Showing posts with label Puisi Kesedihan. Show all posts
Showing posts with label Puisi Kesedihan. Show all posts

Tuesday, 27 September 2016

Puisi Tentang Kesedihan, PESAN UNTUKMU

PESAN UNTUKMU
Tri Yuza Kasnuharda

Aku hanya mengingat kembali
Kebersamaan yang telah berlalu
Antara kau dan aku
Yang kini tak lagi berlaku

Aku teringat kembali
Saat kau tersipu malu
Ketika aku tersenyum padamu
Hingga kau mengalihkan pandanganmu

Aku teringat kembali
Terakhir kali kita bertemu
Kau dan aku
Di akhiri oleh tanya, yang jawabannya sudah tak lagi aku perlu !!

Puisi Tentang Kesedihan, JAUH CINTAKU

JAUH CINTAKU
Oleh Faidul Wizari

Kulihat kala itu,
Jauh di sana!
Kau pisah cintaku

Kutatap matamu;
Bukan aku memutar lampu
Kutatap matamu
Kau tak mau rindu

Siapakah gerangan kau harapkan pangeran
hingga aku, kau anggap hanya kepingan?

Kuberikan bunga wangi asmara
Tapi, kau hanya sekali bicara.
Penuh hari kau kucari
Penuh hari cintaku ini

Malam yang kuhinggapi
di antara tidur dan mimpi yang berlari
di taman bunga halaman istana
melukis bayangan ratu dan raja

Demi do’aku
Kau pun mendekat
Demi do’aku Kau pun terpikat

Jakarta, 2007

Monday, 5 September 2016

Puisi Tentang Kesedihan, SURAT UNTUK HAWA

SURAT UNTUK HAWA
Oleh Frizda Eza Pahlevi

Hari ini tepat 6 tahun aku mengenalmu.
Dari masa itu sampai masa sekarang..
Kau jelas tampak berbeda jauh..
Beribu kata dan curahan terdengar jelas sayup di telinga.
Aku pun begitu menikmati setiap eja'an kata darimu..
Tentang yang serius sampai kadang menjadi bahan untuk becanda.
Angan dan cita mu begitu besar dan mulia..
Sampai aku kadang berfikir bagaimana aku bisa ada sejajar disamping mu.
Gadisku...?
Berlarilah terus kedepan, kejar dan gapailah semua yang ada di benak mu.
Jangan pernah kau tengok aku yang ada dibelakang mu..
Jangan pernah kau coba kembali kebelakang .
Tataplah yang ada di depan mu.
Aku hanya bisa selipkan doa ku di hati mu.
Terus berlarilah gadisku..
Dan jika nanti di depan sana ada laki-laki yang menurut mu jauh lebih baik dariku bersandinglah dengannya jika kau benar mengharapnya.
Aku ikhlas gadisku..
Aku ikhlas bukan aku tak sayang, tapi aku harus tau kebahagiaan mu jauh lebih harus dari kebahagiaan ku.
Untuk senyum dan bahagiamu kelak nanti.
Jangan sungkan..!
Jangan tengok aku jika di depan ada bahagia yang lebih dari yang ku berikan.
Aku akan tersenyum jika kau lebih tersenyum...
Kini kau telah berada jauh di depan ku.
Sampai kadang aku melamun..
Apakah jika aku ikut berlari kau masih mengenali ku..?
Mungkin tidak, dan akupun yakin itu tidak.
Jika benar kau akan bersanding dengan laki-laki yang kau suka itu.
Jangan pernah kau coba untuk membelakanginya..
Ingat..!
Laki-laki mu adalah imam mu, dan imam mu adalah penuntun dunia dan akherat mu.
Beradalah di sampingnya,.
Jangan pernah coba suaramu lebih keras dari suara imam mu..
Jangan pernah sikap mu lebih keras dari sikapnya.
Jangan pernah coba mengimami imam mu.
Teruslah bersifat halus dan layanilah imam mu dengan penuh cinta dan kasih.
Maka surga yang akan menjamin mu.
Karna hanya dia pintu surga yang dapat kau masuki setlah kau lepas dari orang tua mu.
Masih ingatkan...?
Dulu aku pernah berbisik padamu.
"Jika nanti aku jadi imam mu berarti surgamu ada di ridho ku wahai hawa ku"
Sekarang pun masih sama walau aku bukan yang bersanding dengan mu.
Teruslah dan syukurilah nikmat mu hari ini wahai gadisku.
Dan percayakan bahwa imam mu adlah laki-laki yang bertanggung jawab.
Jangan pernah sesali dengan pilihan mu..
Aku yakin cinta mu lebih kepadanya dari cinta mu yang pernah ada untuk ku.
Aku simpan begitu rapat cerita yang pernah ada..
Dan aku semakin tau tentang apa itu memiliki dan apa itu kehilangan.
Dan satu pinta ku saja.
Doakan pula aku agar bersanding dengan gadis yang tak kalah berbakti seperti mu.
Tak kalah sayang pada imamnya.
Agar kita sama" bertemu di surga nanti.
Walaupun kau bukan hawa ku, dan aku bukan Adam mu.
Aku yakin cinta yang dalam takan pernah hilang walau tak jodoh.
Dan aku percaya cinta memang tak harus memiliki.
Tapi cinta akan bahagia jika dia yang di cintai bahagia.
Surat ku untuk mu wahai hawa yang tak bersanding di rusuk ku.
Lengkapilah dengan cinta rusuk yang sudah menjadi takdir mu.
Aku pun akan begitu, akan melengkapi dengan cinta rusuk yang menjadi takdir ku.
Terimakasih untuk untaian cinta yang pernah ada.
Bahagialah dengan laki-laki mu.
Maka aku pun akan mencoba bahagia dengan hawa ku.
Teruntuk wahai Hawa.

Saturday, 3 September 2016

Puisi Tentang Kesedihan, MENGAPA?

MENGAPA?
Oleh Dianama Titah Amita Putri
Aku tak tahu apa yang sedang terjadi
Entah apa yang sedang kurasakan
Apa yang sedang ku pikirkan
Apa yang sedang kulakukan
Mengapa semua menjadi seperti ini,
Aku datang kerumah untuk mencari ketenangan
Keamana, kehangatan dan canda tawa
Aku tak ingin mencari masalah, aku tak ingin mencari musuh
Kau kakak ku dan kau adik ku
Sejelek apapun dirimu tetapi kau tetap keluargaku
Serendah apapun kau tetaplah keluargaku
Ku tak pernah membedakanmu, membandingkanmu dengan oranglain
Kau tetaplah keluargaku walau kau menganggapku musuhmu
Dulu kita begitu dekat bagai mata dan telinga
Namun kini matamu buta untuk melihatku
Dan telingamu telah tuli untuk mendengarkanku
Mengapa kini kau begitu berbeda
Apa kini kita telah beranjak dewasa?
Masa dimana kita memiliki dunia sendiri
Jika memang iya,aku tak apa
Namun setidaknya kau dapat mengatakan sepatah kata padaku
Agar aku tak mencemaskan perubahanmu itu
Apa semuanya akan sama ketika kau diam saja
Jelaskan apa yang ingin kalian jelaskan
Aku rindu pada kalian...
Kalian yang selalu memeluku saat aku kedinginan
Kalian yang selalu menuntunku saat ku tak tau jalan
Kalian yang selalu menyediakan bahu saat aku bersedih
Ketika kalian sudah mulai lelah dengan semuanya
Lihatlah aku yang masih menunggu kalian duduk dibawah pohon ini
Lihatlah aku yang akan mendengarkan keluh kesah kalian
Aku masih disini untuk kalian

Puisi Tentang Kesedihan, SALAHKAH AKU

SALAHKAH AKU
Oleh Sri Ani

Aku merasa sendiri walaupun banyak teriakan di sana
Dan aku membutuhkan sesosok insan
Insan yang bisa mengisi kesunyianku
Sunyi yang seakan tanpa batas
Di situ kamu hadir..hadir sebagai sahabat
Yang selalu membuat suasana hati bahagia
Selalu semangat dan bergairah
Akhirnya rasa suka itu datang
Datang menghampiri jiwaku
Berdosakah kalau aku mencintaimu
Bersalahkah aku melabuhkan perasaan sayangku padamu
Tentu tidak karena rasa cinta hadir tak kenal tempat ststus bahkan usia
Pes.Kota 2016
No Urut: 3011
Tanggal: 22/09/2016 18:30:14

Friday, 2 September 2016

Puisi Tentang Kesedihan, PRIBADI GANDA

PRIBADI GANDA
Oleh Indah Purnamasari

Banyak luka terlihat dari pandangan
Namun sedikutpun tak ada yang memberi kasih sayang
Dan saat bekasnya memudar
Pisau menggores luka makin dalam
Satu nafas membuatnya bertahan
Merubah dirinya jadi dua jalan
Kuat dari penglihatan
Rapuh dalam diam
Saat sosoknya tak mampu menahan beban
Sosok lain kan menopangnya dari kesedihan
Membunuh sosok dulu yang hilang dari pandangan

Terpanjat do'a tuk seorang insan Tiada lain kau yang ku dambakan Besar angan dan harapan Allah cipta kita tuk disatukan . Seb...