Monday, 5 September 2016

Puisi Untuk Ayah, RINTIHAN UNTUK SEKEPING KELOPAK

RINTIHAN UNTUK SEKEPING KELOPAK
Oleh A.A.P

Kumenatap sebatang bunga yang mulai rusak.
Satu persatu kelopak mulai luluh berjatuhan.
Meninggalkan semua dengan kehampaan.
Sayup - sayup seyummu mulai merekah.
Bersama satu kelopak yang masih bertahan.
perlahan bayangmupun datang.
Bersama kenangan yang masih terngiang.
kusatuka tangan....
memohon pada sekeping kelopak...
Semoga kau datang mengisi kekosongan ruang ini.
Perlahan......
Kumemelas memutar memori.
Perlahan penyesalan itu datang.
Mencoba menusuk menembus nadi.
Sayup - sayup ku mendengar suara.
Bersama hembusan angin yang ada.
Dan kini mulutkupun terkunci.
Hatiku menjerit mengakhiri....
Mencoba bersahabat dengan waktu.
Mencoba melunturkan kerak kesunyian.
Tak terasa,cairan bening lambang sakitpun meluncur...
meluncur membelai pipi....
Kini dengarkan aku....
Wahai sekeping kelopak harapanku...

Puisi Tentang Islam, PENJARA SUCI

PENJARA SUCI
Nur Khoridah

Ruang suci dalam sentuhan Illahi
Batasan adalah keindahan di sana
Nasehat adalah permata di sana
Kebaikan adalah kerinduan di sana
Keimanan adalah tujuan di sana
Penjara suci,
Kemurnianmu meretakan kebebasanku
Laksana tembok yang melindungiku
Menjagaku dari sentuhan kekejaman zaman
Menjagaku dari cakaran-cakaran pergaulan
Kau tempat tawanan hamba- hamba pilihan illahi Robbi
Penjara suci,
Kau perantara kasih illahi
Tak pernah pudar warna kebaikan pelangi ilmu mu
Kau ubah kami dari ketidaktahuan menjadi hamba berilmu
Kau ubah kami dari kerasnya hati menjadi hamba yang bernurani
Kau angkat kami dari gelapnya kebodohan, menuju terangnya pengetahuan
Kau tenangkan hati kami dari kericuhan dunia luar
Penjara suci,
Jadilah tempat penghapus kebodohan kami
Tetaplah menjadi tempat penyegar ilmu- ilmu islami
Siramilah generasi islami dengan ahlak terpuji.

Puisi Tentang Kesedihan, SURAT UNTUK HAWA

SURAT UNTUK HAWA
Oleh Frizda Eza Pahlevi

Hari ini tepat 6 tahun aku mengenalmu.
Dari masa itu sampai masa sekarang..
Kau jelas tampak berbeda jauh..
Beribu kata dan curahan terdengar jelas sayup di telinga.
Aku pun begitu menikmati setiap eja'an kata darimu..
Tentang yang serius sampai kadang menjadi bahan untuk becanda.
Angan dan cita mu begitu besar dan mulia..
Sampai aku kadang berfikir bagaimana aku bisa ada sejajar disamping mu.
Gadisku...?
Berlarilah terus kedepan, kejar dan gapailah semua yang ada di benak mu.
Jangan pernah kau tengok aku yang ada dibelakang mu..
Jangan pernah kau coba kembali kebelakang .
Tataplah yang ada di depan mu.
Aku hanya bisa selipkan doa ku di hati mu.
Terus berlarilah gadisku..
Dan jika nanti di depan sana ada laki-laki yang menurut mu jauh lebih baik dariku bersandinglah dengannya jika kau benar mengharapnya.
Aku ikhlas gadisku..
Aku ikhlas bukan aku tak sayang, tapi aku harus tau kebahagiaan mu jauh lebih harus dari kebahagiaan ku.
Untuk senyum dan bahagiamu kelak nanti.
Jangan sungkan..!
Jangan tengok aku jika di depan ada bahagia yang lebih dari yang ku berikan.
Aku akan tersenyum jika kau lebih tersenyum...
Kini kau telah berada jauh di depan ku.
Sampai kadang aku melamun..
Apakah jika aku ikut berlari kau masih mengenali ku..?
Mungkin tidak, dan akupun yakin itu tidak.
Jika benar kau akan bersanding dengan laki-laki yang kau suka itu.
Jangan pernah kau coba untuk membelakanginya..
Ingat..!
Laki-laki mu adalah imam mu, dan imam mu adalah penuntun dunia dan akherat mu.
Beradalah di sampingnya,.
Jangan pernah coba suaramu lebih keras dari suara imam mu..
Jangan pernah sikap mu lebih keras dari sikapnya.
Jangan pernah coba mengimami imam mu.
Teruslah bersifat halus dan layanilah imam mu dengan penuh cinta dan kasih.
Maka surga yang akan menjamin mu.
Karna hanya dia pintu surga yang dapat kau masuki setlah kau lepas dari orang tua mu.
Masih ingatkan...?
Dulu aku pernah berbisik padamu.
"Jika nanti aku jadi imam mu berarti surgamu ada di ridho ku wahai hawa ku"
Sekarang pun masih sama walau aku bukan yang bersanding dengan mu.
Teruslah dan syukurilah nikmat mu hari ini wahai gadisku.
Dan percayakan bahwa imam mu adlah laki-laki yang bertanggung jawab.
Jangan pernah sesali dengan pilihan mu..
Aku yakin cinta mu lebih kepadanya dari cinta mu yang pernah ada untuk ku.
Aku simpan begitu rapat cerita yang pernah ada..
Dan aku semakin tau tentang apa itu memiliki dan apa itu kehilangan.
Dan satu pinta ku saja.
Doakan pula aku agar bersanding dengan gadis yang tak kalah berbakti seperti mu.
Tak kalah sayang pada imamnya.
Agar kita sama" bertemu di surga nanti.
Walaupun kau bukan hawa ku, dan aku bukan Adam mu.
Aku yakin cinta yang dalam takan pernah hilang walau tak jodoh.
Dan aku percaya cinta memang tak harus memiliki.
Tapi cinta akan bahagia jika dia yang di cintai bahagia.
Surat ku untuk mu wahai hawa yang tak bersanding di rusuk ku.
Lengkapilah dengan cinta rusuk yang sudah menjadi takdir mu.
Aku pun akan begitu, akan melengkapi dengan cinta rusuk yang menjadi takdir ku.
Terimakasih untuk untaian cinta yang pernah ada.
Bahagialah dengan laki-laki mu.
Maka aku pun akan mencoba bahagia dengan hawa ku.
Teruntuk wahai Hawa.

Sunday, 4 September 2016

Puisi Untuk Ayah, KETIKA AYAH TERJATUH

KETIKA AYAH TERJATUH
Oleh Evi Nurfitriani Soeherman

  Benteng pelindung pendengar keluh
Tertiup angin dia rubuh dan terjatuh
Selemah itu dia mengeluh
Benteng di maki dan di caci
Dihujat pendosa yang murka
Aku seperti tunas dari bentengku
Berdinding kelam dan kedinginan
Entah hanya aku, atau mereka tunas yang lain
Ya bentengku, benteng kami tak kuat
Bentengku menopang fondasi menahan retak
Dia luka tapi tak berkata
Dia luka tapi tetap berkuping
Dia luka tapi bertahan dalam cuaca
Bentengku, ayahku
Benteng rubuh, ayah terjatuh.

Puisi Untuk Ayah, PAHLAWANKU AYAH

PAHLAWANKU AYAH
Oleh Imelda Tri Adhari

Ayah engkau lah pria yang selama ini berjuang untuk ku
Ayah yang selalu mengorbankan apa pun demi aku
Walau pun aku masih belum bisa membalas jasa jasa mu itu
Jika saja waktu bisa ku hentikan
Maka aku ingin lebih lama di dekat mu
Sambil menikmati deburan ombak pantai
Bernyanyi dan bersuka cita bersama mu ayah
Tapi mungkinkah saat saat itu tetap bisa ku nikmati bersama mu
Mungkinkah nanti engkau bisa melihat ku tumbuh dewasa
Ayah mengapa kau korbankan waktu mu
Hanya demi aku
Aku yg selalu menyusahkan mu
Ayah mengapa kau selalu ada waktu untuk diri ku
Tapi kau selalu tidak ada waktu akan dirimu sendiri
Mengapa kau selalu khawatir akan diri ku dan kesehatan ku
Tapi kau tidak pernah memperdulikan kesehatan mu sendiri
Ayah maaf kan aku karena aku selalu menyusahkan mu di usia tua mu saat ini
Ayah maaf kan aku
karena aku selalu acuh dengan mu
Dan selalu membantah perintah mu
Andai kau tau ayah
Di balik sikap ku ini
Tersimpan rasa sayang ku kepada mu
Ku sebut namamu dalam setiap doa
Terimakasih ayah karena kau telah merawat ku,menjaga ku
Dan telah mengorbankan segala galanya untuk ku
Tanpa mengharapkan balasan
No Urut: 2759
Tanggal: 11/09/2016 15:25:22

Puisi Tentang Islam,  HANYA SEBUAH RAGA

ASALAMUALLAIKUM TULANG RUSUK KU
Oleh Frizda Eza Pahlevi

Ketika takdir menetapkan laki-laki dan perempuan untuk bersanding..
Tak ada yang dpat mengelak darinya..
Setiap insan pasti punyai rasa ingin memiliki..
Tak terpungkiri juga dengan diri ini.
Begitu banyak ciptaannya yang begitu menawan..
Begitu Anggun dan begitu rupawan.
Dari yang cantik, Manis, imut, bahkan sampai yang Sexy.
Dari yang berkerudung, berponi, berwarna rambutnya hingga yang berkuncir.
Rasanya tertegun melihat semua keindahan yang selalu tampak di depan mata.
Terkesima dengan indahnya ciptaannya yang tergaris sempurna di bumi.
SubhanAllah begitu besar kuasa Mu..
Hingga Aku tak mampu berkedip ketika melihat hawa yang kau ciptakaan tampak nyata.
Rasanya aku sering tak percaya dengan keajaiban ini.
Tapi aku juga percaya bahwa semua akan memiliki pasangan dengan seadil-adilnya.
Kau telah janjikan bila yang baik akan bersanding dengan yang baik.
Bagaimana dengan Aku..?
Ijinkan aku sapa calon bidadari dunia dan Akherat ku dengan Salam.
ASALAMUALLAIKUM yaa calon ibu dari anak ku kelak.
ASALAMUALLAIKUM yaa tulang rusuk ku.
ASALAMUALLAIKUM yaa hawa ku.
Semoga engkau senantiasa dalam lindungannya juga kasihnya.
Aku tak berharap banyak dari mu yaa Calon makmum ku.
Karna aku pun sadar betul aku bukan orang baik.
Aku bukan yang sempurna..
Tapi jika kau ijinkan yaa Calon makmum ku.
Biarkan aku belajar baik dahulu sebelum kau di pertemukan dengan ku.
Agar aku bisa membimbing mu dengan jalan yang benar.
Agar aku bisa janjikan bukan hanya kebahagiaan Dunia saja.
Agar aku bisa lengkapi pula kebahagian dunia dan Akherat mu.
Agar aku bisa berdiri dengan tenang ketika satu saaf di depan mu.
Agar aku menjadi calon Ayah yang baik buat anak mu kelak.
Agar Ayah mu tenang melepas mu untuk ku.
Agar Allah meridohi jalan kita.
Agar aku bisa menjadi kepala rumah tangga yang baik, jujur dan beragama.
Jika waktu telah berpihak jangan cari aku yaa Tulang rusuk ku.
Biarkanlah aku yang berusaha mencari mu..
Berjuang menemukan mu.
Karna kau adalah untuk di perjuangkan bukan kau yang berjuang.
Jika memang belum saatnya, biarkanlah doa ku yang sampaikan lewat hatimu.
Biarkan waktu dan jalan Allah yang mempertemukan.
Jika Allah ijinkan rasanya aku ingin melihat betapa cantiknya dan menawannya dirimu..
Hadirkan lah ya Allah dalam mimpi ku walau sebentar.
Agar aku benar-benar yakin bisa menjadi imam yang baik dunia dan akheratnya.
Ya Allah.
Tetapkanlah hati ini pada satu pilihan mu.
Jangan biarkan hati ini mencoba berpaling dari pilihanmu.
Jangan biarkan mata ini untuk melihat yang lain dari pilihan mu.
Jangan biarkan telinga ini untuk mendengar cerita tentang wanita yang lain selain dari Mu..
Jangan biarkan mulut ini bercerita tentang wanita lain selain dari mu.
Tetapkanlah hati dan jiwa ku untuk tetap menanti satu pilihan dan jawaban dari Mu ya Allah.
Aku akan tetap berusaha menunggu.
Aku akan tetap berusaha ikhtiar..
Aku akan tetap berusaha ikhlas.
Sampai kau pertemukan aku dengan Hawa pilihan Mu ya Tuhan ku.
Aku yakin semua akan indah.
Semua akan berujung..
Ya Hawa ku ini pesan ku..
Jadilah wanita yang punya tonggak Agama.
Jadilah wanita yang punya bekal Agama.
Jadilah wanita yang selalu menutup dirinya untuk dunia.
Jadilah wanita seperti ibu mu.
Jadillah wanita yang takut ketika meninggalkan kewajiban mu.
Aku tunggu diri mu yaa Tulang rusuk ku.
Aku nantikan diri mu yaa Tulang rusuk ku.
Asalamuallaikum untuk mu wahai Tulang rusuk ku yang masih dirahasikan Allah.

Puisi Patah Hati, AKU DAN RAHASIA

AKU DAN RAHASIA
Oleh Ilham Setiawan

Tercipta,
Kawan dari dimensi kini dan lalu
Cerita viral sejak hidup mengenal kata cinta
Dia bak pecahan kaca
Yang menciptakan pola-rupa
Dari wajah-wajah penikmat senja
Bahwa, akulah rupa warna
Yang tak nampak namun ada
Seperti hasrat
Menggebu di pancaran mata yang teduh
Bisakah kau ciptakan-ini
Cinta ku,
Setenang malam yang berselimut embun
Bersemi ria di keheningan malam
Walau tanpa cahya,ia
Berhembus
Terbawa angin
Menyelinap di sela kisi hidupmu
Himne ku,
Meresap rapih
Berdesis penuh irama
Beserta sajak yang mengiringi
Dia, menciptakan harmoni pengisi tabiran rasa
Rasa ku,
Diam dan luas
Terpaku bak lawang sewu
Tapi tetap hidup sepanjang zaman
Tertimbun bak mineral
Tapi berharga di lintas masa
Datanglah, kau
Tanpa suara yang mengusik
Agar, supaya benar tercipta cinta itu
Untuk Kita rengkuh manisnya
Dari cerita yang senandungnya luka, dan
Perih menjadi saksi
Bahwa cinta tak pernah datang sewajarnya
Selalu abstrak untuk di mengerti
Namun, hakekat terciptanya pelangi adalah bentangan warna
Berkilau, lembut, selaras, indah
Menjadi satu dalam ikatan kata cinta.

Terpanjat do'a tuk seorang insan Tiada lain kau yang ku dambakan Besar angan dan harapan Allah cipta kita tuk disatukan . Seb...