Friday, 14 October 2016

Puisi Perpisahan, Kepergianmu

KEPERGIANMU
Oleh Viyolantika Pratiwi

Tak mampu aku untuk melupakanmu
Tak sanggup aku untuk merelakan dirimu
ku tak ingin kau pergi dariku
ku tak ingin menjauh darimu..


Aku hanya ingin kau slalu dihatiku
Aku hanya ingin kau besamaku
kepergianmu....
kepergianmu membuat duniaku mati
Kepergiamu membuat semangatku pergi


Mengapa kau tinggalkan aku ??
Mengapa kau tega menduakan aku ??
Jika memang ini akhir cinta kita
Jika memang ini perpisahan kita


Akan ku coba
Akan ku iklaskan
Kepergian dirimu........

Wednesday, 12 October 2016

Puisi Perpisahan, Rahasia Perpisahan

RAHASIA PERPISAHAN
Oleh Meicy Septi

Waktu selalu menjadi rahasia Tuhan,
Bahkan terkadang, selalu menjadi rahasia kepedihan ..
Rahasia yang amat memilukan ..
Itulah, rahasia perpisahan ..
Sudah cukup lama kita bersama ..
Sudah cukup lama kita bercanda ..
Sudah cukup lama kita bernostalgia ..
Dan sudah cukup lama kita tahu ..
Tahu pada isi hati masing-masing ..
Aku mencintai mu, dan kamu mencintaiku ..
Tetapi, waktu lama itu tak pernah membuat kita bersatu ..
Bersatu dalam satu kata yang membuat kita bahagia ..
Mungkin, ini bukan waktu untuk kita ..
Waktu untuk kita bisa bersatu ..
Masih ada banyak waktu untuk kita ..
Waktu untuk kita bisa bersatu ..
Hingga akhirnya ..
Rahasia perpisahan itu datang ..
Kau harus pergi ..
Meninggalkan aku seorang diri ..
Mata yang menatap sendu melihat punggung kepergianmu ..
Air mata yang bergerumul pilu melepas elok wajahmu ..
Tangan yang melambai lemah mengucapkan salam bisu ..
Dan bibir pucat yang berbisik pelan mengucapkan aku mencintai mu ..
Aku tergugu menahan kaki yang melemas ..
Aku tergugu menahan bibir yang terus bergetar ..
Aku tergugu menahan tangan yang terus meronta ingin memelukmu ..
Dan aku tergugu, menahan hati yang terus meloncat ingin mengikuti mu ..
Aku akan menunggu mu ..
Menunggu waktu dimana kita bisa bersatu ..
Dan cepatlah pulang ..
Cepat sembuhkan semua keterguguan ku .

Puisi Perpisahan, Luka

LUKA
Oleh Firda Ayu

Apa aku yang pantas untuk dihina
Cumakah aku yang tak sempurna
Hanyakah aku yang menerimanya
Menahan luka yang seharusnya
Aku teteskan kan jadi air mata
Yang sebenarnya akan jadi derita
Ku terdiam untuk melupakannya
Meski hati masih tergores luka

Maafkan aku. . .
Aku tak mampu mengerti kebahagiaanmu
Aku hanyalah ke kecewaanmu
Kau anggap aku selalu salah
tapi semu kuterima
meski semua menyisakan luka

Puisi Perpisahan, Perpisahan Kalian

PERPISAHAN KALIAN
Oleh Pauz

Aku anakmu
Bukankah aku buah hatimu?
Tidakkah kalian menyayangiku?
Sebab kalian orang tuaku

Perpisahan kalian membuatku hancur
Kehancuran anakmmu
Kini mimpi terburuk telah terjadi
Terasa tiada lagi keindahan hidup ini

Telah mati, tak mungkin kembali
Bukan jasad kalian
Tapi cinta kasih kalian
Kasih yang hangat dan tak munkin lengkap lagi

Ayah, ku tahu kau sangat menyayangiku
Tapi jangan kau buat aku bingung olehmu
Karna tak mungkin ku tinggalkan syurgaku
Namun aku tetap anakmu dan kalian orang tuaku

Puisi Perpisahan, Untuk Perpisahan

UNTUK PERPISAHAN
Oleh Miftahul Hanifah Qohar

Di bawah naungan langit biru dengan segala hiasannya yang indah tiada tara
Di atas hamparan bumi dengan segala lukisannya yang panjang terbentang
Masih kudapatkan dan kurasakan
Curahan rahmat dan berbagai ni'mat
Yang kerap Kau berikan
Tapi bila tiba waktu berpisah
Pantaskah kumemohon diri
Tanpa setetes syukur di samudera rahmat-Mu

Di siang hari kulangkahkan kaki bersama ayunan langkah sahabatku
Di malah hari kupejamkan mata bersama orang-orang yang kucintai
Masih kudapatkan dan kurasakan
Keramaian suasana dan ketenangan jiwa
Tapi bila tiba waktu berpisah
Akankah kupergi seorang diri
Tanpa bayang-bayang mereka yang akan menemani

Ketika kulalui jalan-jalan yang berdebu yang selalu mengotori tubuhku
Ketika kuisi masa-masa yang ada dengan segala sesuatu yang tiada arti
Masih bisa kumenghibur diri
Tubuhku kan bersih dan esok kan lebih baik
Tanpa sebersit keraguan
Tapi bila tiba waktu berpisah
Masih adakah kesempatan bagiku
Tuk membersihkan jiwa dan hatiku

Setiap kegagalan yang membawa kekecewaan
Setiap kenyataan yang menghadirkan penyesalan
Masih kudengar dan kurasakan
Suara-suara yang menghibur
Tuk menghapus setiap kecewa dan sesal
Tapi bila tiba waktu berpisah
Adakah yang akan menghiburku
Akankah aku pergi tanpa kekecewaan dan penyesalan

“Makna sahabat dalam hidupku”
Sahabatku adalah tetesan embun pagi
yang jatuh membasahi kegersangan hati
hingga mampu menyuburkan seluruh taman sanubari
dalam kesejukan

Sahabatku adalah bintang gemintang malam di angkasa raya
yang menemani kesendirian rembulan yang berduka
hingga mampu menerangi gulita semesta
dalam kebersamaan

Sahabatku adalah pohon rindang dengan seribu dahan
yang memayungi dari terik matahari yang tak tertahankan
hingga mampu memberikan keteduhan
dalam kedamaian

Wahai angin pengembara
kabarkanlah kepadaku tentang dirinya

Sahabatku adalah kumpulan mata air dari telaga suci
yang jernih mengalir tiada henti
hingga mampu menghapuskan rasa dahaga diri
dalam kesegaran

Sahabatku adalah derasnya hujan yang turun
yang menyirami setiap jengkal bumi yang berdebu menahun
hingga mampu membersihkan mahkota bunga dan dedaun
dalam kesucian

Sahabatku adalah untaian intan permata
yang berkilau indah sebagai anugerah tiada tara
hingga mampu menebar pesona jiwa
dalam keindahan

Wahai burung duta suara
ceritakanlah kepadaku tentang kehadirannya

Tuesday, 11 October 2016

Puisi Perpisahan, Tetap Berarti

TETAP BERARTI
Oleh Chii Ammu

Semua tlah ku lalui likunya jalan kehidupan dengan adanya diri kalian...
Dan tlah ku bingkai rapi kisah ini di dalam album kenangan..
Slalu ku simpan dalam hati ..
Kawan,,
sejauh apa pun diri kalian tetap ku sertakan di dalam hatiku..

Menemani setiap langkah jalan ku tempuh..
Karna kalian tetap berarti bagiku..
Karna kalian yang ku kenal di cerita masa lalu dan masa ini..
Tanpa adanya diri kalian ,,
mungkin ku tak pernah kenal apalah sebuah arti kehidupan..

Aku tak peduli latar belakang diri kalian...
Yang ku peduli kalian menerimaku apa adanya..
Senyum ketulusan hati tanpa meminta kelebihanku..
Memberikan sebuah wawasan dalam dunia ini..
Dengan penuh genggaman semangatt...

Kawan,,
kalian slalu ku rindukan di luang waktu saat jauh dari kalian,,
kala nama kalian ku bawa dalam cerita perjalananku..
Kawan ku adalah kalian..
Kalian awal cerita hidupku..
Mengajariku banyak hal ..
Kalian begitu berarti dan bermakna bagiku...
Aku tak akan pernah bisa hadirkan kebencian pada kalian

Puisi Perpisahan, Perpisahan

PERPISAHAN
Oleh Ria Tirta Nurhasanah

Bukannya aku meninggalkanmu
bukannya aku tidak sayang padamu
tapi aku harus pergi
pergi menjauh dari dirimu

Rasa sayang akulah
yang membuat aku pergi
karena aku ingin
melihatmu bahagia

Aku ingin engkau tau
kenapa aku seperti ini
aku tidsk mau
melihatmu menderita bersamaku

Kamu selalu mengeluh kepada temenmu
karena semua sifatku yang egois
karena itu
aku ingin pergi dan prgi jauh darimu

Aku sayang padamu
suatu saat kalau kita jodoh
suatu saat kita akan bertemu
sabar dan sabarlah menantiku..

Terpanjat do'a tuk seorang insan Tiada lain kau yang ku dambakan Besar angan dan harapan Allah cipta kita tuk disatukan . Seb...