SANG PAHLAWAN Nyata (AYAH)
Oleh Tarmizi izzy
Oleh Tarmizi izzy
Sedikit kasihku mungkin tak mampu menangkis celoteh hidupmu..
Sedikit kasihku mungkin tak mampu menelisik ruang canda tawamu.
Sedikit kasihku mungkin tak dapat menghapus cemas di benakmu.
Sedikit kasihku mungkin tak dapat mengganti segala ragu di wajahmu.
Kau tak seperti Dewa, namun mampu teguh dan tampak perkasa.
Kau tak seperti Arjuna, namun mampu memenjarakan Nestapa
Kau tak seperti raja, namun mampu menepis segala keluh kesah.
Kau tak seperti ksatria, namun tetap bijaksana.
Kutahu, rambut- rambut halus di kepalamu yang dulu hitam kini telah bercorak putih,
Kutahu, kulit mu yang dulu tampak kencang dan keras kini tak terlihat seperti biasanya.
Sedikit kasihku mungkin tak mampu menelisik ruang canda tawamu.
Sedikit kasihku mungkin tak dapat menghapus cemas di benakmu.
Sedikit kasihku mungkin tak dapat mengganti segala ragu di wajahmu.
Kau tak seperti Dewa, namun mampu teguh dan tampak perkasa.
Kau tak seperti Arjuna, namun mampu memenjarakan Nestapa
Kau tak seperti raja, namun mampu menepis segala keluh kesah.
Kau tak seperti ksatria, namun tetap bijaksana.
Kutahu, rambut- rambut halus di kepalamu yang dulu hitam kini telah bercorak putih,
Kutahu, kulit mu yang dulu tampak kencang dan keras kini tak terlihat seperti biasanya.
Ayah,~
Marah mu adalah cinta yang terbungkuskan kasih sayang,
Marah mu adalah Sayang yang terbungkuskan Ketulusan
Tamparan mu adalah Tamparan tentang kepedulian
Tamparan mu adalah seruan kebijaksanaan.
Marah mu adalah cinta yang terbungkuskan kasih sayang,
Marah mu adalah Sayang yang terbungkuskan Ketulusan
Tamparan mu adalah Tamparan tentang kepedulian
Tamparan mu adalah seruan kebijaksanaan.
Ayah,~
Engkau memang bukan dewa tapi engkau tetaplah sosok panutan
Engkau memang bukan raja tapi engkau tetaplah sosok pemimpin yang selalu jadi harapan
Engkau memang bukan ksatria tapi engkau tetaplah sosok yang selalu hadirkan kecerian
Engkau memang bukan arjuna tapi engkau tetaplah sosok yang selalu hadirkan kasih sayang.
Engkau memang bukan dewa tapi engkau tetaplah sosok panutan
Engkau memang bukan raja tapi engkau tetaplah sosok pemimpin yang selalu jadi harapan
Engkau memang bukan ksatria tapi engkau tetaplah sosok yang selalu hadirkan kecerian
Engkau memang bukan arjuna tapi engkau tetaplah sosok yang selalu hadirkan kasih sayang.
Ayah,~
Umurmu bukanlah alasan, tetaplah menawan
Umurmu bukanlah alasan, tetaplah jadi Sandaran
Keluh kesahmu bukanlah alasan, tetaplah jadi penyokong semangat kesuksesan
Ragu mu bukanlah alasan, tetaplah tersenyum dalam kebaikan
Lesuh mu bukanlah alasan, tetaplah tunjukkan semangat perjuangan
Sakitmu bukanlah alasan, tetaplah jadi sosok pahlawan ( Pahlawan dalam kisah kenyataan)~
Umurmu bukanlah alasan, tetaplah menawan
Umurmu bukanlah alasan, tetaplah jadi Sandaran
Keluh kesahmu bukanlah alasan, tetaplah jadi penyokong semangat kesuksesan
Ragu mu bukanlah alasan, tetaplah tersenyum dalam kebaikan
Lesuh mu bukanlah alasan, tetaplah tunjukkan semangat perjuangan
Sakitmu bukanlah alasan, tetaplah jadi sosok pahlawan ( Pahlawan dalam kisah kenyataan)~
No comments:
Post a Comment