Thursday, 29 September 2016

Puisi Untuk Ayah, KESATRIA TERHEBAT

KESATRIA TERHEBAT
Oleh Umi Kholifah

Mentari tak cukup tega meninggalkan sang awan
Menyengat, membakar setiap sel insan
Di Padang ladang pangan desaku
Tiupan lembut sang bayu
Menggoyangkan dedaun mungil

Di sudut lain
Duduk termenung sendiri
Tatapan redup, kosong menanti hari
Serasa memanggul berat beban kehidupan
Raut wajah yang tak lagi muda
Asa yang selalu menghamba disosoknya
Keringat menjadi teman setianya

Ayah . . .
Dalam hening menggejolak rinduku
Ingin kudekap hingga terlelap
Agar kita merajut mimpi
Esok kelak asa menjadi nyata
Laksaksana ombak di pantai
Berjuta nalurimu
Berdiri gagah menantang arus terjal kehidupan
Menatap merangkul masa depan putra -  putrimu
Menjadi imam disetiap doa

Ayah . . .
Izinkanku memelukmu
Hingga puing butir air mata menetes tiada sadar
Ayah . . .
Pinjami aku hatimu
Agar ku tau
Bagaimana cara berjuang
Tanpa sedikit pun mengeluh

Tuhan . . .
Engkau Melihat
Engkau Mendengar
Engkau Meridhoi setiap doau
Engkau telah menciptakan
Kesatria terhebat di jagad raya ini
Lindungilah kesatriaku dalam cinta kasih sayang-Mu
Seperti ia menyayangku tiada akhir

Ayah . . .
Aku mecintaimu . . .

No comments:

Post a Comment

Terpanjat do'a tuk seorang insan Tiada lain kau yang ku dambakan Besar angan dan harapan Allah cipta kita tuk disatukan . Seb...