Sebening Embun
Oleh Jamilah Andriani
Telah kujaga seperti benang sutra..
Yang selalu ingin menjadikan kain terindah..
Dengan corak yang tidak kuketahui nantinya..
Tapi pasti bukan satu corak..
Jelas kini batik telah menjiwaiku..
Warnanya yang lembut menyejukkan..
Yang kusuka dalam penuh..
Memang tak kunafikkan ianya seperti angin..
Tapi semaximal kujadikannya gelombang..
Yang jelas bertepi sama..
Walau tanpa lihat..
Tanpa genggam.
Menyediakan puisi terbaru 2017, Kumpulan Puisi Terbaruku 2017, semua puisi, satra, Loker Puisi Kumpulan Puisi-puisi Terlengkap, Saling Berbagi Puisi, poem, poetry, Puisi Romantis, Puisi Cinta, Puisi Kasih Sayang, Puisi Persahabatan, Puisi Patah Hati, Puisi Perjuangan, Puisi Pendidikan, Kumpulan Puisi, Puisi Romantis, Puisi Cinta, Puisi Kasih sayang, Puisi Islami, Puisi Religi, Puisi Sahabat, Puisi Perpisahan, Puisi Patah Hati, Puisi Pendidikan
Sunday, 11 September 2016
Saturday, 10 September 2016
Puisi Jatuh Cinta, Ulang Tahunku
Ulang Tahunku
Oleh Nur Ani
Hari ini hari bahagia Aku Ada Teman Teman yang memberi kejutan Sampai membuat Aku menangis Tetapi ada bahagia nya juga Hari di mana Aku dilahirkan Hari yang penuh dengan kebahagian Hari yang untuk Aku kenang Hari banyak kejutan Bertambah nya usia aku Semakin dewasa Semakin berbakti kepada Orang tua Terimakasih untuk Allah Terimakasih kepada kedua Orangtua Terimakasih kepada Guru Terimakasih juga untuk Teman
Oleh Nur Ani
Hari ini hari bahagia Aku Ada Teman Teman yang memberi kejutan Sampai membuat Aku menangis Tetapi ada bahagia nya juga Hari di mana Aku dilahirkan Hari yang penuh dengan kebahagian Hari yang untuk Aku kenang Hari banyak kejutan Bertambah nya usia aku Semakin dewasa Semakin berbakti kepada Orang tua Terimakasih untuk Allah Terimakasih kepada kedua Orangtua Terimakasih kepada Guru Terimakasih juga untuk Teman
Puisi Jatuh Cinta, Gadis Berkerudung Itu
Gadis Berkerudung Itu
Oleh Rizki Hadid
Cukup lama ilalang ini menjadi alas dudukku. Hingga di seberkas sore yang syahdu, gadis berkerudung itu menyodok lamunanku. Ia membuang langkah pelan di jalan berbatu. Gemerlap bola matanya menjinakkan lembayung yang bersinar malu. Aku tersipu saat bidadari itu beberapa jengkal dari tubuhku. Di antara senyumku yang telanjur kaku, tak bisa kubantahkan perasaan itu. Menghinggap nakal suara bidadari itu di daun telingaku. Tak kuasa kumenahan bisikan itu. Hati ini menjadi rindu. Kulukiskan senyum di bibirnya. Kutunjukkan betapa indahnya dunia. Kubimbing dia menuju surga Allah ta'ala. Namun ia masih beberapa jengkal dari tubuhku. Adakah yang salah dari perasaanku? Jauh di lubuk hatinya tersimpan getaran cinta. Disulamnya benar-benar agar tak kasat mata. Dibendungnya segala kemungkinan yang ada. Ia tak ingin semua terlihat mudah adanya. Mungkin dia tak tahu bahwa bibirku sudah kelu. Menahan berjuta rindu yang meninju-ninju, meski ia masih beberapa jengkal dari tubuhku. Duhai bidadariku, usap ragumu dengan kejujuranku. Basuh hatimu dengan ketulusanku. Jalan ini terlalu terjal bila kau lalui tanpaku. Genggam tanganku dan resapi rasa itu. Kita lompati segala rintangan dan menggapai puncak kebahagiaan. Simpan senyum itu untuk pekan depan, saat hati kita bertamu. Doaku selalu menyertaimu. *Dari Rizki Hadid untuk Suhailah Bansir
Oleh Rizki Hadid
Cukup lama ilalang ini menjadi alas dudukku. Hingga di seberkas sore yang syahdu, gadis berkerudung itu menyodok lamunanku. Ia membuang langkah pelan di jalan berbatu. Gemerlap bola matanya menjinakkan lembayung yang bersinar malu. Aku tersipu saat bidadari itu beberapa jengkal dari tubuhku. Di antara senyumku yang telanjur kaku, tak bisa kubantahkan perasaan itu. Menghinggap nakal suara bidadari itu di daun telingaku. Tak kuasa kumenahan bisikan itu. Hati ini menjadi rindu. Kulukiskan senyum di bibirnya. Kutunjukkan betapa indahnya dunia. Kubimbing dia menuju surga Allah ta'ala. Namun ia masih beberapa jengkal dari tubuhku. Adakah yang salah dari perasaanku? Jauh di lubuk hatinya tersimpan getaran cinta. Disulamnya benar-benar agar tak kasat mata. Dibendungnya segala kemungkinan yang ada. Ia tak ingin semua terlihat mudah adanya. Mungkin dia tak tahu bahwa bibirku sudah kelu. Menahan berjuta rindu yang meninju-ninju, meski ia masih beberapa jengkal dari tubuhku. Duhai bidadariku, usap ragumu dengan kejujuranku. Basuh hatimu dengan ketulusanku. Jalan ini terlalu terjal bila kau lalui tanpaku. Genggam tanganku dan resapi rasa itu. Kita lompati segala rintangan dan menggapai puncak kebahagiaan. Simpan senyum itu untuk pekan depan, saat hati kita bertamu. Doaku selalu menyertaimu. *Dari Rizki Hadid untuk Suhailah Bansir
Friday, 9 September 2016
Puisi Jatuh Cinta, Jatuh Cinta
Jatuh Cinta
Oleh Muhammad Ayub Qodri
Seperti baru terbuka mata ini Melihat indah nya dunia Menikmati ciptaan tuhan Beserta seisi nya Oh Tuhan Baru ku sadari Sesosok gadis cantik menawan hati Yang tak pernah terlihat oleh ku sedari tadi Jiwa ini serasa mati Saat dia memandang diri ini Napas memburu tiada henti Saat dia berkata "selamat pagi" Mungkin.. Ini lah nama nya jatuh cinta Untuk pertama kali yang ku rasa kan Tidur tak lelap Makan tak kenyang Memikirkan gadis menawan hati Tuhan.. Izin kan aku bersama nya Tuk membuktikan aku setia Dan akan ku jaga hati nya Walau tidak untuk selama nya
Oleh Muhammad Ayub Qodri
Seperti baru terbuka mata ini Melihat indah nya dunia Menikmati ciptaan tuhan Beserta seisi nya Oh Tuhan Baru ku sadari Sesosok gadis cantik menawan hati Yang tak pernah terlihat oleh ku sedari tadi Jiwa ini serasa mati Saat dia memandang diri ini Napas memburu tiada henti Saat dia berkata "selamat pagi" Mungkin.. Ini lah nama nya jatuh cinta Untuk pertama kali yang ku rasa kan Tidur tak lelap Makan tak kenyang Memikirkan gadis menawan hati Tuhan.. Izin kan aku bersama nya Tuk membuktikan aku setia Dan akan ku jaga hati nya Walau tidak untuk selama nya
Thursday, 8 September 2016
Puisi Galau, JERITAN HATI YANG GUNDAH
JERITAN HATI YANG GUNDAH
Oleh Fatma DSR
Begitu pahit untukku telan
Begitu sakit untuk kutahan
Begitu pilu untuk kukenang..dan
Begitu miris hati yang terluka ini
Sulit bagiku,melupakan kisah itu...
Luka hatiku lara hidupku,nelangsa batinku....
Mengapa semua harus terjadi..
Kalau kutahu kau akan begini..
Takkan ku mencintaimu
Takkan ku menyayangimu
Takkan ku mengharapkannya...
Takkan...takkan...takkan...
Begitu sakit kau menohokku dengan segala perlakuan dan ucapanmu...
Bahkan tak sanggup lagi untuk kudengar hinaan dan cacian...
Tapiii....itu terus berulang dan berulang terus...
Sampai kapan kau akan begini...
Kasar, membentak, tak acuh bahkan tak perduli dengan keadaanku...
Namun aku tetap sabar menghadapimu karena rasa ini...
Ya karena rasa ini yang tak bisa hilang dan pergi.
Oleh Fatma DSR
Begitu pahit untukku telan
Begitu sakit untuk kutahan
Begitu pilu untuk kukenang..dan
Begitu miris hati yang terluka ini
Sulit bagiku,melupakan kisah itu...
Luka hatiku lara hidupku,nelangsa batinku....
Mengapa semua harus terjadi..
Kalau kutahu kau akan begini..
Takkan ku mencintaimu
Takkan ku menyayangimu
Takkan ku mengharapkannya...
Takkan...takkan...takkan...
Begitu sakit kau menohokku dengan segala perlakuan dan ucapanmu...
Bahkan tak sanggup lagi untuk kudengar hinaan dan cacian...
Tapiii....itu terus berulang dan berulang terus...
Sampai kapan kau akan begini...
Kasar, membentak, tak acuh bahkan tak perduli dengan keadaanku...
Namun aku tetap sabar menghadapimu karena rasa ini...
Ya karena rasa ini yang tak bisa hilang dan pergi.
Puisi Galau, BAHAGIA SESAAT
BAHAGIA SESAAT
Oleh Gatra Aksara
Banyak hikmah darimu
Yang ku dapat
Ku petik saat masih bersama
Yah !
Kebahagiaan sesaat
Banyak harapan terukir
Canda tawa berhamburan
Di antara kebersamaan
Dan pesan singkat
Maupun suara di ponsel
Tapi sekarang apa ?
Tak lagi melihat
Kepahitan semakin pekat
Dan mebuat fikiran gelisah
Ya sudahlah
Raih harapanmu tanpaku
Apapun mimpi-mimpimu
Bersama do'a
Aku selalu menyertainya
Walau tak lagi bertatap muka
Aku selalu berlapang dada
Bila cinta itu tak dapat di paksa
Apalagi terhalang restu orang tua
Endingnya pun sudah jelas berbeda
Setidaknya kita pernah membina rasa
Walau hanya sebentar
Walau hanya bahagia sesaat
Oleh Gatra Aksara
Banyak hikmah darimu
Yang ku dapat
Ku petik saat masih bersama
Yah !
Kebahagiaan sesaat
Banyak harapan terukir
Canda tawa berhamburan
Di antara kebersamaan
Dan pesan singkat
Maupun suara di ponsel
Tapi sekarang apa ?
Tak lagi melihat
Kepahitan semakin pekat
Dan mebuat fikiran gelisah
Ya sudahlah
Raih harapanmu tanpaku
Apapun mimpi-mimpimu
Bersama do'a
Aku selalu menyertainya
Walau tak lagi bertatap muka
Aku selalu berlapang dada
Bila cinta itu tak dapat di paksa
Apalagi terhalang restu orang tua
Endingnya pun sudah jelas berbeda
Setidaknya kita pernah membina rasa
Walau hanya sebentar
Walau hanya bahagia sesaat
Puisi Galau,KEHANGATAN MALAM MINGGU UNTUKKU SEORANG JONES
KEHANGATAN MALAM MINGGU UNTUKKU SEORANG JONES
Kehangatan Malam Minggu Untukku Seorang Jones
Di malam ini
Ketika bunga bunga
Berterbangan saling mekar
Ku hanya jadi seorang penonton.
Ketika kehangatan
Rindu mereka rasakan
Dan kasih sayang terpuaskan.
Juga ku rasakan
Lewat kehangatan
Seporsi mie rebus panas
Rindu ku lewatkan dengan bekerja
Sepi ku gemuruhkan lewat game ku mainkan
Kehangatan Malam Minggu Untukku Seorang Jones
Di malam ini
Ketika bunga bunga
Berterbangan saling mekar
Ku hanya jadi seorang penonton.
Ketika kehangatan
Rindu mereka rasakan
Dan kasih sayang terpuaskan.
Juga ku rasakan
Lewat kehangatan
Seporsi mie rebus panas
Rindu ku lewatkan dengan bekerja
Sepi ku gemuruhkan lewat game ku mainkan
Subscribe to:
Posts (Atom)
Terpanjat do'a tuk seorang insan Tiada lain kau yang ku dambakan Besar angan dan harapan Allah cipta kita tuk disatukan . Seb...
-
">Places in Pekalongan - Pekalongan regency is one tourist destination in Central Java is located in a row of the north coast o...
-
TAK BERPERASAAN Oleh Khasanah Rahmawati Tak Berperasaan Bagai pisau menusuk hati Kau tega menyakitiku sepedih ini Hati ini bukan terb...
-
KAMU DAN HIJRAHKU Oleh Ria Kamu mungkin membenciku.. Atau melupakanku..tak apa.. Karena semua yang aku pilih harus ku jalani.. Sa...