Saturday, 3 September 2016

Puisi Untuk Ayah, DEARM AYAH IBU YANG TERPISAH

DEARM AYAH IBU YANG TERPISAH
Oleh Alfi Anggraeni

  Kami meneguk pahit
Ketika kalian acuh
Kami disini, kita bersama
Tapi kami merasa sendiri
Kami bagai tertampar
Dengan hati bergemuruh sedih
Saat ayah dan ibu
Saling acuh dalam buai amarah
Kami tertunduk takut
Dengan jiwa yang terpukul jatuh
Kami tidak gila, tentu saja
Tapi jiwa kami terluka
Ayah..ibu..
Kamu tersentak, sedih, dan lebur
Melihat kalian saling caci
Bentakan itu laksana guntur yang menyambar jiwa kami
Rasanya perih yah
Ketika ayah melukai ibu
Rasanya getir dan pahit
Saat sumpah serapah ibu menghujani ayah
Kami bingung, kami kalut, kami takut..
Ayah, ibu?
Tak bisakah kembali memeluk kami
Dalam hangat penuh kasih
Sepertinya kami rindu yah, bu
Saat kita bersama sama menyongsong hari
Duduk bersama dalam canda
Tak bisakah?
Kami rindu, ayah.. Ibu...

Puisi Tentang Islam, KAMU DAN HIJRAHKU

KAMU DAN HIJRAHKU
Oleh Ria

  Kamu mungkin membenciku..
Atau melupakanku..tak apa..
Karena semua yang aku pilih harus ku jalani..
Saat aku melepasmu dulu
Bukan berarti rasaku pudar..bukan berarti rasaku hilang atau rasaku berpindah pada rasa orang lain..
Bukan!!
Aku hanya memikirkan jalanmu dan jalanku..
Aku hanya takut mengecewakamu terlalu jauh
Saat aku mengingat klise wajahmu di awan..aku masih tersenyum
Rasaku masih sama..bahkan saat aku melepasmu..
Untuk berhijrah dijalanNYA..
Melepas status pacaran bukan ikatan..
Melepas jalan sesat yang akan membuatmu tersandung saat berjalan nanti..
Mengertilah..

Puisi Tentang Kesedihan, MENGAPA?

MENGAPA?
Oleh Dianama Titah Amita Putri
Aku tak tahu apa yang sedang terjadi
Entah apa yang sedang kurasakan
Apa yang sedang ku pikirkan
Apa yang sedang kulakukan
Mengapa semua menjadi seperti ini,
Aku datang kerumah untuk mencari ketenangan
Keamana, kehangatan dan canda tawa
Aku tak ingin mencari masalah, aku tak ingin mencari musuh
Kau kakak ku dan kau adik ku
Sejelek apapun dirimu tetapi kau tetap keluargaku
Serendah apapun kau tetaplah keluargaku
Ku tak pernah membedakanmu, membandingkanmu dengan oranglain
Kau tetaplah keluargaku walau kau menganggapku musuhmu
Dulu kita begitu dekat bagai mata dan telinga
Namun kini matamu buta untuk melihatku
Dan telingamu telah tuli untuk mendengarkanku
Mengapa kini kau begitu berbeda
Apa kini kita telah beranjak dewasa?
Masa dimana kita memiliki dunia sendiri
Jika memang iya,aku tak apa
Namun setidaknya kau dapat mengatakan sepatah kata padaku
Agar aku tak mencemaskan perubahanmu itu
Apa semuanya akan sama ketika kau diam saja
Jelaskan apa yang ingin kalian jelaskan
Aku rindu pada kalian...
Kalian yang selalu memeluku saat aku kedinginan
Kalian yang selalu menuntunku saat ku tak tau jalan
Kalian yang selalu menyediakan bahu saat aku bersedih
Ketika kalian sudah mulai lelah dengan semuanya
Lihatlah aku yang masih menunggu kalian duduk dibawah pohon ini
Lihatlah aku yang akan mendengarkan keluh kesah kalian
Aku masih disini untuk kalian

Puisi Tentang Kesedihan, SALAHKAH AKU

SALAHKAH AKU
Oleh Sri Ani

Aku merasa sendiri walaupun banyak teriakan di sana
Dan aku membutuhkan sesosok insan
Insan yang bisa mengisi kesunyianku
Sunyi yang seakan tanpa batas
Di situ kamu hadir..hadir sebagai sahabat
Yang selalu membuat suasana hati bahagia
Selalu semangat dan bergairah
Akhirnya rasa suka itu datang
Datang menghampiri jiwaku
Berdosakah kalau aku mencintaimu
Bersalahkah aku melabuhkan perasaan sayangku padamu
Tentu tidak karena rasa cinta hadir tak kenal tempat ststus bahkan usia
Pes.Kota 2016
No Urut: 3011
Tanggal: 22/09/2016 18:30:14

Friday, 2 September 2016

Puisi Tentang Kesedihan, PRIBADI GANDA

PRIBADI GANDA
Oleh Indah Purnamasari

Banyak luka terlihat dari pandangan
Namun sedikutpun tak ada yang memberi kasih sayang
Dan saat bekasnya memudar
Pisau menggores luka makin dalam
Satu nafas membuatnya bertahan
Merubah dirinya jadi dua jalan
Kuat dari penglihatan
Rapuh dalam diam
Saat sosoknya tak mampu menahan beban
Sosok lain kan menopangnya dari kesedihan
Membunuh sosok dulu yang hilang dari pandangan

Puisi Tentang Kesedihan, KELAM

KELAM
Oleh Faiqotul amaliyah

Aku terbangun
Lagi lagi terbangun
Ditengah kelamnya malam
Tanpa terasa
Tanpa suara
Tanpa cerita
Barangkali aku bersalah
Barangkali pula aku benar
Kiranya saat mentari menyapa
Aku harus siap untuk terluka

Puisi Patah Hati, TAK BERPERASAAN

TAK BERPERASAAN
Oleh Khasanah Rahmawati
Tak Berperasaan
Bagai pisau menusuk hati
Kau tega menyakitiku sepedih ini
Hati ini bukan terbuat dari besi
Bukan pula makanan hewani
Tidakkah kau lihat betapa menderitanya aku
Kau malah bersenang senang dengan duniamu
Tidakkah kau lihat betapa sengsaranya aku
Kau malah mencampakkanku dan memakiku
Senyuman yang kau beri saat bertemu
Itu semua palsu
Hati yang kau beri padaku
Itu sudah beku
Perih,pedih menyakitkan sekali
Bukankah kau telah berjanji
Tuk bersamaku sehidup semati
Tapi kini kau rusak kepercayaan hati
Kau bagai singa yang kelaparan
Menerkam ku dihadapan
Sayang, kau tak berperasaan

Terpanjat do'a tuk seorang insan Tiada lain kau yang ku dambakan Besar angan dan harapan Allah cipta kita tuk disatukan . Seb...