ENERGI JATI DIRI
Oleh Chandra Dani
Aku ber diri di ambang diri
Menatap raga yang tak pasti
Penyesalan yang selalu datang menghantui
Bagaikan kutukan yang tak dapat dipungkiri
Harapanku untuk menaklukan bumi
Seakan sirna, hilang lenyap ditelan emosi
Dalam renungku aku mencari
Mencari jati diri yang selama ini belum kudapati
Dalam imajinasi aku berjanji
Menaklukkan bumi yang telah membuatku terpecundangi !
Lihatlah suatu saat nanti !!!
Menyediakan puisi terbaru 2017, Kumpulan Puisi Terbaruku 2017, semua puisi, satra, Loker Puisi Kumpulan Puisi-puisi Terlengkap, Saling Berbagi Puisi, poem, poetry, Puisi Romantis, Puisi Cinta, Puisi Kasih Sayang, Puisi Persahabatan, Puisi Patah Hati, Puisi Perjuangan, Puisi Pendidikan, Kumpulan Puisi, Puisi Romantis, Puisi Cinta, Puisi Kasih sayang, Puisi Islami, Puisi Religi, Puisi Sahabat, Puisi Perpisahan, Puisi Patah Hati, Puisi Pendidikan
Showing posts with label Puisi Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Puisi Motivasi. Show all posts
Tuesday, 25 October 2016
Sunday, 23 October 2016
Puisi Motivasi, Suatu Hari
SUATU HARI
Oleh Ayu Sidin
Suatu hari,
Ketika memoriku kembali pada hari ini
Terfikir alangkah lebih baik tak kujejaki hari
Karena aku salah kaprah akan diri
Hari ini...
Aku tak mengenal siapa aku..
Aku tak menyadari dimana aku...
Hingga aku tak tahu apa yang harus kulakukan
Aku,
Jejaki hari dalam samar
Mengikuti alur tanpa fikir
Melangkah tanpa arah
Dan langkahku...
Tak pasti entah kemana
Seakan tak punya visi tuk gapai nanti
Melihat yang ada,menikmati yang ada,lalu semua musnah
Tentang visi...
Terlalu naif pikirku saat ini
Bukan itu di dalam benak
Tapi disini...
Di hati ini...
Tengah bergolak gejolak mudaku...
Hahahahaha....
Jadi,untuk apa memikirkan yang nanti
Puaskan dahaga hati
Bersenang dan nikmati hari ini
Hari ini...
Hanya kepuasan sesaat ku nikmati
Menghabiskan hari dalam gurau
Akan cerita romantika, seks dan games
Hanya itu...
Yah,hanya itu hari ini ...
Sooo....
Kembali ke suatu hariku
Suatu hari
Ketika hanya ada penyesalan akan hari ini
Oleh Ayu Sidin
Suatu hari,
Ketika memoriku kembali pada hari ini
Terfikir alangkah lebih baik tak kujejaki hari
Karena aku salah kaprah akan diri
Hari ini...
Aku tak mengenal siapa aku..
Aku tak menyadari dimana aku...
Hingga aku tak tahu apa yang harus kulakukan
Aku,
Jejaki hari dalam samar
Mengikuti alur tanpa fikir
Melangkah tanpa arah
Dan langkahku...
Tak pasti entah kemana
Seakan tak punya visi tuk gapai nanti
Melihat yang ada,menikmati yang ada,lalu semua musnah
Tentang visi...
Terlalu naif pikirku saat ini
Bukan itu di dalam benak
Tapi disini...
Di hati ini...
Tengah bergolak gejolak mudaku...
Hahahahaha....
Jadi,untuk apa memikirkan yang nanti
Puaskan dahaga hati
Bersenang dan nikmati hari ini
Hari ini...
Hanya kepuasan sesaat ku nikmati
Menghabiskan hari dalam gurau
Akan cerita romantika, seks dan games
Hanya itu...
Yah,hanya itu hari ini ...
Sooo....
Kembali ke suatu hariku
Suatu hari
Ketika hanya ada penyesalan akan hari ini
Saturday, 22 October 2016
Puisi Motivasi, Terimakasih Masa Lalu
TERIMA KASIH MASA LALU
Oleh Afiana Safitri
Masa lalu . . .
Mengingatkanku pada hal itu
Masa yang pilu
Penuh butiran debu
Ketika itu,
Hatiku menangis tersedu
Tuhan, ku berharap padamu
Hapuskan air mata di hatiku
Ampunilah aku dari dosaku
Seiring waktu pun tlah berlalu . . .
Ku ucapkan terima kasihku
Pada masa lalu . . .
Karnamu masa lalu,
Aku belajar banyak hal dalam hidupku
Detik waktu pun terus berjalan . . .
Gelap dan terang
Bak roda kehidupan
Tlah ku lupakan,
Masa lalu yang kelam
Sekarang ku akan,
Berhati-hati dalam menjalani kehidupan
Kini ku terus berjalan kedepan !
Dengan penuh keyakinan !
Dengan bekal pengalaman
Juga pengetahuan
Hadapi tantangan !
Singkirkan keterpurukan !
Tuk kejar cita – cita, harapan
Dan masa depan !
Oleh Afiana Safitri
Masa lalu . . .
Mengingatkanku pada hal itu
Masa yang pilu
Penuh butiran debu
Ketika itu,
Hatiku menangis tersedu
Tuhan, ku berharap padamu
Hapuskan air mata di hatiku
Ampunilah aku dari dosaku
Seiring waktu pun tlah berlalu . . .
Ku ucapkan terima kasihku
Pada masa lalu . . .
Karnamu masa lalu,
Aku belajar banyak hal dalam hidupku
Detik waktu pun terus berjalan . . .
Gelap dan terang
Bak roda kehidupan
Tlah ku lupakan,
Masa lalu yang kelam
Sekarang ku akan,
Berhati-hati dalam menjalani kehidupan
Kini ku terus berjalan kedepan !
Dengan penuh keyakinan !
Dengan bekal pengalaman
Juga pengetahuan
Hadapi tantangan !
Singkirkan keterpurukan !
Tuk kejar cita – cita, harapan
Dan masa depan !
Friday, 21 October 2016
Puisi Motivasi, Teruntuk Kamu
TERUNTUK KAMU
Oleh Laras prameswari
Teruntuk kamu yang sekarang sudah aku ikhlas kan
Terimakasih banyak atas segala pembelajaran
Aku tahu hadir mu pasti sudah ditakdirkan tuhan
Dan akhir cerita kita pun sudah menjadi ketentuan
Walapun hati ini sempat enggan untuk melupa
Jiwa ini masih memaksa untuk tetap bersama
Tapi dengan bismillah semua ini akan ku coba
Teruntuk kamu yang telah membuat ku jatuh dan mencinta bukan hanya padamu saja,
Melainkan juga pada sang pemilik cinta
Yakinlah, aku tak tahu harus berbuat apa
Selain berserah dan berusaha untuk tetap istiqomah
Menjaga agar cinta yang ku rasa tak berujung pada dosa
Seperti cinta yang pernah ku rasa sebelumnya
Aku yakin rasa di jiwa ku dan jiwa mu tak jauh beda
Berharap kita untuk bisa bersama menjalin cinta
Namun percayalah mungkin ini hanya nafsu diri belaka
Yang akan membawa kita dalam dosa-dosa cinta
Rindu dan rasa ingin bertemu pernah beradu menjadi satu
Namun biarlah ku titipkan rindu itu dalam tiap sujud ku
Biar rintih doa ku yang memeluk tidur nyenyak mu
Dan sesekali hadir menyelinap dalam mimpi indah mu
Teruntuk kamu yang mungkin saat ini sedang memikirkan ku
Bangkitlah dan segerakan ambil air wudhu
Biarkan sujud mu dan sujud ku menjadi pengobat rindu
Biarkan doa ku dan doa mu bertemu menjadi satu
Karena aku yakin sang pemilik cinta pasti maha tahu
Tentang apa isi jiwa mu dan jiwa ku
Oleh Laras prameswari
Teruntuk kamu yang sekarang sudah aku ikhlas kan
Terimakasih banyak atas segala pembelajaran
Aku tahu hadir mu pasti sudah ditakdirkan tuhan
Dan akhir cerita kita pun sudah menjadi ketentuan
Walapun hati ini sempat enggan untuk melupa
Jiwa ini masih memaksa untuk tetap bersama
Tapi dengan bismillah semua ini akan ku coba
Teruntuk kamu yang telah membuat ku jatuh dan mencinta bukan hanya padamu saja,
Melainkan juga pada sang pemilik cinta
Yakinlah, aku tak tahu harus berbuat apa
Selain berserah dan berusaha untuk tetap istiqomah
Menjaga agar cinta yang ku rasa tak berujung pada dosa
Seperti cinta yang pernah ku rasa sebelumnya
Aku yakin rasa di jiwa ku dan jiwa mu tak jauh beda
Berharap kita untuk bisa bersama menjalin cinta
Namun percayalah mungkin ini hanya nafsu diri belaka
Yang akan membawa kita dalam dosa-dosa cinta
Rindu dan rasa ingin bertemu pernah beradu menjadi satu
Namun biarlah ku titipkan rindu itu dalam tiap sujud ku
Biar rintih doa ku yang memeluk tidur nyenyak mu
Dan sesekali hadir menyelinap dalam mimpi indah mu
Teruntuk kamu yang mungkin saat ini sedang memikirkan ku
Bangkitlah dan segerakan ambil air wudhu
Biarkan sujud mu dan sujud ku menjadi pengobat rindu
Biarkan doa ku dan doa mu bertemu menjadi satu
Karena aku yakin sang pemilik cinta pasti maha tahu
Tentang apa isi jiwa mu dan jiwa ku
Thursday, 20 October 2016
Puisi Motivasi, Embun Di Pagi Hari
EMBUN DI PAGI HARI
Oleh Mila Latifah
Menelusuri pantai nan indah
Elok suasana kian menerpa
Tetesan air kini mengalir ke alamnya
Dedaunan di tepi sungai
Bawalah diriku menuju sejuta keindahan
Ekspresikan dirimu melalui sejuta warna
Senyum itu indah
Ramah itu baik
Bila aku membawa segala kenangan
Ku lukis kan dalam kalbu
Menjadi yang terbaik diantara bintang-bintang
Oleh Mila Latifah
Menelusuri pantai nan indah
Elok suasana kian menerpa
Tetesan air kini mengalir ke alamnya
Dedaunan di tepi sungai
Bawalah diriku menuju sejuta keindahan
Ekspresikan dirimu melalui sejuta warna
Senyum itu indah
Ramah itu baik
Bila aku membawa segala kenangan
Ku lukis kan dalam kalbu
Menjadi yang terbaik diantara bintang-bintang
Wednesday, 19 October 2016
Puisi Motivasi, Irama Mimpi
IRAMA MIMPI
Oleh Hikari Fukishiro
Alunan mimpi itu bergema lepas
Silih berganti memberikan nafas
Irama khayal yang terus berarah
Semakin hari membawa aku ke arah aneh
Mimpi...
Ya mungkin itu hanya sekedar mimpi
Mimpi yang silih berganti menghantui
Mimpi yang kian hari mengikuti
Tapi jika bisa aku bicara
Kalian salah berbicara
Kalian tak benar berkata
Kalian hanya sekedar menghidari hal nyata
Aku tak hidup didalam mimpi
Aku tak sekedar bermimpi
Atau aku hanya dikelilingi hidup mimpi
Aku bukan seorang pemimpi tak berati
Tapi..
Aku hidup untuk mewujudkan mimpi
Aku berbuat untuk membuatnya berarti
Aku akan mencapai MIMPI
Dan..
Hingga nanti kalian akan melihat
Bahwa mimpi yang terpekat
Mampu membuat kalian TERPIKAT!
Oleh Hikari Fukishiro
Alunan mimpi itu bergema lepas
Silih berganti memberikan nafas
Irama khayal yang terus berarah
Semakin hari membawa aku ke arah aneh
Mimpi...
Ya mungkin itu hanya sekedar mimpi
Mimpi yang silih berganti menghantui
Mimpi yang kian hari mengikuti
Tapi jika bisa aku bicara
Kalian salah berbicara
Kalian tak benar berkata
Kalian hanya sekedar menghidari hal nyata
Aku tak hidup didalam mimpi
Aku tak sekedar bermimpi
Atau aku hanya dikelilingi hidup mimpi
Aku bukan seorang pemimpi tak berati
Tapi..
Aku hidup untuk mewujudkan mimpi
Aku berbuat untuk membuatnya berarti
Aku akan mencapai MIMPI
Dan..
Hingga nanti kalian akan melihat
Bahwa mimpi yang terpekat
Mampu membuat kalian TERPIKAT!
Tuesday, 18 October 2016
Puisi Motivasi, SEMANGAT ANTARKAN KAMI PADA KEMERDEKAAN
SEMANGAT ANTARKAN KAMI PADA KEMERDEKAAN
Oleh Iffah Afkarin
Jarum jam berdetak
Degup jantung berdetak
Mereka berdua saling bersahutan
Melawan sepi, memecah keheningan
Awan mengarak, sungai mengalir
Ombak bergelombang, matahari bersinar
Burung berkicau, rerumputan tinggi bergoyang
Sendiri ku masih disini
Terik mentari tak rapuhkan semangatku
Kokoh ku berdiri
Menggenggam tangan
Bersiap tuk kepalkan kata kemerdekaan
Barisan burung dilangit yang teratur, tak berubah
Awan yang diatas kepala, kini tlah pergi jauh
Kini aku menjadi pemimpin,
pasukan-pasukan bersenjata berbaris didepanku.
Indonesia? "Tanah air kita!"
Indonesia? "Merdeka!"
Teriakan-teriakan dengan semangat berkobar
Aku bangga dengan negeriku
Kerja sama bantu Indonesia tuk maju
Oleh Iffah Afkarin
Jarum jam berdetak
Degup jantung berdetak
Mereka berdua saling bersahutan
Melawan sepi, memecah keheningan
Awan mengarak, sungai mengalir
Ombak bergelombang, matahari bersinar
Burung berkicau, rerumputan tinggi bergoyang
Sendiri ku masih disini
Terik mentari tak rapuhkan semangatku
Kokoh ku berdiri
Menggenggam tangan
Bersiap tuk kepalkan kata kemerdekaan
Barisan burung dilangit yang teratur, tak berubah
Awan yang diatas kepala, kini tlah pergi jauh
Kini aku menjadi pemimpin,
pasukan-pasukan bersenjata berbaris didepanku.
Indonesia? "Tanah air kita!"
Indonesia? "Merdeka!"
Teriakan-teriakan dengan semangat berkobar
Aku bangga dengan negeriku
Kerja sama bantu Indonesia tuk maju
Monday, 17 October 2016
Puisi Motivasi, Bahagia Sesaat
BAHAGIA SESAAT
Oleh Gatra Aksara
Banyak hikmah darimu
Yang ku dapat
Ku petik saat masih bersama
Yah !
Kebahagiaan sesaat
Banyak harapan terukir
Canda tawa berhamburan
Di antara kebersamaan
Dan pesan singkat
Maupun suara di ponsel
Tapi sekarang apa ?
Tak lagi melihat
Kepahitan semakin pekat
Dan mebuat fikiran gelisah
Ya sudahlah
Raih harapanmu tanpaku
Apapun mimpi-mimpimu
Bersama do'a
Aku selalu menyertainya
Walau tak lagi bertatap muka
Aku selalu berlapang dada
Bila cinta itu tak dapat di paksa
Apalagi terhalang restu orang tua
Endingnya pun sudah jelas berbeda
Setidaknya kita pernah membina rasa
Walau hanya sebentar
Walau hanya bahagia sesaat
Oleh Gatra Aksara
Banyak hikmah darimu
Yang ku dapat
Ku petik saat masih bersama
Yah !
Kebahagiaan sesaat
Banyak harapan terukir
Canda tawa berhamburan
Di antara kebersamaan
Dan pesan singkat
Maupun suara di ponsel
Tapi sekarang apa ?
Tak lagi melihat
Kepahitan semakin pekat
Dan mebuat fikiran gelisah
Ya sudahlah
Raih harapanmu tanpaku
Apapun mimpi-mimpimu
Bersama do'a
Aku selalu menyertainya
Walau tak lagi bertatap muka
Aku selalu berlapang dada
Bila cinta itu tak dapat di paksa
Apalagi terhalang restu orang tua
Endingnya pun sudah jelas berbeda
Setidaknya kita pernah membina rasa
Walau hanya sebentar
Walau hanya bahagia sesaat
Puisi Motivasi, Aku Di Hatimu
AKU DI HATIMU
Oleh Gatra Aksara
Kau tak henti berharap
Aku selalu ada
Ada di mana ?
Aku ada di hatimu
Singkirkan egomu
Cintaku berwujud
Tak sebatas kata-kata
Apa kamu mau
Andai kita berjodoh
Setiap hari hanya makan kata-kata ?
Kau beri aku cinta setengah hati
Aku pun tak masalah
Bahkan sepenuh jiwa
Aku berikan untukmu
Kau mendua
Di depan mataku
Dan kamu bilang :
'' cuma teman ''
Aku pun tak mengapa
Kurang apa aku dimatamu ?
Oleh Gatra Aksara
Kau tak henti berharap
Aku selalu ada
Ada di mana ?
Aku ada di hatimu
Singkirkan egomu
Cintaku berwujud
Tak sebatas kata-kata
Apa kamu mau
Andai kita berjodoh
Setiap hari hanya makan kata-kata ?
Kau beri aku cinta setengah hati
Aku pun tak masalah
Bahkan sepenuh jiwa
Aku berikan untukmu
Kau mendua
Di depan mataku
Dan kamu bilang :
'' cuma teman ''
Aku pun tak mengapa
Kurang apa aku dimatamu ?
Wednesday, 5 October 2016
Puisi Motivasi, Sayap-sayap Garuda
SAYAP-SAYAP GARUDA
(Spesial Menjelang Hari Sumpah Pemuda)
Kalian pemuda, bagai sayap-sayap garuda
Kalian pemuda, garda terdepan Bangsa
Kalian pemuda, pemintal masa depan Indonesia
Kamu pemuda, jangan hanya sibuk merangkai cerita soal cinta
Kamu pemuda, jangan hanya sibuk menghipnotis hati dengan cerita fiksi berbagai drama
Kamu pemuda, jangan hanya sibuk berfoya menikmati indahnya usia
Anda pemuda, jangan hanya pandai berdialektika
Anda pemuda, jangan hanya pandai membakar massa
Anda pemuda, jangan hanya pandai menuntut penguasa
Dialah pemuda, yang anti anarkis
Dialah pemuda, yang anti apatis
Dialah pemuda, manusia kreatif, dinamis, anti statis
Kami pemuda, sayap-sayap garuda
Kami pemuda, kaya akan karya nyata
Kami pemuda, manifestasi peradaban bangsa
Kami, telah bersumpah atas nama tumpah darah, bangsa, dan bahasa
Kami, akan turut bersinergi membangun negeri
Siapa pun, jangan coba patahkan sayap-sayap garuda
Karena tanpa ia, garuda akan kehilangan nyali
Nyali untuk terbang menembus awan atau pun sekedar menjelajahi bumi
Bumi Nusantara, 20 Oktober 2016
"Sang Mata Pena"
(Seorang pemuda yang belum punya banyak karya untuk negerinya)
(Spesial Menjelang Hari Sumpah Pemuda)
Kalian pemuda, bagai sayap-sayap garuda
Kalian pemuda, garda terdepan Bangsa
Kalian pemuda, pemintal masa depan Indonesia
Kamu pemuda, jangan hanya sibuk merangkai cerita soal cinta
Kamu pemuda, jangan hanya sibuk menghipnotis hati dengan cerita fiksi berbagai drama
Kamu pemuda, jangan hanya sibuk berfoya menikmati indahnya usia
Anda pemuda, jangan hanya pandai berdialektika
Anda pemuda, jangan hanya pandai membakar massa
Anda pemuda, jangan hanya pandai menuntut penguasa
Dialah pemuda, yang anti anarkis
Dialah pemuda, yang anti apatis
Dialah pemuda, manusia kreatif, dinamis, anti statis
Kami pemuda, sayap-sayap garuda
Kami pemuda, kaya akan karya nyata
Kami pemuda, manifestasi peradaban bangsa
Kami, telah bersumpah atas nama tumpah darah, bangsa, dan bahasa
Kami, akan turut bersinergi membangun negeri
Siapa pun, jangan coba patahkan sayap-sayap garuda
Karena tanpa ia, garuda akan kehilangan nyali
Nyali untuk terbang menembus awan atau pun sekedar menjelajahi bumi
Bumi Nusantara, 20 Oktober 2016
"Sang Mata Pena"
(Seorang pemuda yang belum punya banyak karya untuk negerinya)
Subscribe to:
Posts (Atom)
Terpanjat do'a tuk seorang insan Tiada lain kau yang ku dambakan Besar angan dan harapan Allah cipta kita tuk disatukan . Seb...
-
">Places in Pekalongan - Pekalongan regency is one tourist destination in Central Java is located in a row of the north coast o...
-
TAK BERPERASAAN Oleh Khasanah Rahmawati Tak Berperasaan Bagai pisau menusuk hati Kau tega menyakitiku sepedih ini Hati ini bukan terb...
-
KAMU DAN HIJRAHKU Oleh Ria Kamu mungkin membenciku.. Atau melupakanku..tak apa.. Karena semua yang aku pilih harus ku jalani.. Sa...