyataan yang menghadirkan penyesalan
Masih kudengar dan kurasakan
Suara-suara yang menghibur
Tuk menghapus setiap kecewa dan sesal
Tapi bila tiba waktu berpisah
Adakah yang akan menghiburku
Akankah aku pergi tanpa kekecewaan dan penyesalan
“Makna sahabat dalam hidupku”
Sahabatku adalah tetesan embun pagi
yang jatuh membasahi kegersangan hati
hingga mampu menyuburkan seluruh taman sanubari
dalam kesejukan
Sahabatku adalah bintang gemintang malam di angkasa raya
yang menemani kesendirian rembulan yang berduka
hingga mampu menerangi gulita semesta
dalam kebersamaan
Sahabatku adalah pohon rindang dengan seribu dahan
yang memayungi dari terik matahari yang tak tertahankan
hingga mampu memberikan keteduhan
dalam kedamaian
Wahai angin pengembara
kabarkanlah kepadaku tentang dirinya
Sahabatku adalah kumpulan mata air dari telaga suci
yang jernih mengalir tiada henti
hingga mampu menghapuskan rasa dahaga diri
dalam kesegaran
Sahabatku adalah derasnya hujan yang turun
yang menyirami setiap jengkal bumi yang berdebu menahun
hingga mampu membersihkan mahkota bunga dan dedaun
dalam kesucian
Sahabatku adalah untaian intan permata
yang berkilau indah sebagai anugerah tiada tara
hingga mampu menebar pesona jiwa
dalam keindahan
Wahai burung duta suara
ceritakanlah kepadaku tentang kehadirannya
Terpanjat do'a tuk seorang insan Tiada lain kau yang ku dambakan Besar angan dan harapan Allah cipta kita tuk disatukan . Seb...
-
Gadis Berkerudung Itu Oleh Rizki Hadid Cukup lama ilalang ini menjadi alas dudukku. Hingga di seberkas sore yang syahdu, gadis berkerudung ...
-
">Places in Pekalongan - Pekalongan regency is one tourist destination in Central Java is located in a row of the north coast o...
-
Cinta Dalam Dzikirku Oleh Nurlina Aim Dibalik cadarku Bibirku melantunkan syair dzikir untukmu Berpasrah pada sang khalik akan takdir hid...
